Bunga Acuan Rendah, Ini Tiga Langkah Sebelum Membeli Rumah

Bunga Acuan Rendah, Ini Tiga Langkah Sebelum Membeli Rumah
Ilustrasi perumahan. (Foto: Antara / Yulius Satria Wijaya)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 30 Juni 2020 | 12:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kebijakan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi 4,25 persen atau terendah dalam dua tahun terakhir, menjadi angin segar bagi industri properti. Di tengah adaptasi kebiasaan baru, kebijakan tersebut bisa menjadi daya topang ekonomi karena dapat mendorong perbankan memangkas bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Dalam kondisi seperti sekarang ini diharapkan perbankan dapat merespons cepat untuk menurunkan suku bunga kreditnya termasuk KPR," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangan tertulisnya Selasa (30/6/2020).

Rumah.com menyarankan pencari rumah mengambil tiga langkah penting sebelum memutuskan membeli rumah. Pertama, mencari informasi rencana infrastruktur wilayah hunian yang menjadi incaran sehingga bisa mendapatkan gambaran perkembangannya ke depan. "Selain itu, mengetahui sarana infrastruktur akan tersedia termasuk transportasi massal," katua dia.

Langkah kedua adalah mencari informasi perbandingan harga properti satu lokasi yang sama maupun di sekitarnya agar bisa mendapatkan kisaran harga properti yang akurat dan sesuai fasilitas hunian yang didapatkan. Selian itu, mencegah konsumen membeli properti di luar batas kewajaran.

Baca juga: Ini Tips Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

Langkah ketiga melakukan simulasi KPR dan penghitungan plafon sesuai tingkat penghasilan agar konsumen bisa mengetahui perkiraan uang muka, perkiraan pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan, sehingga mencegah konsumen tidak mampu membayar di kemudian hari. "Beragam informasi yang dibutuhkan oleh konsumen yang pertama kali akan membeli rumah, bisa didapatkan di Rumah.com," kata Marine.

PropertyGuru Consumer Sentiment Study H1 2020
Sementara itu survei PropertyGuru Consumer Sentiment Study H1 2020 mengungkap potret pencari rumah di Indonesia, proporsi yang belum punya rumah, dan minat mencari rumah terbesar di ASEAN. Secara umum di Asia Tenggara mayoritas calon pembeli rumah memiliki kebiasaan yang sama untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah.

Sebanyak 69 persen responden Indonesia memiliki kebiasaan tersebut yang merupakan tertinggi kedua setelah Singapura (70 persen), namun lebih tinggi dari Malaysia (56 persen) dan Thailand (44 persen). Sementara sebagian kecil calon pembeli rumah di Asia Tenggara memiliki kebiasaan untuk memulai menabung setelah mendapatkan estimasi harga rumah. Sebanyak 20 persen responden Indonesia mempunyai kebiasaan tersebut dan merupakan paling rendah di kawasan. Sementara Malaysia sejumlah 30 persen responden, Singapura 22 persen responden dan Thailand 31 persen responden.

Marine menjelaskan bahwa hal tersebut secara umum menunjukkan bahwa responden di Indonesia dan Singapura memiliki kecenderungan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah, dibanding menabung setelah mengetahui harga rumah.

Sedangkan dalam hal kepemilikan properti, responden dari Indonesia paling sedikit kepemilikannya di kawasan Asia Tenggara (54 persen) dan merupakan respondon paling banyak yang masih tinggal dengan orangtua mereka (23 persen). Sedangkan sisanya adalah penyewa hunian/properti (20 persen) dan investor properti (7 persen).

“Meskipun demikian responden Indonesia justru menunjukkan intensi paling tinggi di kawasan dalam rencana pembelian properti sejumlah 89 persen memiliki keinginan untuk membeli properti di dalam negeri. Sedangkan 6 persen responden lainnya mempunyai intensi untuk membeli properti di luar negeri, 3 persen persen responden tidak memiliki keinginan untuk membeli properti dan 6 persen responden lainnya tidak tahu,” ungkap Marine.

Bagi responden di Indonesia, hambatan utama yang dihadapi ketika akan mengambil KPR adalah tidak mampu membayar uang muka (51 persen), pekerjaan atau pendapatan yang tidak stabil (39 persen) dan rekam jejak kredit yang jelek (30 persen). Meskipun demikian calon pembeli rumah yang akan memanfaatkan KPR jangan lupa untuk memikirkan kelayakan dan kolektibilitas dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang saat ini sepenuhnya dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta jumlah angsuran bulanan.

PropertyGuru Consumer Sentiment Study ini adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh PropertyGuru bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Hasil survei kali ini diperoleh berdasarkan 4,042 responden dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand yang dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2019.

 



Sumber: BeritaSatu.com