MUI: Peringati Idulfitri, Masyarakat Harus Tetap Waspada dan Patuhi Protokol Kesehatan
JEDA

MUI: Peringati Idulfitri, Masyarakat Harus Tetap Waspada dan Patuhi Protokol Kesehatan

12 Mei 2021 | 14:01 WIB
Oleh: Bernadus Wijayaka

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) KH Amirsyah Tambunan mengingatkan seluruh masyarakat, utamanya umat Islam agar senantiasa peduli dan mematuhi protokol kesehatan dalam rangka memperingati Idulfitri yang masih dalam masa pandemi Covid-19.

Amirsyah mengatakan, Covid-19 merupakan ancaman yang nyata dan juga telah menelan banyak korban.

Dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini yang sudah memasuki tahun kedua pandemi Covid-19 sudah ada dua tokoh MUI yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Ramli dan Tengku Zulkarnain, sehingga ini tidak hanya sekadar ancaman, tetapi sudah terbukti telah menelan korban.

”Jadi ini adalah bukti nyata, banyak lagi tokoh-tokoh yang sudah mendahului kita. Sekali lagi saya mengingatkan bahwa kita tetap harus waspada. Kewaspadaan terhadap diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat,” ujar Amirsyah.

Ia menjelaskan, dalam Islam diperintahkan dengan tegas dan jelas dalam Alquran Surat At-Tahrim ayat 6; "ya quw anfusakum wa ahlikum nara" yang artinya "hai orang-orang beriman pelihara diri, pelihara keluarga dan seluruhnya tentu daripada siksa api neraka".

Dua Macam
Dia menyebut, neraka itu ada dua macam, neraka di dunia dan neraka di akhirat. Ia meminta agar jangan sampai kita lalai lalu Covid-19 menjadi bagaikan neraka dunia bagi kita, sehingga ia meminta agar kita harus terus waspada dan menjaga diri dengan sebaik-baiknya.

”Jaga diri dan keluarga itu adalah hukumnya wajib, dalam arti kesehatan itu adalah sesuatu yang wajib dipelihara. Kenapa wajib? Karena menjaga kesehatan itu harus terus bersama-sama, supaya kita bisa melakukan ibadah, kita bisa mencari nafkah buat keluarga, kita bisa beramal untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia sekali lagi menyampaikan kita harus mendahulukan yang wajib, harus diutamakan daripada yang sunah.

Dikatakan, potensi kerumunan itu berbahaya. Oleh karena itu, dia berpesan agar daerah-daerah hijau yang tidak tertular Covid-19 tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Tetapi daerah yang oranye atau merah yang telah ditetapkan oleh satgas ini sebaiknya salatnya di rumah saja. Untuk apa? Menjaga diri dan keluarga. Kenapa? Karena kita sayang dengan keluarga,” tutur Amirsyah.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN
GALERI