Pakai Kostum Badut, Ustaz Yahya Ajarkan Ilmu Agama kepada Anak-anak
JEDA

Pakai Kostum Badut, Ustaz Yahya Ajarkan Ilmu Agama kepada Anak-anak

3 Mei 2021 | 17:00 WIB
Oleh: Yudha Baskoro / Shinta Lestari

Jakarta, Beritasatu.com - Ustaz Yahya Edward Hendrawan (39) bukan ustaz biasa. Dia mendandani dirinya menjadi badut untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada murid-muridnya. Ia mendapatkan inspirasi dari gurunya bahwa berdakwah atau mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak itu banyak caranya. Intinya, harus membuat mereka senang.

"Jika anak-anak sudah senang pasti akan mau belajar. Mereka bahkan akan datang sendiri. Mereka paham atau tidak tentang apa yang kita ajarkan, itu lain hal," kata ustaz Yahya saat ditemui di rumahnya di Jalan Bintang, Sudimara Pinang, Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Om Badut, biasa ia dipanggil, telah menjalani profesi ini selama satu dekade lebih. Awalnya, Ia kerap mendapat ejekan dan penolakan dari lingkungan sekitar. Namun, ia tetap memilih untuk bertahan dan menjalani amanat dari gurunya.

"Guru saya memberi pesan dan 'menugaskan' saya untuk menjadi Abunawas modern", katanya.

Namun, ia menyadari bahwa dirinya bukan Abunawas. Ia tidak memiliki kecerdasan yang sama dengan Abunawas dan tidak hidup di Negeri 1001 Malam. Maka, ia belajar menjadi badut sekaligus cara memberikan hiburan. Ustaz Yahya sadar bahwa ia harus beradaptasi dengan lingkungan anak-anak tempatnya mengajar.

Setiap hari, ustaz Yahya mengajar di Yayasan Panti Asuhan Darussalam An'nur. Namun, setiap Jumat, ia fokus mengajar literasi dan mengaji di rumah untuk anak-anak di lingkungan rumahnya. Ia merasa hal ini penting untuk dilakukan karena anak-anak butuh pendidikan soal akhlak dan sopan santun seperti cara bertingkah laku dan berbicara dengan orang tua, berawal dari lingkungan terdekatnya.

Ustaz Yahya juga mengajak teman badut lain untuk datang ke rumahnya supaya hiburan yang diberikan tidak monoton. Selain mengajar, ia juga membentuk gerakan "donasi buku anti mubazir" yang menerima buku bekas layak baca, sehingga anak-anak bisa juga membaca di rumahnya dengan gratis.

"Insyaallah, saya bukan tidak mau menjadi yang terbaik tetapi saya lebih ingin selalu bisa berbuat baik. Hidup di dunia ini sebentar jadi harus berkesan dan memberi manfaat bagi orang banyak," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN
GALERI