ACP Maksimalkan Penjualan Cisauk Point

ACP Maksimalkan Penjualan Cisauk Point
Indra Syahruzza, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti bersama Sujarwo, Senior Manager Komersialisasi Non Angkutan PT KAI, saat peresmian jalur pedestrian di Cisauk Point, Tangerang. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 11 Februari 2020 | 21:12 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Jumlah penduduk Jabodetabek saat ini diperkirakan telah mencapai 30 juta orang sehingga permintaan tahunan hunian di Jakarta mencapai sekitar 100.000 unit per tahun. Sayangnya, pasokan hunian belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena keterbatasan lahan di Ibu Kota dan harga yang kian melambung.

ACP Pacu Pemasaran Royal Sentul Park

Project Director Cisauk Point, Tegus Waskitha, mengatakan, banyak pekerja Ibu Kota yang tidak mendapatkan hunian di kawasan Jakarta memilih bertempat tinggal di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hal ini berimbas pada kemacetan lalu lintas yang justru memperberat masalah perumahan di Jakarta.

"Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit ini menjadi solusi bagi masalah transportasi dan lingkungan di kawasan kota besar seperti Jakarta. Sebab, TOD dikembangkan dengan mengintegrasikan sistem jaringan transportasi massal. Sehingga, para pengguna kendaraan pribadi lebih memilih menggunakan transportasi umum," ujar Teguh Waskhita dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Teguh mengatakan, Cisauk Point merupakan bagian dari LRT City yang menerapkan konsep TOD yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal yang bersifat multimoda, yaitu KRL dan bus.

Cisauk Point

Cisauk Point merupakan produk kolaborasi antara PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang merupakan anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengembangkan lahan seluas 1,65 hektare (Ha), di sisi stasiun KRL Cisauk dan terminal bus Cisauk.

ACP Bangun Hunian Milenial di Timur Jakarta

Sebagai bagian dari kepedulian bagi kaum komuter, Cisauk Point berinisiasi membangun jalur pedestrian dengan panjang 200 meter dan lebar 2,5 meter, yang dilengkapi dengan taman kota.

"Kami berharap dengan adanya jalur pedestrian ini dapat mempermudah dan memberikan kenyamanan bagi kaum komuter dalam menjangkau akses moda transportasi massal dan menuju tempat tinggal mereka,” ujar Teguh Waskhita.

Teguh menambahkan, kini Stasiun Cisauk telah resmi beroperasi sejak 1 Februari 2019 lalu. Dalam sehari, stasiun tersebut memiliki daya tampung hingga 20.000 penumpang.

Kembangkan Tiga Proyek Baru, ACP Bidik Penjualan Rp 25,9 Triliun

"Stasiun Cisauk mempermudah para kaum komuter. Selain itu, adanya interkoneksi antarmoda mampu menekan biaya transportasi para pekerja dan juga sisi efisiensi waktu pun dapat tercapai," jelas Teguh Waskhita.

Untuk kawasan Cisauk Point sendiri, sambungnya, akan dikembangkan 6 tower apartemen dengan total hunian sebanyak 2.641 unit. Bagi kaum komuter, Cisauk Point menyediakan 2 tipe, yaitu studio dengan luas 24,4 meter persegi (m2) dan 1 BR 35 m2. Tipe ini mengikuti dari kebutuhan mereka yang memerlukan hunian simpel namun strategis. Untuk harga perdana, tipe studio ditawarkan dengan harga Rp 300 jutaan.

"Pembangunan Cisauk Point telah dimulai pada Agustus 2019. Kami akan mengembangkan tower-tower secara bertahap. Ditargetkan pembangunan keseluruhan tower di kawasan Cisauk Point selesai pada tahun 2025,” pungkas Teguh Waskitha.



Sumber: BeritaSatu.com