Sektor Perumahan Dorong Pemulihan Ekonomi

Sektor Perumahan Dorong Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi Perumahan. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Imam Muzakir / FER Senin, 29 Juni 2020 | 21:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor perumahan dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi akibat dampak negatif virus corona atau Covid-19. Pasalnya, dampak peningkatan nilai tambah sektor perumahan sebesar 1 persen akan meningkatkan nilai tambah produk domestik bruto (PDB) secara kumulatif sebesar 9,53 persen pada akhir tahun kelima.

Baca Juga: Tapera Diharapkan Bisa Atasi Backlog Perumahan

Presiden Direktur Centre for Banking Crisis Achmad Deni Daruri mengatakan, Covid-19 menciptakan krisis ekonomi karena aktivitas ekonomi dipaksa untuk berhenti. Namun demikian muncul aktivitas ekonomi yang tidak bisa dihentikan oleh Covid-19 seperti aktivitas bekerja dari rumah.

"Untuk itu perlu dibangun rumah-rumah baru agar masyarakat bukan saja mampu memiliki rumah tetapi juga dapat bekerja dari rumah,” ujar Deni, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Menurut Deni, untuk mengoptimalkan sektor perumahan, sisi penawaran harus diefektifkan dan diefisienkan secara optimal. Caranya adalah dengan meningkatkan skala ekonomis dan skala skope dari bank-bank yang mampu menyalurkan dana bagi sektor perumahan nasional. "Tidak semua bank dapat masuk dalam kategori ini. Satu-satunya bank yang masuk dalam definisi ini adalah Bank BTN," paparnya.

Baca Juga: Kempupera Tambah Kuota FLPP untuk BTN

Deni mengungkapkan, BTN merupakan satu-satunya bank yang memiliki skala ekonomi dalam memberikan pembiayaan sektor perumahan karena bisnis utamanya sangat fokus pada pembiayaan perumahan. Dalam konteks ekonomis of skope memang tidak terlalu dominan, namun bank-bank lainnya juga tidak ada yang memilikinya.

"BTN harus diberikan porsi kemampuan dalam menyalurkan kredit perumahan yang lebih besar lagi, sehingga skala ekonominya menjadi semakin efisien yang pada gilirannya membuat biaya per unit rumah yang dibangun menjadi semakin murah,” ujarnya.

Deni mencontohkan, jika dana FLPP difokuskan pada BTN, maka efisiensi per unit rumah yang dibangun juga akan semakin murah ketimbang fasiltas ini juga diberikan kepada bank-bank lainnya. Pasalnya, BTN memiliki keahlian dalam menyalurkan dana pembangunan rumah dibandingkan bank-bank lainnya.

Baca Juga: Permintaan Properti Kembali Naik

Menurut dia, bagi pemerintah target pembangunan satu juta rumah juga dipastikan akan berjalan dengan baik karena BTN adalah bank yang memiliki spesialisasi dalam pembangunan perumahan.

"Untuk mencapai target itu selain memberikan seluruh fasiltas FLPP kepada BTN, pemerintah juga dapat memberikan insentif kepada variabel penentu nilai tambah perumahan (NTP)  yang juga merupakan upaya paling efektif untuk meningkatkan nilai tambah sektor perumahan hingga lima tahun ke depan," tandas Deni.



Sumber: BeritaSatu.com