Hunian Terjangkau, Solusi Mismatch di Koridor Timur Jakarta

Hunian Terjangkau, Solusi Mismatch di Koridor Timur Jakarta
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda. ( Foto: Beritasatu.com/Feriawan Hidayat )
Imam Muzakir / FER Senin, 13 Januari 2020 | 18:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Infrastruktur yang lengkap di kawasan Timur Jakarta, berpotensi besar bagi developer untuk mengembangkan proyeknya. Pasalnya, harga tanah di kawasan tersebut dinilai masih lebih murah dua kali lipat jika dibandingkan dengan kawasan Barat Jakarta.

Crown Group Optimistis Sektor Properti Cerah di 2020

Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan, mencermati kondisi tersebut, perlu didorong hadirnya hunian yang terjangku di kawasan Timur Jakarta.

"Salah satu pendorong properti terus tumbuh adalah adanya infrastruktur yang sudah siap. Kawasan Timur Jakarta ini masih sangat potensial untuk terus meningkat. Apalagi, harga tanah di kawasan ini juga masih sangat terjangkau dan masih lebih murah dua kali lipat dari Barat Jakarta,” ungkap Ali Tranghada dalam paparan Jakarta Eastern Coridor Market Highlight 2020, di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Ali mengatakan, potensi unggulan dalam segi infrastruktur karena perkembangan pesat dari setidaknya 10 potensi infrastruktur di antaranya Jakarta-Cikampek Elevated Toll, Double-Double Track Manggarai-Cikarang, LRT, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, JORR II Cimanggis-Cibitung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, Bandara Karawang, Kawasan Ekonomi Khusus Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur), dan Rencana MRT Tahap III Balaraja-Cikarang.

Sektor Properti Tumbuh, Depo Bangunan Apresiasi Pelanggan

Koridor Timur Jakarta juga memiliki basis ekonomi industri yang kuat melalui keberadaan berbagai kawasan industri seperti MM 2100, Delta Silicom, EJIP, BIIE, Jababeka, dan Delta Mas. Selain itu, Cikarang tercatat menyumbangkan 34,45 persen Penanaman Modal Asing (PMA) Nasional serta volume ekspor nasional hingga 45 persen.

Harga tanah di Koridor Timur juga masih lebih murah yaitu berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 12 juta per meter persegi (m2), berbeda dengan Koridor Barat yang telah mencapai kisaran Rp 9 juta hingga Rp 17 juta per m2.

Ali mengungkapkan, perbedaan harga tanah terjadi karena Koridor Barat yang sudah berkembang lebih awal dibandingkan Koridor Timur. "Harga tanah yang murah, serta potensi bidang infrastruktur dan basis ekonomi industri bahkan tidak dimiliki di wilayah lain bahkan koridor Barat,” kata Ali Tranghanda.

Apartemen di Kawasan CBD Jadi Incaran

Saat ini, lanjut Ali, Koridor Timur Jakarta memiliki kondisi pasar properti yang masih mismatch. "Kondisi ini (mismatch) disebabkan banyak pengembang yang cenderung menjual hunian untuk segmen kelas atas, sementara pasar menengah kebawahlah yang potensial," ungkap Ali Tranghanda.

Ali menjelaskan, siklus properti yang potensial masih berada di pasar menengah bawah dengan harga hunian berkisar di angka Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar. "Saat ini, pengembang harus dapat membidik end-user menengah ke bawah. Sebabnya, saat ini adanya kelesuan pada daya beli investor sehingga hunian dengan rentang harga di atas Rp 1 miliar kurang diminati," tegasnya.

Adapun komposisi potential market sebagai end-user di Koridor Timur Jakarta, tepatnya Kabupaten Bekasi yaitu sebanyak 51,4 persen didominasi dengan rentang penghasilan di atas Rp 4,5 juta perbulan dengan eskpektasi pembelian rumah di bawah Rp 1 miliar. Ali mengungkapkan, keadaan mismatch ini dapat teratasi dengan adanya pembangunan hunian yang terjangkau.

"Hunian terjangkau dan memiliki ruang terbuka hijau dapat menjadi solusi, serta menghilangkan image gersang, polusi, sampah akibat maraknya kawasan industri di Koridor Timur," kata Ali Tranghanda.

Selain itu, tambah Ali, transformasi kota juga dapat mendukung mengatasi permasalahan lesunya pasar properti di Koridor Timur Jakarta. Pembangunan yang semakin lengkap seperti sekolah dan pusat perbelanjaan dapat meningkatkan daya tarik di Koridor Timur Jakarta.

"Keunggulan dari Barat Jakarta ini karena memiliki fasilitas bagus seperti sekolah internasional yang cukup bagus dan juga sarana komersial seperti mal dan lainnya. Hal ini yang harus dilakukan developer di kawasan Timur Jakarta," pungkas Ali Tranghanda.



Sumber: Investor Daily