Menyambut Syawal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menyambut Syawal

Rabu, 12 Mei 2021 | 09:35 WIB
Oleh : AB

Oleh: Gushamka*

Kita memahami bersama bahwa puasa bukanlah sesuatu yang istimewa. Puasa merupakan perkara biasa bagi umat manusia dari zaman ke zaman. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an juga bahwa diwajibkannya puasa bagi umat Muhammad SAW itu juga seperti umat-umat terdahulu. Pun pula tarawih. Bahkan, pada masa Nabi Muhammad SAW istilah tarawih pun belum digunakan. Yang digunakan adalah istilah qiyamu ramadlan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW tidak melanjutkan salat qiyamu ramadlan berjemaah di masjid.

Akan tetapi Ramadan memang istimewa sebagai satu-satunya nama bulan yang eksplisit disebut dalam Al-Qur'an. Dalam tradisi pesantren, pada bulan ini biasanya dibuka pengajian pasaran. Membaca kitab tertentu untuk masyarakat umum yang berkenan mengikuti. Rupanya sang kiai, pemimpin pondok pesantren, menerapkan education for all. Pemimpin pondok pesantren ingin menerapkan pembelajaran sepanjang hayat, masyarakat yang pembelajar. Pondok pesantren yang sekian bulan menggembleng santri-santri dan generasi muda untuk belajar di ruang-ruang kelas, selama satu bulan pesantren mengandilkan diri untuk membelajarkan masyarakat, sehingga baik yang tua maupun yang muda menjadi masyarakat pembelajar, pencinta ilmu, dan bersama-sama membangun ummatan wasathan, umat yang berkecerdasan.

Ini merupakan kearifan budaya para alim dalam pengelolaan masyarakat. Ramadan itu sangat istimewa sebagai momentum bulan ilmu pengetahuan. Sebab Al-Qur'an menyebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an dan Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan.

Derajat manusia lebih tinggi dari malaikat karena manusia sanggup disinggahi bekal ilmu pengetahuan, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah Swt,"...dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu Allah berfirman: sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (terjemahan Surah Al-Baqarah: 31).

Hal ini merupakan sebutan yang dikemukakan oleh Allah Swt di dalamnya terkandung keutamaan Adam atas malaikat berkat apa yang telah dikhususkan oleh Allah baginya berupa ilmu tentang nama-nama (konsep) segala sesuatu (tafsir Ibnu Katsir).

Ramadan teramat mulia, sebab Ramadan itulah bulan Al-Qur'an, bulan ilmu pengetahuan. Hanya manusialah satu-satunya makhluk Allah Swt yang sanggup menerima ilmu pengetahuan, sanggup menerima cahaya hikmah, sanggup menerima Al-Qur'an. Pada saat terpancarnya cahaya hikmah manusia akan menjadi “dapat melihat/bernalar dengan kehendak-Nya”.

Hikmah teragung adalah firman Allah Swt, yang di antaranya secara khusus adalah Al-Qur'an, sehingga kedudukan Al-Qur'an bagi mata akal adalah sama seperti kedudukan cahaya matahari bagi mata lahiriah. Sebab, hanya dengan itu akan sempurnalah penglihatan/penalaran manusia. Dengan demikian, Al-Qur'an lebih patut menyandang nama cahaya, sebagaimana sinar matahari biasa dinamakan cahaya.

Misalnya, Al-Qur'an adalah “cahaya matahari” dan akal adalah “cahaya mata”, dapatlah dipahami firman Allah Swt,“Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada nur (cahaya) yang Kami turunkan." (QS Al-Taghibun: 64:8)

Firman-Nya lagi,"Hai manusia, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu 'cahaya' yang terang." (QS. Al-Nisa’ 4: 174)

Berbahagialah dengan Ramadan, bulan ditempatkannya manusia pada derajat makhluk yang paling tinggi, dianugerahinya Al-Qur'an, petunjuk untuk segala manusia (hudan linnaas), dianugerahinya ilmu pengetahuan, yang dengan itu manusia dapat membangun peradaban menuju martabat tinggi dari zaman ke zaman. Janganlah kita turunkan kemuliaan Ramadan dengan sekadar mengejar pahala atau balasan yang bersifat pribadi.

Ramadan segera berlalu dan kita akan menjelang Syawal (bulan peningkatan). Apakah ketakwaan kita meningkat setelah menempuh Ramadan?

Mari kita berselancar di kitab Misykatul Anwar, Imam Ghozaly. Beliau mengklasifikasi benda-benda menjadi tiga, yakni benda gelap, benda terang, dan benda terang serta menerangi yang lain. Manusia, sebagai subsistem alam, pun demikian adanya. Pertama, manusia yang gelap, tak terlihat apa-apanya. Manusia ini hanya lewat di dunia saja: lahir, bocah, remaja, dewasa, tua, dan meninggal dunia.

Kedua, manusia terang atau bercahaya. Manusia golongan ini masih lumayan, mempunyai karya, walau karyanya belum maksimal, serta bisa memberi manfaat pada yang lain, dan ketiga, manusia terang dan menerangi yang lain. Golongan ini adalah para rasul, nabi, ulama, serta cerdik pandai, yang selalu memberi pencerahan kepada umat manusia.

Semoga kita selalu berikhtiar untuk menjadi golongan yang ketiga. Golongan orang-orang yang meraih hikmah keberuntungan bulan Ramadan.

Selamat menyambut Syawal dengan membawa keberkahan Ramadan sebagai bulan Al-Qur'an, bulan ilmu pengetahuan. Selamat meraih fitrah manusia, menjadi umat pembelajar sepanjang hayat, manusia mutakin, manusia bercahaya dan mencahayai manusia lain, serta pembangun peradaban yang rahmatan lil alamiin. Selamat Belajar. Selamat Idulfitri.

*Wakil Ketua LP Ma'arif NU PBNU




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS