Puasa Ajarkan Umat Kendalikan Diri dan Junjung Toleransi
JEDA

Puasa Ajarkan Umat Kendalikan Diri dan Junjung Toleransi

2 Mei 2021 | 16:04 WIB
Oleh: Bernadus Wijayaka

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Al-Ittihadiyah, KH Zulkifi, mengatakan, puasa mengajarkan umat untuk mengendalikan diri sebagai seorang yang beriman dan menjunjung toleransi.

Di dalam kehidupan bermasyarakat ada hal-hal yang perlu disikapi secara bijak dan benar, sehingga diharapkan dengan pengendalian diri dan toleransi tidak menimbulkan pertentangan di antara sesama umat manusia.

“Bangsa kita ini adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, dan juga agama. Dalam menghadapi situasi yang demikian, kuncinya adalah bagaimana kita bisa bersikap saling toleransi di antara sesama, baik sesama umat maupun dengan umat yang lain,” ucap Zulkifi dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (2/5/2021).

Ia mengungkapkan, toleransi juga ada di dalam peraturan agama. “Nah marilah toleransi itu kita jaga dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan letupan-letupan yang akan dapat menimbulkan gejolak antarsesama umat manusia dan umat agama lain di negeri ini,” imbuhnya.

Apalagi, menurut dia, puasa juga dapat membuat umat bisa bersama-sama merasakan bagaimana orang-orang yang selama ini hidup kekurangan. Kemudian diberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk zakat. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan perhatian sehingga mereka bisa memenuhi hak-haknya sebagai manusia.

“Perhatian kepada orangnya dan juga pemahamannya tentang hidup bermasyarakat. Kalau dia hidup bermasyarakat dengan baik, dia tidak akan menimbulkan hal-hal yang di luar batas kemanusiaan, tidak menimbulkan hal-hal yang merusak, membunuh orang dan segala macamnya,” tegas Zulkifli.

Momentum
Zulkifli menyampaikan dengan momentum Ramadan ini, sebagai sesama anak bangsa perlu merawat kerukunan dengan sebaik-baiknya agar apa yang dicita-citakan, yaitu masyarakat sejahtera, adil, makmur bisa terwujud tanpa dihantui oleh rasa takut dan rasa was-was. Itu menjadi satu keniscayaan untuk masa depan.

“Kuncinya tentu tadi itu. Kalau dia punya prinsip keagamaan yang bagus, tentu dia akan saling bertoleransi atau kasarnya dalam agama itu hal-hal yang muamalah. Dia juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan dan merusak orang lain,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (Wasekjen LPOI) itu.

Selain itu, Zulkifli juga mengingatkan, pada masa pandemi Covid-19 hendaknya masyarakat dapat kembali kepada ajaran agama masing-masing, dan terus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati.

“Untuk itulah kesadaran kita diuji agar bagaimana kita merawat diri dan keluarga kita, kemudian menasihati tetangga kita supaya bisa melaksanakan kewajibannya sehingga mereka dapat menjaga standar kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Ia berpendapat, dengan kemajuan teknologi informasi di media sosial saat ini, seperti informasi negatif yang disebar di whatsapp, kadang-kadang juga akan menimbulkan hal-hal yang tidak bagus antarsesama.

Untuk itu, pada Ramadan ini, ia meminta dan berharap agar umat Islam banyak berzikir dan banyak membaca Alquran, sehingga dapat mengurangi kegiatan seperti chatting-chatting yang sekiranya dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN
GALERI