BTN Lelang Aset Properti Senilai Rp 6,06 Triliun

BTN Lelang Aset Properti Senilai Rp 6,06 Triliun
Bank BTN menggelar acara Investor Gathering secara online, di Jakarta, Kamis (30/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Dok. BTN)
Imam Muzakir / FER Kamis, 30 Juli 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, memberikan tantangan kepada para pelaku usaha dan investor untuk tetap bertahan, kreatif dan jeli, mengambil kesempatan untuk berinvestasi.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan, dalam rangka membantu para investor dan pelaku usaha menginvestasikan dananya untuk aset yang tepat, Bank BTN menggelar investor gathering bertajuk 'Properti Murah di Era New Normal' yang mempertemukan ratusan investor di seluruh Indonesia, baik developer, agen penjualan properti, investor properti dan lain sebagainya, untuk menambah portofolio aset yang nilainya berpotensi tumbuh.

"Kami memberikan peluang bagi para investor untuk membeli ataupun mengelola aset-aset dari Bank BTN, menjadi aset yang produktif dan bermanfaat serta dapat mendukung program pemerintah menggerakkan perekonomian nasional," kata Pahala saat membuka acara investor gathering, di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Pahala menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menggalang penjualan aset para debitur yang tidak performing, sekaligus sebagai salah satu strategi untuk mendorong pemulihan aset korporasi, yang tidak produktif menjadi aset yang produktif menghasilkan profit, baik ke BTN maupun ke investor baru.

"Aset tersebut berupa tanah, resort atau kondotel, perkantoran, apartemen, gudang, perumahan, hingga pabrik yang dapat dikelola atau dijual kembali oleh para investor. Adapun harga yang kami tawarkan ke investor sangat miring, karena hanya harga pokok dengan bunga yang bisa dinegosiasikan atau negotiable sehingga menarik untuk investor," tegas Pahala.

Direktur Remedial and Wholesale Risk Bank BTN, Elisabeth Novie Riswanti, menjelaskan, setidaknya ada 1.831 aset dengan nilai total sekitar Rp 6,06 triliun yang ditawarkan BTN, baik berupa proyek perumahan, proyek apartemen, rumah, kos atau kontrakan, perkantoran, unit apartemen, pabrik, ruko, hingga gudang yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Menurut Novie, dalam e-book yang dibagikan kepada investor memuat informasi lengkap mengenai jenis properti, luas tanah atau bangunan, lokasi dan informasi lainnya termasuk dokumen, harga jual, nilai appraisal, termasuk nilai pasar dan nilai likuidasi, sisa kredit, denda dan lain sebagainya secara transparan.

"Kami memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon investor agar mereka bisa menghitung nilai investasi, kemungkinan keuntungan yang mereka terima dalam jangka panjang sehingga ke depan mereka dapat memproyeksikan imbal hasil investasi atau return of investment mereka,” kata Novie.

Novie optimistis, proyek perumahan masih prospektif mengingat tingginya backlog perumahan dan kebutuhan rumah yang masih tinggi. "Lokasi akan menjadi pertimbangan utama, selain faktor kelengkapan dokumen. Namun demikian, investor yang tertarik akan dilakukan due diligence untuk mengkonfirmasi potensi dan prospek dari aset yang kami jual atau lelang," kata Novie.

Untuk mendapatkan aset tersebut, investor cukup mengajukan form minat, dan petugas dari Bank BTN akan memproses lebih lanjut para investor untuk ikut serta dalam lelang dan proses due diligence.

"Proses dan mekanisme lelang, maupun mekanisme lain untuk pengambilalihan aset tersebut kami lakukan sesuai ketentuan lelang atau peraturan perundangan yang berlaku agar memenuhi aspek legalitas,” kata Novie.

Melalui kegiatan investor gathering ini, Bank BTN mematok target penjualan aset sebesar Rp 1 triliun yang terdiri dari Rp 800 miliar dari penjualan aset seperti perkantoran, pabrik, gudang, proyek apartemen dan proyek perumahan dan Rp 200 miliar dari penjualan aset perumahan, atau unit apartemen.

"Penjualan dan pelelangan aset merupakan strategi yang cukup efektif dalam recovery aset Bank BTN yang tahun ini kami harapkan bisa menembus Rp 3 triliun, dan acara ini akan rutin kami agendakan," pungkas Novie.



Sumber: BeritaSatu.com