Homega Luncurkan Dua Varian HPL Stones Series

Homega Luncurkan Dua Varian HPL Stones Series
Homega Indonesia meluncurkan dua varian HPL (high pressure laminate) terbaru, Black Canty Pearl Glossy dan Milky Ramone. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Imam Muzakir / FER Senin, 2 Desember 2019 | 22:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Desain interior dengan tampilan dinding, lantai, dan furnitur terus berubah seiring selera konsumen. Aneka motif yang 'tidak biasa', desain elegan, daya tahan atau durability, dan harga yang kompetitif, menjadi pilihan utama konsumen.

Untuk memanjakan selera konsumen, Homega Indonesia sebagai salah satu distributor HPL (high pressure laminate), meluncurkan dua varian anyar stones series, Black Canty Pearl Glossy (aksen batu granit) dan Milky Ramone (marble).

Marketing Manager Homega Indonesia, Allen Huang mengatakan, peluncuran dua varian stones series ini, untuk menjawab tren pasar saat ini, dimana konsumen sedang menyukai tampilan lantai dan furnitur dengan warna seperti batu granit atau marmer.

"Beberapa waktu lalu, trennya adalah warna urat kayu, sekarang warna batu. Jadi tampilan furniture dan lantai vinyl seperti marmer. Selain mempercantik desain, varian ini juga ramah budget,” kata Allen, dalam siaran persnya, Senin (2/12/2019).

Allen menjelaskan, peluncuran dua varian stones series ini, setelah melakukan dialog dengan desain interior dan pekerja kayu untuk industri furnitur. Sehingga, Homega melakukan penambahan varian baru dua kali lebih cepat dari kompetitor di bidang HPL. "Kami memiliki lebih dari 300 motif dan semuanya ready stock," tandas Allen.

Menurut Allen, produk HPL Homega sangat lentur, tidak mudah patah, dan tahan air. Produk ini diproduksi dalam bentuk lembaran, dengan ukuran lebar 1,22 meter dan panjang 2,44 meter. Untuk harga, disesuaikan berdasarkan motif, mulai dari Rp 100.000 per lembar hingga Rp 175.000 per lembar untuk motif stones series.

"Dalam pendistribusiannya ke konsumen, Homega Indonesia bekerja sama dengan supplier kontraktor dan interior di seluruh Indonesia," pungkas Allen.



Sumber: Investor Daily