Laba BNI Naik Tipis 2,5% Jadi Rp 15,38 Triliun
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Laba BNI Naik Tipis 2,5% Jadi Rp 15,38 Triliun

Rabu, 22 Januari 2020 | 19:13 WIB
Oleh : Lona Olavia / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selama tahun 2019 membukukan laba Rp 15,38 triliun atau naik tipis 2,5% dibandingkan periode tahun sebelumnya Rp 15,02 triliun.

"Dengan kondisi likuiditas 2019 menyebabkan cost of fund naik, pertumbuhan di 2019 giro naik cukup baik, time deposit menurun, jadi kami fokus ke pembiayaan murah di mana CASA 66,6% dan 2020 jaga di 63%-66%. Jadi kami harapkan cost of fund dari 3,2% jadi 3%-3,1% dan akan berdampak ke NIM di 2020 4,9%-5%. Untuk loan growth sangat diperhatikan fundamentalnya jadi targetnya 10%-12% sehingga apabila dihitung 2020 bottom line kami double digit," kata Direktur Keuangan BNI Ario Bimo dalam paparan kinerja 2019 di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Laba didukung kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Rp 36,6 triliun atau naik 3,3% dan pendapatan non bunga (fee based income/FBI) Rp 11,36 triliun atau naik 18,1%. Pertumbuhan FBI ditopang recurring fee 17,7% di mana 27,4% berasal dari aktivitas bisnis internasional melalui kantor BNI cabang luar negeri.

Kenaikan FBI dikontribusi oleh pertumbuhan pada segmen konsumer banking, yaitu komisi dari pengelolaan kartu debit yang tumbuh 39,6%, komisi pengelolaan rekening yang naik 16,3%, komisi ATM naik 13,2%, komisi bisnis kartu kredit naik 10,6%. Serta, komisi surat berharga yang naik 86,9%, komisi kredit sindikasi naik 56,8%, serta komisi trade finance naik 4,8%.

"Akumulasi NII dan FBI membawa BNI meraup laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar Rp 28,32 triliun atau tumbuh 5%," ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemhub Minta Garuda Segera Laporkan Jajaran Direksi Baru

Garuda diminta segera melaporkan pergantian jajaran direksi kepada Dirjen Perhubungan Udara.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Kredit Luar Negeri BNI Tembus Rp 42,39 Triliun

Kinerja penyaluran kredit dari cabang luar negeri tersebut menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp 3,36 triliun.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan posisi Ari Askhara yang dicopot pada 5 Desember 2019 lalu karena skandal penyelundupan Harley.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Rupiah Ditutup Positif ke Kisaran Rp 13.646

Rupiah berada di level Rp 13.646 per dolar AS atau terapresiasi 23 poin (0,17 persen).

EKONOMI | 22 Januari 2020

Triawan Munaf Nilai Perlu Ada Terobosan Baru dari Garuda

Komisaris Utama baru Garuda Indonesia Triawan Munaf menilai perlu ada yang baru agar maskapai pelat merah tersebut dapat terus kompetitif.

EKONOMI | 22 Januari 2020

IHSG Ditutup Melemah Tipis

Investor asing mencatat aksi beli sebesar Rp 290,12 miliar.

EKONOMI | 22 Januari 2020

AAJI: Kasus Jiwasraya dan Asabri Tak Bisa Jadi Tolak Ukur Perasuransian

Industri asuransi jiwa telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Pemindahan Ibu Kota Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional 0,2%

Rencana pemindahan ibu kota negara dan penyusunan Omnibus Law berpotensi membawa banyak perubahan.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Sepanjang 2019, Honda Ekspor 301.935 Unit Sepeda Motor

Jumlah tersebut setara 37 persen total ekspor sepeda motor dalam kondisi utuh sebanyak 810.433 unit, tumbuh 29% dibandingkan total ekspor tahun sebelumnya.

EKONOMI | 22 Januari 2020

Dukung Ibu Kota Baru, Pelindo IV Kembangkan Pelabuhan Loktuan

"Kami menyiapkan sebesar Rp 38 miliar, khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang," terang Farid Padang.

EKONOMI | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS