Triniti Land Incar Laba Rp 110 Miliar di 2020

Triniti Land Incar Laba Rp 110 Miliar di 2020
PT Perintis Triniti Properti Tbk atau Triniti Land. ( Foto: Investor Daily / Thereis Kalla )
Thereis Kalla / FMB Rabu, 15 Januari 2020 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Perintis Triniti Properti Tbk atau Triniti Land targetkan laba bersih hingga Rp 110 miliar di 2020. Perseroan memproyeksikan dua proyek yang sedang dibangun akan mendorong pendapatan perseroan hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama Triniti Land Ishak Chandra, mengungkapkan proyek Collins Boulevard di Serpong, Tangerang dan Marc’s Boulevard di Batam akan menjadi pendorong pendapatan perseroan dalan tiga tahun ke epan. “Tahun 2020, target profit kita antara Rp 90 miliar sampai Rp 111 miliar. Proyek Collins, yang ada di Serpong, dan Marc Boulevard di Batam dalam tiga tahun ke depan pendapatan kita akan banyak dari itu. Tapi tak menutup kemungkinan juga akan dikontribusi dari proyek lain. Karena setiap tahun kita ada proyek baru dalam pipeline kita,” ujarnya seusai pencatatan perdana saham Triniti Land di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/1/2020).

Ishak menambahkan, hingga akhir tahun ini perseroan mengincar target marketing sales sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar. Menurutnya, dengan memperinci target pasar Triniti Land, maka akan mendorong pertumbuhan perseroan. “Target market kita adalah generasi millenial di kisaran umur 29–32 tahun,” kata dia.

Triniti Land resmi melantai di BEI sebagai emiten keenam di tahun 2020. Triniti Land akan diperdagangkan dengan kode saham TRIN dan tergabung dalam sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan dan tercatat di papan utama dalam papan pencatatan saham. Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 3,17 kali secara total dan 218 kali dari pooling.

Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 1,09 miliar lembar saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 25 persen dari jumlah seluruh modal disetor perseroan setelah IPO dan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB). Saham TRIN ditawarkan dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 200 per saham. Selain itu perseroan juga mendapatkan dana dari konversi MCB sebesar Rp 88,9 miliar lewat aksi korporasi ini.

Ishak menjelaskan, rencananya 35 persen dana hasil IPO sebanyak Rp 129,7 miliar akan diberikan sebagai pinjaman untuk anak usaha perseroan yaitu PT Triniti Menara Serpong (TMS) yang selanjutnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan pembangunan proyek Apartemen Collins Boulevard sebesar 35 persen. Kemudian sebesar 35 persen untuk pinjaman anak usaha yaitu PT Puri Triniti Batam (PTB) yang sedang membangun proyek Marc’s Boulevard. “Sisanya sebesar 30 persen akan digunakan untuk biaya pengembangan dan modal kerja perseroan yang berupa biaya operasional perseroan,” katanya.

Pada perdagangan perdananya saham TRIN melesat naik 70 persen ke harga Rp 340 sehingga mengalami autorejection atas. Pada aktivitas selanjutnya saham TRIN diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 40 kali dengan volume 5138 lot, sehingga transaksi TRIN pada hari ini mencapai Rp 1,7 miliar.



Sumber: Investor Daily