Prospek Properti 2020

Apartemen di Kawasan CBD Jadi Incaran

Apartemen di Kawasan CBD Jadi Incaran
Progres pembangunan proyek The Newton, yang merupakan bagian dari Ciputra World 2, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 2 Januari 2020 | 19:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri properti menunjukkan tren positif sejak kuartal III-2019. Kondisi tersebut, diyakini akan terus berlanjut hingga tahun 2020.

Triniti Land Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

Tren positif tersebut karena beberapa hal, seperti situasi politik yang semakin kondusif pasca terbentuknya pemerintahan baru hasil Pilpres 2019.

Kemudian, juga ada penurunan suku bunga acuan serta kebijakan pelonggaran aturan loan to value (LTV) dan finance to value (FTV) yang efektif berlaku mulai akhir 2019.

General Manager Marketing Ciputra Group, Andreas Raditya, menegaskan, kebijakan LTV dan FTV akan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akses pembiayaan hunian, seperti apartemen.

"Tentunya ini akan memberikan peluang, khususnya bagi hunian kedua dan seterusnya. Kebijakan ini akan berdampak kepada segmen hunian menengah dan menengah atas yang selama ini pergerakannya agak tertahan karena berbagai kendala,” ujar Andreas Raditya, Kamis (2/1/2020).

Raditya menambahkan, indikasi pulihnya ekonomi mulai terlihat sejak pertengahan tahun ini sehingga pihaknya melihat pasar properti di 2020 akan lebih baik.

Perumnas Kenalkan Konsep Hunian Compact and Modern

"Setelah sempat tertahan di awal 2019 karena dinamika politik dan Pilpres, tahun depan memberikan kesempatan yang tepat untuk masyarakat membeli properti, baik untuk dihuni, maupun sebagai sarana investasi," tandas Raditya.

Raditya menambahkan, kebijakan pemerintah tentunya akan mendorong sejumlah hasil positif. "Rampungnya sejumlah proyek infrastruktur maupun transportasi serta stabilitas politik dan keamanan yang lebih baik menjadi pemicu bergairahnya kembali industri properti di dalam negeri," tambahnya.

Di tengah kondisi pasar yang mulai pulih, kata Raditya, Ciputra Group kembali menawarkan salah satu produknya di kawasan central busniness district (CBD) Jakarta.

Apalagi, dengan harga unit apartemen di CBD sudah cukup tinggi, tak banyak para profesional dan milenial yang bekerja dan beraktivitas di tengah kota Jakarta mampu untuk membelinya.

"Untuk itu, Ciputra Group menawarkan produk apartemen The Newton di kawasan central busniness district dengan harga masih di kisaran Rp 1 miliaran,” ucapnya.

Raditya menjelaskan, saat ini sudah langka hunian apartemen di central business district dengan rentang harga yang cukup terjangkau. Sebabnya, sebagian besar pengembang membangun ukuran besar, mengingat strategisnya kawasan ini.

"Hal ini yang kami lihat masih adanya pasar yang cukup besar dan memiliki buying power untuk produk hunian yang ada di segmen tersebut," tegas Raditya.



Sumber: BeritaSatu.com