Survei Indikator: 20,8% Masyarakat Berencana Tetap Mudik Lebaran
SERAMBI

Survei Indikator: 20,8% Masyarakat Berencana Tetap Mudik Lebaran

4 Mei 2021 | 17:54 WIB
Oleh: Herman / Yudo Dahono

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia mengungkapkan, sebanyak 20,8% responden kemungkinan besar akan mudik Lebaran, meskipun di tahun ini pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan mudik. Survei ini dilakukan pada April 2021 lalu melibatkan 1.200 responden yang dipilih acak dengan margin of error ± 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

“Ini bukan angka yang kecil, apalagi situasi pandemi Covid-19 belum selesai. Jadi 20,8% dari total populasi pemilih yang disurvei itu kurang lebih sekitar 36 juta, kan yang punya hak pilih sekitar 180 juta populasinya ya. Jadi ini bukan angka yang main-main," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam rilis survei bertajuk Persepsi Ekonomi dan Politik Jelang Lebaran, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu, responden yang menyatakan kecil kemungkinan akan mudik sebesar 38,6% dan sangat kecil 34,2%. Sedangkan yang terkait kebijakan larangan mudik, yang setuju dengan kebijakan tersebut ada sebanyak 45,8% dan tidak setuju 28%.

“Jadi ini masukan buat pemerintah termasuk buat komite penanganan Covid-19, bahwa larangan itu kalau sekedar indah di atas kertas mudah sekali dilanggar. Potensinya besar karena ada 28% masyarakat yang tidak setuju dengan kebijakan larangan mudik,” kata Burhanudin.

Sementara untuk responden yang setuju dengan kebijakan larangan mudik, lima alasan utamanya adalah untuk mengurangi penyebaran Covid-19 (36,4%), agar pandemi segera berakhir (15,7%), mematuhi aturan pemerintah (13%), masih pandemi (8,4%), dan untuk kebaikan bersama (5,2%).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN
GALERI