Pemilihan Wali Kota Palu, Parpol dan Aktivis Bersatu Menangkan Aristan-Wahyudin
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pemilihan Wali Kota Palu, Parpol dan Aktivis Bersatu Menangkan Aristan-Wahyudin

Senin, 26 Oktober 2020 | 10:51 WIB
Oleh : Jeis Montesori / RSAT

Palu, Beritasatu.com - Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Palu, pada 9 Desember 2020 mendatang dipastikan berlangsung menarik. Inilah pertama kalinya partai-partai politik (parpol) arus utama dan para aktivis di Kota Palu bersatu mencalonkan dan memenangkan pasangan wali kota dan wakil wali kota.

Partai Nasdem, partai pemenang dalam Pemilu 2018 di Sulawesi Tengah dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung masing-masing kadernya. Aristan, salah satu ketua DPD Nasdem Sulawesi Tengah, diajukan sebagai calon wali kota dan Mohamad Wahyuddin (ketua PKS Sulawesi Tengah) sebagai calon wakil wali kota Palu.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan sejak tahun lalu dalam berbagai kesempatan menyatakan Partai Nasdem mencalonkan Aristan, karena Aristan adalah salah satu kader terbaik Partai Nasdem.

“Apalagi Aristan adalah mantan aktivis yang dikenal sangat konsisten dengan cita-citanya membela rakyat kecil. Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi aktivis yang ingin mewujudkan cita-citanya melalui Partai Nasdem sebagai jalan pengabdian”, tutur Ahmad Ali, tokoh politik nasional asal Sulawesi Tengah dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Senin (26/10/2020).

Ali menambahkan para aktivis harus berhasrat memegang kekuasaan politik. Karena kekuasaan adalah alat paling efektif untuk memajukan kepentingan rakyat banyak. Tetapi sekaligus merupakan ujian konsistensi dan integritas aktivis ketika berkuasa.

Aristan diketahui pernah menjadi Kordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi, anggota Dewan Nasional Walhi, dan Ketua Persatuan Rakyat Miskin Sulawesi Tengah.

Sepanjang 1990-an, Aristan adalah aktivis pecinta alam dan mahasiswa yang terlibat dalam gerakan anti Orde Baru. Selama lebih dari 20 tahun, sarjana pertanian lulusan Universitas Tadulako ini pernah aktif mengorganisir kaum tani dan kaum miskin kota dan memimpin aksi-aksi massa memperjuangkan nasib kaum papa di Kota Palu.

Karena rekam jejaknya itu, banyak mantan aktivis dan aktivis muda di Sulawesi Tengah mendukung secara aktif pencalonan Aristan-Wahyuddin. Salah satu di antaranya adalah Rasyidi Bakr, eks aktivis 1998 yang kini menjadi pengacara. Rasyidi mengatakan sudah waktunya memberi kesempatan kepada Aristan untuk memimpin Kota Palu.

“Ini merupakan kesempatan utk memimpin langsung dan mengimplementasikan semua mimpi-mimpi idealnya dengan mengusung prinsip good governance, HAM, kesetaraan gender, keberpihakan kepada rakyat dan lingkungan, yang telah dipegang teguh sejak di LSM,” tutur Rasyidi pemegang gelar master dari University of East Anglia Inggris itu.

Sementara Azman Asgar, Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kota Palu, menegaskan bahwa pencalonan Aristan merupakan sebuah keputusan bersama banyak aktivis di Kota Palu dari berbagai latar belakang seperti LSM, mahasiswa, buruh, dan lainnya. Tujuannya, untuk memperbaiki kualitas demokrasi.

“Kami secara kolektif memanfaatkan kesempatan politik yang ada untuk memajukan demokrasi di tingkat kota”, tegas Azman.

Menurutnya, lebih dari 20 tahun reformasi, demokrasi dibajak oleh elite lama, termasuk di tingkat kota. Azman bilang dalam menghadapi situasi ini, tidak cukup hanya mengeritik dan mengharapkan kekuasaan memperbaiki dirinya secara sukarela.

“Tugas kita adalah merebut kekuasaan di Kota Palu dengan memperjuangkan Aristan-Wahyudin sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota. Hanya dengan begitu, Palu menjadi kota untuk semua warga. Apa pun latar belakang ekonomi, agama, dan suku mereka”, tegas Azman.

Arianto Sangadji, seorang akademisi, yang aktif mengorganisir dukungan terhadap Aristan-Wahyuddin menambahkan bahwa pencalonan keduanya untuk menerobos kebekuan dalam politik pembangunan perkotaan yang tidak memihak rakyat kecil atau kaum pinggiran.

Dia menjelaskan Aristan-Wahyuddin secara programatik mengusung gagasan politik perkotaan baru yang berbasis pada prinsip hak atas kota bagi semua warga, terutama bagi kelompok-kelompok rentan yang telah dan berpotensi kehilangan hak-haknya karena perencanaan kota yang hanya mengabdi kepada kepentingan pasar.

“Sebagai penduduk kota, semua warga memiliki hak yang sama untuk membentuk, merancang, dan melaksanakan agenda pembangunan kota yang memihak mereka secara bersama. Ini adalah syarat demokrasi sejati”, urai Sangadji.

Seperti diketahui Pilwakot Palu akan diikuti 4 pasangan masing-masing Aristan - Moh Wahyuddin, Hidayat - Habsa Yanti Ponulele, Hadianto Rasyid - Renny Lamadjido, serta Imelda Liliana - Arena JR Parampasi.



Sumber:PR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS