Kisah Carmi yang "Menghilang" 31 Tahun di Arab Saudi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

Kisah Carmi yang "Menghilang" 31 Tahun di Arab Saudi

Selasa, 10 September 2019 | 11:22 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Bekerja di Arab Saudi masih menjadi impian ribuan pekerja migran Indonesia. Tak ayal walaupun telah dilakukan moratorium tenaga kerja ke Timur Tengah, masih banyak ditemukan para pekerja yang mencoba peruntungan nasibnya dengan menggunakan berbagai cara.

Mereka baru ketahuan ketika menghadapi masalah ketenagakerjaan ataupun masalah hukum di Arab Saudi. Bahkan banyak dari mereka yang “hilang” dan tak diketahui di mana keberadaannya.

Salah satunya dialami Carmi binti Ilyas, WNI asal Cirebon yang berhasil ditemukan oleh tim Perlindungan KBRI Riyadh setelah dikabarkan hilang kontak selama 31 tahun.

Tim KBRI Riyadh bekerja sama dengan aparat keamanan di Provinsi Gasem berhasil menemukan Carmi di kawasan al-Ammar 400 km dari Riyadh.

"Saat ini, Carmi telah berada di Rumah Singgah Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) KBRI Riyadh. Namun kondisi psikologisnya belum stabil dan masih sulit berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Carmi hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab Amiyah dan bahasa Jawa Cirebonan," ujar Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (10/9/2019).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyebutkan ketika bertemu Carmi harus berkomunikasi dengan bahasa Arab untuk mengorek identitas dan latar belakang hilangnya Carmi selama 31 tahun.

Selain Carmi, Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh juga berhasil menemukan Sarni binti Ama Jasman asal Lombok yang tak pernah pulang selama 25 tahun.

Sementara Eneng Mirawati binti ACU ditemukan tim KBRI di kota Khafji, 530 km arah timur Kota Riyadh. Penemuan Eneng ini bermula dari laporan suami Eneng, Erwin Sudiawan ke facebook Dubes Agus Maftuh.

Carmi, Eneng dan Sarni bersama dengan 200 lebih WNI penghuni “rumah singgah” yang terkena masalah sedang menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Didampingi Kordinator Perlindungan Warga, Raden Ahmad Arief dan Atase Ketenagakerjaan Sakdulloh, Dubes Agus Maftuh juga mendengar berbagai curahan hati dan laporan dari beberapa penghuni terutama yang sudah berusia di atas 55 tahun.

Dubes Agus Maftuh dalam kesempatan itu merespon keinginan lebih 200-an WNI yang kurang beruntung ini. “Sebelum saya mengakhiri tugas sebagai Dubes RI sekaligus pelayan WNI di Saudi ini, saya akan berusaha memulangkan mbak-mbak semua ke Indonesia,” tegas Dubes Agus Maftuh yang sudah bertugas 3 tahun enam bulan di Saudi.

Mendengar tekad Dubes yang dikenal sangat dekat dengan “wong cilik” tersebut, para penghuni Ruhama secara bersamaan langsung mengucapkan “Aamiin”.

Di rumah penampungan KBRI tersebut, Dubes Agus Maftuh juga menjenguk enam WNI yang sedang sakit dan berjanji KBRI akan selalu peduli untuk membantu pengobatan dan meringankan beban para WNI yang kurang beruntung ini.

Menurut Dubes Agus Maftuh, kebijakan moratorium pekerja migran Indonesia ke Timur Tengah ternyata tidak mampu menutup lorong banjirnya para WNI yang masuk ke Timur Tengah secara non-prosedural. Sehingga diperlukan sebuah kebijakan yang komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan ini mulai hulu sampai hilir.

Dubes Agus Maftuh juga memaparkan bahwa sehari-hari masih banyak ditemukan banjirnya pekerja migran Indonesia ke Arab Saudi yang mendarat di 4 bandara favorit, Riyadh, Jeddah, Madinah dan Damam dengan memakai visa ziarah (kunjungan), visa syarikah (perusahaan) dan visa umroh yang kabur.

Semua pemakai visa ini tidak terdaftar di KBRI Riyadh atau pun KJRI Jeddah dan baru ketahuan ketika mereka menghadapi masalah ketenagakerjaan ataupun masalah hukum di Arab Saudi.

Meski berkeyakinan bahwa melayani WNI yang terkena masalah di Saudi adalah suatu ibadah, namun Agus Maftuh berharap adanya “extraordinary effort” usaha luar biasa dari semua pihak untuk mencari “solusi ideal” terhadap permasalahan ketenagkerjaan sekaligus kemanusiaan ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tahun 2020, Jerman Larang Kantong Plastik Sekali Pakai

Jerman berencana untuk melarang kantong plastik sekali pakai mulai tahun 2020. Jerman bergabung dengan gerakan yang berkembang untuk memerangi polusi global.

DUNIA | 9 September 2019

Akibat Topan Faxai, Ribuan Warga Jepang Dievakuasi

Topan kuat Faxai dengan potensi angin dan hujan deras menghantam wilayah Tokyo Senin (9/9) pagi.

DUNIA | 9 September 2019

Hampir 1.500 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Prancis

Gelombang panas pada bulan Juni dan Juli pada 2019 di Prancis telah mengakibatkan kematian hampir 1.500 orang.

DUNIA | 9 September 2019

Saat Perang Dagang Berbuah Peluang untuk Asia

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok mungkin membuahkan peluang bahkan keuntungan bagi negara-negara asia.

DUNIA | 9 September 2019

AS-Tiongkok Tak Lagi Menyasar Kenaikan Tarif

1 September 2019 menjadi babak baru perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

DUNIA | 9 September 2019

Dalam 3 Tahun, Saudi Dua Kali Pecat Menteri Perminyakan

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Minggu (8/9) menggantikan menteri energi perminyakan dengan salah satu putranya.

DUNIA | 9 September 2019

30.000 WN Malaysia Ajukan Suaka ke Australia

Ada kekhawatiran Canberra terkait tingginya jumlah warga Malaysia yang mengajukan suaka di Australia.

DUNIA | 8 September 2019

Kemlu: Wapres Instruksikan Penanganan Pengungsi Kalideres

Penanganan pemindahan pengungsi luar negeri dari gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, mendapatkan perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

DUNIA | 8 September 2019

Robert Mugabe, Tokoh Zimbabwe yang Dikenang Penuh Kontroversi

Semasa hidup, mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe sering melontarkan pernyataan-pernyataan eksentrik, dan kerap menuai kontroversi.

DUNIA | 8 September 2019

Tanzania Sita Gading dari Pembantaian 117 Ekor Gajah

Tanzania telah menyita ratusan gading yang setara dengan pembantaian setidaknya 117 ekor gajah.

DUNIA | 8 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS