Pengelola Mal Mesti Cerdik Menangkap Pasar

Pengelola Mal Mesti Cerdik Menangkap Pasar
Penggunaan Crystal Clear di Uniqlo Senayan City. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Sanwamas )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 29 November 2019 | 12:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perubahan gaya berbelanja masyarakat Indonesia dari konvesional ke digital ternyata tidak banyak berpengaruh terhadap tingkat hunian pusat perbelanjaan. Jika dilihat dari sisi mal kelas atas, tingkat hunian justru melesat ke atas 92 persen.

 Penggunaan rolling door/shutter dapat menjadi cara untuk menghemat ruang.

APPBI Keluhkan Kewajiban 20% untuk UMKM

Associate Arsitek Lineamarca, Ahmad Taher, mengatakan, pengelola mal mesti cerdik menangkap pasar, yakni dengan mengarahkan bahwa pusat belanja tidak sekadar pusat berbelanja namun menjadi destinasi gaya hidup bagi konsumen. Selain itu, pengembang mal mesti melakukan inovasi dengan menghadirkan store environment yang dapat memengaruhi perilaku konsumen terhadap terjadinya pembelian.

"Store environment dapat menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih lokasi dimana ia akan berkunjung dan membeli. Sehingga, lingkungan yang baik dapat merangsang emosi positif serta rasa nyaman terhadap penyedia pelayanan,” ujar Ahmad Taher kepada Beritasatu.com, Jumat (29/11/2019).

Menurut Ahmad, kalangan penyewa atau tenant juga mesti dapat memanfaatkan ruang yang dimilikinya secara optimal, sehingga ruang tersebut ikut berkontibusi mendatangkan keuntungan.

"Penyewa sedapat mungkin tidak menyisakan ruang tak terpakai. Sehingga, tenant dapat memanfaatkan semua sisi ruang untuk display produk,” tambah Ahmad.

Hadapi Era Digital, Pusat Perbelanjaan Dituntut Tampil Beda

Senada dengan pendapat Ahmad, Technical Sales Manager PT Sanwamas Metal Industry, Permadi Sudjana, mengatakan menggunakan rolling door atau shutter dapat menjadi cara untuk menghemat ruang.

"Sistem buka tutup rolling door atau shutter, artinya pintu akan menggulung ke atas saat membuka. Jadi, begitu sebuah toko dibuka, maka ruang display menjadi luas dan lebih banyak ruang yang digunakan,” ujar Permadi.

Permadi melanjutkan, bila berhitung dari sisi bisnis dengan mempertimbangkan harga sewa dari mal. Tentu, tenant mengharapkan bahwa ruang yang disewa itu mendatangkan keuntungan.

"Bisa dibayangkan misalnya, 1 meter persegi (m2) itu sia-sia karena tidak dapat menampilkan semua produk karena masalah penutup. Jika dengan penutup lain yang sistem bukaannya melipat ke samping, masih tersisa sekitar 50 centimeter (cm) di sisi kanan dan 50 cm di sisi kiri, maka 100 cm terbuang sia-sia. Padahal, tenant membutuhkan ruang display lebih luas demi meraih keuntungan lebih besar. Sehingga, dalam hal ini rolling door atau shutter memberikan commercial value," papar Permadi.

Omzet Ritel Modern Tembus Rp 150 Triliun

Tidak hanya itu, tambah Permadi, rolling door atau shutter dapat memberikan nilai estetika. Rolling door atau shutter dapat tetap memperlihatkan bagian dalam ruangan meskipun dalam keadaan tertutup seperti tipe Crystal Clear Shutter maupun Light Weight Shutter (LWS) dan Heavy Weight Shutter (HWS) tipe perforasi. Sehingga, tampilan toko atau showroom tetap dapat terlihat dan keamanan tetap terjaga.

"LWS dan HWS Sanwamas menggunakan material terbaik yang tidak mudah tergores dan berkarat, serta dilengkapi sistem penguncian tambahan berstandar Jepang yang membedakan produk Sanwamas dengan para kompetitornya,” jelas Permadi.

Menurutnya, saat ini tren rolling door atau shutter yang banyak digunakan di mal adalah tipe crystal clear shutter dengan desain yang terlihat mewah. Kedua jenis produk ini bernilai fungsional sebab tidak hanya diletakkan di dalam mal saja, melainkan juga di ruang terbuka lainnya di mal yang membutuhkan keamanan bagi penggunanya.

"Rolling door atau shutter dapat digunakan di area parkir, tempat pembuangan sampah, dan toilet. Khusus untuk pemasangan di area parkir dan toilet itu demi menjaga keamanan. Sedangkan, untuk pemasangan di area tempat pembuangan sampah lebih untuk menutup dari pemandangan yang tidak menarik dan mengurangi bau yang tidak sedap," tandas Ahmad.



Sumber: BeritaSatu.com