Jelang Pencoblosan, Kapolri Minta Jajarannya Jaga Netralitas
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.61)   |   COMPOSITE 5822.94 (-13.51)   |   DBX 1088.19 (8.85)   |   I-GRADE 169.852 (-1.36)   |   IDX30 498.88 (-2.67)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.2)   |   IDXG30 135.508 (-0.92)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.7)   |   IDXQ30 145.713 (-1.12)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.62)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-0.12)   |   IDXV30 130.911 (1.39)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.08)   |   Investor33 428.541 (-2.35)   |   ISSI 170.173 (-0.31)   |   JII 616.286 (-0.44)   |   JII70 212.951 (-0.35)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.98)   |   LQ45 921.176 (-4.87)   |   MBX 1613.76 (-6.24)   |   MNC36 320.851 (-1.79)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.61)   |   SMInfra18 296.861 (-1.11)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.53)   |  

Jelang Pencoblosan, Kapolri Minta Jajarannya Jaga Netralitas

Minggu, 22 November 2020 | 17:34 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar menjaga netralitas Polri jelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak pada 9 Desember 2020, dan jika melanggar akan ditindak tegas.

Untuk menjaga netralitas, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Surat Telegram Nomor STR/800/XI/HUK.7.1./2020 tertanggal 20 November 2020 tentang "Netralitas Anggota Polri" dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Anggota Polri dilarang untuk membantu deklarasi pasangan calon Pilkada. Apalagi meminta sumbangan, memasang atribut pasangan calon pilkada dan mempromosikan pasangan calon tertentu. Siapa yang melanggar, sanksi sudah menunggu.

Terkait adanya Surat Telegram Kapolri itu dibenarkan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada Beritasatu.com, Minggu (22/11/2020). Argo mengatakan Surat telegram ini ditandatangani Kadiv Propam Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo atas nama Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dalam surat telegram juga disebutkan, anggota Polri tidak boleh melakukan foto bersama dengan pasangan calon pilkada atau berfoto dengan gaya yang identik dengan paslon tertentu.

Anggota Polri juga dilarang memberikan dukungan politik, menjadi pengurus, memberikan keuntungan atau fasilitas pada paslon tertentu dan melakukan kampanye hitam.

Terkait penyelenggaraan perhitungan suara, anggota Polri tidak boleh memberikan informasi terkait perhitungan suara dan menjadi anggota KPU atau Bawaslu.

Kapolri juga meminta agar pengawasan internal ditingkatkan dan segera melakukan pelaporan jika ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran.

Kapolri Idham juga mengingatkan, anggota Polri yang melanggar akan dikenakan ditindak secara tegas. Bhayangkari yang memiliki hak suara juga diingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang, karena dapat berpengaruh terhadap institusi Polri



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS