Tetap Bersyukur Meski Bekerja Saat Lebaran

Koordinator Tim Penanganan Covid-19 RSUP Haji Adam Malik Medan, Ade Rahmaini (kenakan helm hitam), tetap bertugas saat Lebaran.

Tetap Bersyukur Meski Bekerja Saat Lebaran
25 Mei 2020 | 10:47 WIB

Medan, Beritasatu.com - Aktivitas dokter Ade Rahmaini dalam menangani pasien terkait Covid-19 berbeda dengan hari - hari sebelumnya. Selain terus memantau kondisi pasien di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dokter ini juga aktif mengangkat telepon selularnya yang selalu berdering, saat Idulfitri 1441 Hijriyah.

Panggilan itu datang dari mana saja. Ada keluarga pasien yang dikenal, rekan sesama tenaga medis, keluarga maupun famili. Dokter spesialis paru ini terus melemparkan senyuman saat komunikasi. Bahkan dia terkadang melepaskan candaan. Ia berusaha menutupi wajah ketakutan dari tugas yang berisiko mengancam keselamatannya.

"Saya bersyukur masih bisa menikmati Lebaran bersama keluarga walaupun tetap social distancing dan pakai masker. Setelah itu, kita punya tanggungjawab untuk memantau keluarga baru, yang sedang menjalani perawatan terkait Covid-19 di rumah sakit," ujar Ade Rahmaini Beritasatu.com, Senin (25/5/2020).

Koordinator Tim Penanganan Covid-19 RSUP Haji Adam Malik Medan ini mengatakan, pantang baginya maupun tenaga medis lainnya, memperlihatkan wajah kelelahan apalagi ketakutan saat berkomunikasi dengan pasien maupun keluarga yang melakukan panggilan melalui video call. Sehingga, aktivitasnya meningkat saat Lebaran.

"Jumlah dokter paru di rumah sakit ada sekitar 20 orang. Untuk yang muslim sekitar 6 - 8 orang, termasuk saya dan dokter Widirahardjo, Ketua PIE RSUP Haji Adam Malik. Sebenarnya, jadwal pembagian tugas sudah diatur, minimal bisa berlebaran di rumah masing sampai Senin. Tapi, corona ini kan gak berhenti, pasien positif terus bertambah," katanya.

Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu itu pula yang membuat dirinya harus terus bertugas, baik itu saat menjalani ibadah di Bulan Ramadhan sampai dengan Lebaran. "Saya memantau agar tidak ketinggalan informasi, dan harus terus melakukan koordinasi. Apalagi, semua perawat usia produktif diisolasi," ungkapnya.

Menurutnya, silaturahmi secara virtual saat Lebaran tidak mengurangi kehangatan saat Idulfitri. Ade Rahmaini sengaja mengambil langkah ini karena mengkhawatirkan dirinya menularkan virus, atau sebaliknya, dirinya justru tertular dari orang lain saat melakukan silaturahmi. Selain itu, Ade Rahmaini juga mengikuti anjuran pemerintah.

Kalau cerita suka duka tenaga medis, kata Ade Rahmaini, sangat banyak. Salah satu suka yang dirasakan adalah bertambahnya keluarga baru, yaitu pasien Covid-19. Selain melakukan silaturahmi antartenaga medis, hubungan itu juga dilakukan terhadap pasien. "Pasien kita jadikan keluarga agar semangat hidupnya bangkit. Kita semangati biar sembuh," jelasnya.

Untuk masalah duka, sambung Ade Rahmaini, jumlah orang terjangkit virus mematikan itu, setiap hari justru bertambah, sehingga intensitasnya menangani pasien semakin meningkat. Dengan kesadaran yang tinggi, kondisi ini membuat dirinya mengurungkan niat untuk menikmati libur Lebaran. Selain itu, handphonenya pun terus berdering.

"Pergerakan masyarakat meski pandemi Covid-19 masih terus terjadi. Protokol kesehatan yang bertujuan melindungi masyarakat justru diabaikan," katanya sambil menambahkan, virus corona tidak akan berhenti mencari korban baru selama anjuran pemerintah tidak dilaksanakan masyarakat dengan kesadaran tinggi.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, menurutnya, masyarakat harus berada dalam rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, tidak melakukan kerumunan dan menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah. Cara ini untuk melindungi diri, keluarga tercinta maupun orang sekitar dari bahaya Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan menyampaikan, jumlah pasien positif Covid-19 di Sumut bertambah 17 orang dari sebelumnya 294 pasien menjadi 311 orang. Berdasarkan jumlah itu, korban meninggal dunia sebanyak 33 orang.

"Untuk pasien yang dinyatakan sembuh juga mengalami peningkatan dari jumlah kesembuhan sebelumnya 102 orang bertambah menjadi 108 orang. Selebihnya, masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit yang menangani pasien terkait Covid-19," jelasnya.

Begitu juga dengan kategori pasien dalam pengawasan (PDP), sambung Whiko, mengalami penurunan dari 185 orang menjadi 178 orang. Orang dalam pemantauan (ODP), saat ini berjumlah 401 orang, menurun dari data sebelumnya sebanyak 433 orang.

"Oleh karena itu, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Selama aktivitas masih tinggi di masyarakat dan tidak mengikuti protokol kesehatan, maka jumlah pasien terkait Covid-19 ini pasti bertambah. Untuk memutus mata rantai virus ini adalah mengikuti protokol kesehatan," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com
IMSAK
WIB
SUBUH
WIB
ZUHUR
WIB
ASAR
WIB
MAGRIB
WIB
ISYA
WIB
Note: untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya

Copyright©2020 - BeritaSatu All Right Reserved.