Prancis Izinkan Ibadah Berjemaah Selama Sesuai dengan Protokol Covid-19

Kawasan Avenue de l'Opera, Paris, Prancis, Jumat (20/3/2020) pascakebijakan lockdown.

Prancis Izinkan Ibadah Berjemaah Selama Sesuai dengan Protokol Covid-19
23 Mei 2020 | 15:36 WIB

Paris, Beritasatu.com - Menjelang Idulfitri, Otoritas Prancis membolehkan warganya memulai kembali ibadah bersama setelah penangguhan selama dua bulan akibat wabah Covid-19, namun umat yang beribadah harus mengenakan masker wajah.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan pada Jumat malam (22/5/2020) bahwa larangan berkumpul yang diberlakukan pada Maret, sebagai bagian upaya pemerintah mencegah penyebaran corona, akan dicabut. Namun, ibadah bersama harus mematuhi persyaratan, termasuk memakai masker, jaga jarak setidaknya satu meter di antara umat yang beribadah dan mencuci tangan.

Pemerintah Prancis melonggarkan beberapa pembatasan penutupan wilayahnya awal bulan ini tapi tak melonggarkan larangan ibadah bersama. Hal itu memunculkan keluhan dari kelompok-kelompok keagamaan, yang mengatakan mereka diperlakukan tidak adil.

Pernyataan kementerian itu menyebut pemerintah berharap ibadah dimulai kembali awal Juni, namun dalam beberapa kasus kelompok-kelompok beragama dapat beribadah bersama begitu aturan baru diterbitkan, yang menurut pemerintah akan dilakukan "dalam beberapa jam mendatang".

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan Pew Research Center pada 2017, umat Islam jumlahnya sekitar 9 persen dari populasi Prancis.



Sumber: Reuters, ANTARA
IMSAK
WIB
SUBUH
WIB
ZUHUR
WIB
ASAR
WIB
MAGRIB
WIB
ISYA
WIB
Note: untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

Copyright©2020 - BeritaSatu All Right Reserved.