Menjadi Pribadi yang Ikhlas

Menjadi Pribadi yang Ikhlas
Fuad Mahbub Siraj. (Foto: Istimewa)
/ SHI Jumat, 25 Mei 2018 | 13:40 WIB

Oleh Fuad Mahbub Siraj

Dikisahkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, dahulu ketika Allah menciptakan bumi, bumi kemudian bergetar. Ketika Allah menciptakan gunung, para malaikat kagum atas gunung-gunung tersebut.

Kemudian malaikat pun bertanya,"Ya Allah adakah dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung?"

Allah SWT kemudian menjawab, yang lebih kuat daripada gunung adalah besi. Karena memang diketahui besi bisa menghancurkan batu-batuan bahkan gunung sekalipun.

Lalu malaikat kembali bertanya,"Ya Allah adakah dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?"

Allah pun menjawab yang lebih kuat daripada besi adalah api. Sebab api mampu menghancurkan dan melelehkan besi.

Kemudian malaikat kembali bertanya,"Ya Allah adakah yang lebih kuat dari api?"

Allah pun menjawab air. Betapa pun besar api, air mampu memadamkan api.

Malaikat lanjut bertanya,"Ya Rabb adakah yang lebih kuat dari air?"

Allah pun menjawab angin. Sebab betapa besar pun air, angin mampu mengangkat air tersebut.

Lalu malaikat akhirnya bertanya,"Ya Allah adakah penciptaan-Mu yang lebih kuat dari segalanya?"

Allah pun menjawab yang lebih kuat daripada semua yang ada dalam alam semesta ini adalah ketika anak-anak Adam bersedekah. Tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak mengetahui.

Dari kisah di atas dapat dikatakan bahwa ikhlas merupakan salah satu ajaran dalam Islam yang utama. Orang yang ikhlas adalah orang yang paling kuat di alam semesta ini. Karena orang yang ikhlas menunjukkan orang tersebut mampu menguasai dirinya dari segala noda dan campuran yang ada.

Lalu, seperti apa bentuk noda dan campuran tersebut?

Ikhlas disebutkan memurnikan segala sesuatu dari noda dan campuran. Campuran itu bisa dalam bentuk ingin dipuji, ingin dihormati, dan ingin dihargai karena memang itu semua merupakan bagian dari naluri manusia.

Orang yang ikhlas adalah orang yang mampu menahan dirinya dari segala bentuk campuran maupun noda. Karena itu marilah kita tingkatkan ikhlas. Semoga seluruh amal ibadah kita selalu dilandasi dengan ikhlas.

Penulis merupakan staf pengajar Universitas Paramadina

https://www.vidio.com/watch/1384921-menjadi-pribadi-yang-ikhlas