Intiland Segera Luncurkan Dua Klaster Baru di Surabaya

Intiland Segera Luncurkan Dua Klaster Baru di Surabaya
Direktur Pemasaran Harto Laksono dan GM Marketing Tan Edison di lokasi proyek pengembangan kawasan perumahan Graha Natura Surabaya, Selasa (14/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan)
Amrozi Amenan / FER Selasa, 14 Januari 2020 | 20:42 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Intiland Development Tbk (Intiland), melalui anak usahanya PT Intiland Grande berencana meluncurkan dua proyek perumahan baru atau klaster baru di kawasan pengembangan perumahan Graha Natura Surabaya barat.

Melalui peluncuran proyek baru serta proyek rumah tapak yang sudah ada, yakni klaster Acacia, Intiland memproyeksikan kontribusi penjualan rumah tapak di Surabaya mencapai 60 persen atau Rp 400 miliar dari total target penjualan sebesar Rp 700 miliar tahun ini.

Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, Harto Laksono, mengatakan meski pasar properti di Surabaya mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir, penjualan produk-produk hunian, khususnya rumah tapak masih relatif stabil dibandingkan dengan segmen pengembangan properti lainnya.

"Kondisi ini tercermin dari total penjualan perseroan di Surabaya tahun lalu sebesar Rp 425 miliar, dimana 60 persen diantaranya disumbang oleh penjualan rumah tapak dan 40 persen dari penjualan office dan apartemen," kata Harto di Surabaya, Selasa (14/1/2020).

Harto meyakini tren pertumbuhan pasar di segmen rumah tapak ini masih akan terus berlanjut sepanjang tahun ini. Karena tingginya kebutuhan terhadap rumah tapak dengan tipe dan luasan yang selaras dengan kebutuhan keluarga muda atau kaum milenial. Kondisi itu juga ditunjang oleh berbagai kemudahan dari kebijakan pemerintah serta perbankan yang membuat harga-harga rumah bisa terjangkau.

Dia pun memproyeksikan dari target total penjualan tahun ini sebesar Rp 700 miliar, kontribusi penjualan rumah tapak akan mencapai sebesar 60 persen. "Diantaranya, dari proyek yang ada sekarang sebanyak Rp 250 miliar, sedangkan dari proyek rumah tapak baru sebesar Rp 150 miliar,”  kata Harto Laksono.

Lebih lanjut, Harto menjelaskan, untuk memenuhi target penjualan rumah tapak itu, pihaknya mengandalkan penjualan proyek rumah tapak dari pengembangan kawasan perumahan Graha Natura Surabaya yang menempati lahan seluas 86 hektar dan hingga saat ini yang sudah dikembangkan mencapai 60 persen.

Tahun lalu, di lokasi tersebut dikembangkan klaster Acacia di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan konsep hunian one-gate system. Jumlah unit yang dipasarkan sebanyak 65 rumah dua lantai dengan berbagai tipe yang meliputi tipe Valerian, Lilac, Freesia, Amarylis, Verbena, Lily, dan Orchid. Unit-unit rumah di klaster ini memiliki luas lahan mulai 71–192 meter persegi dan luas bangunan mulai 70-150 meter persegi dan dipasarkan mulai harga Rp1,5 miliar hingga Rp 3,1 miliar.

"Pembangunan unit rumah di klaster ini dalam tahapan struktural pondasi. Kami menargetkan bisa mulai serah terima pada akhir tahun ini. Sejak diluncurkan, kami sudah memasarkan sekitar 40 persen," tandas Harto Laksono.

GM Marketing Intiland Grande, Tan Edison mengatakan, guna mengantisipasi tren meningkatnya permintaan masyarakat, perseroan saat ini menghadirkan rumah contoh terbaru di klaster Acacia.

Rumah contoh yang telah disiapkan adalah tipe paling favorit, yaitu tipe Lilac. Nantinya, akan penambahan dua rumah contoh dengan tipe berbeda. Adanya rumah contoh ini agar para calon pembeli dapat merasakan langsung kenyamanan dan keunggulan dari interior dan suasana lingkungan yang dihadirkan.

"Kami menargetkan tahun ini sisa unit yang belum terjual bisa habis tahun ini dengan berbagai kemudahan selama periode Januari hingga Maret nanti seperti diskon 5 persen, bunga 3,65 persen dan paket angsuran 18 bulan,” ujarnya.

Edison menambahkan selain klaster Acacia tersebut, pihaknya berencana membangun dua klaster baru di kawasan Graha Natura. "Rencananya, dua proyek itu akan kita bangun pada kuartal II atau III tahun ini,” pungkasnya.



Sumber: Investor Daily