Penerimaan Pajak Jadi Resiko Fiskal Terbesar Pemerintah Saat ini
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Penerimaan Pajak Jadi Resiko Fiskal Terbesar Pemerintah Saat ini

Selasa, 3 Desember 2019 | 18:47 WIB
Oleh : Hotman Siregar / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Hasan pesimis pemerintahan Jokowi akan dapat memenuhi target penerimaan pajak tahun 2019 sesuai dengan yang diharapkan.

Hal itu dapat dilihat dari realisasi penerimaan pajak pada akhir Oktober yang baru mencapai 65,71%. "Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Oktober 2018, realisasinya telah mencapai 71,7%. Itu artinya sampai dengan akhir tahun 2019 realisasi penerimaan pajak akan lebih rendah dari tahun sebelumnya, atau hanya mencapai 89%," kata Marwan di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Bahkan, sambung dia, diperkirakan short fall pajak pada tahun 2019 ini berada di kisaran Rp 140 triliun atau yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir ini.

Marwan mengatakan, dengan tidak tercapainya penerimaan pajak, maka dipastikan defisit APBN akan melebar dari target 1,87%, diperkirakan menjadi 2 - 2,5% dari PDB.

"Atas realitas tersebut, pemerintah dipastikan akan melakukan penambahan jumlah utang dalam pos pembiayaan APBN 2019. Sumber pembiayaan melalui SBN yang ditargetkan sebesar Rp.829 triliun, telah terlampaui hingga mencapai Rp 984 triliun," papar anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Lampung II tersebut.

Sehingga secara akumulasi sampai dengan Oktober 2019 total utang pemerintah telah mencapai Rp 4.756 triliun dengan komposisi SBN sebesar Rp 3.984 triliun dan pinjaman sebesar Rp 771 triliun.

"Dari komposisi utang tersebut, yang patut diwaspadai pemerintah adalah utang SBN valas yang jumlahnya mencapai Rp 1.060 triliun atau sekitar 22% dari total utang pemerintah."

"Dalam situasi perlambatan ekonomi dunia tentunya pemerintah perlu mewaspadai resiko pembalikan modal yang sewaktu-waktu dapat terjadi," tambahnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pemerintah Matangkan Persiapan Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai

Sejak peletakan batu pertama Paviliun Indonesia pada 9 September 2019, sejumlah perusahaan telah mendeklarasikan komitmennya sebagai sponsor paviliun.

EKONOMI | 3 Desember 2019

Jelang Libur Natal, 85 Rest Area Disiapkan di Tol Trans Jawa

Di ruas jalan tol juga akan disediakan mobile reader, mobile top up, dan penjualan kartu perdana uang elektronik pada GT dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

EKONOMI | 3 Desember 2019

Meski Lahan Menyusut, Produksi Pertanian Jateng Meningkat

Jumlah petani di Jawa Tengah saat ini mencapai 2,88 juta dan mengelola lahan sawah sebesar 1.022.570,86 hektare.

EKONOMI | 3 Desember 2019

Masuk BUMN Rentan Bangkrut, Bulog Tunggu Penggantian Dana Pemerintah

Hingga September 2019, Bulog masih memiliki utang atau pinjaman yang diselesaikan sebesar Rp 28 triliun.

EKONOMI | 3 Desember 2019

Len Industri akan Bangun Pengisian Daya Kendaraan Listrik di Mal

Len Industri akan menggandeng PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

EKONOMI | 3 Desember 2019

Buwas Beberkan Alasan Beras 20.000 Ton Turun Mutu

Pengalihan program Beras Sejahtera (rastra) menjadi BPNT membuat Bulog tidak maksimal dalam menyalurkan stok.

EKONOMI | 3 Desember 2019

Di Joint Convention 2019, Pertamina EP Raih Kertas Kerja Terbaik

Production Senior Engineer PT Pertamina EP Asset 1, Reza Alfajri berhasil menjadi peringkat pertama "best presenter".

EKONOMI | 3 Desember 2019

Menguat Tipis, Rupiah Ditutup di Rp 14.115

Rupiah berada di level Rp 14.115 per dolar AS atau terapresiasi 10 poin (0,07 persen).

EKONOMI | 3 Desember 2019

Bhinneka Life Dorong Gaya Hidup Go Green

Bhinneka Life turut menjaga kelestarian alam melalui keseimbangan ekosistem guna keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

EKONOMI | 3 Desember 2019

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.133,9

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 17,43 miliar, dengan rincian beli Rp 2 triliun dan jual Rp 2 triliun.

EKONOMI | 3 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS