Ekonomi Kerakyatan Harus Jadi Andalan Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi

Ekonomi Kerakyatan Harus Jadi Andalan Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi

Sabtu, 6 Juni 2020 | 11:26 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Praktisi koperasi milenial Frans Meroga Panggabean menilai hanya ekonomi kerakyatan yang mampu jadi penyangga guna menghindari resesi pasca pandemi Covid-19, dan mengulangi sejarah manis krisis 1998. Keyakinan itu didasari fakta bahwa konsumsi rumah tangga memiliki porsi sampai 60% dari total PDB. Jadi menjaga daya beli masyarakat adalah strategi utama guna menghindari resesi.

Hal itu dikatakan Frans menanggapi pernyataan Menkeu Sri Mulyani dalam rapat terbatas penyesuaian anggaran pemulihan ekonomi nasional yang menyebutkan banyak negara hampir dipastikan mengalami resesi karena kinerja kuartal pertama (Q1) sudah negatif. Namun Menkeu optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tetap akan bisa tumbuh positif pada tahun 2020 ini.

Menurut Frans kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat dengan menggerakkan sektor riil. Koperasi, pelaku UMKM, dan pekerja informal adalah pemeran utama sektor riil dan menyentuh langsung pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Mereka harus diperhatikan lebih serius sebagai strategi utama recovery setelah luluh lantak imbas dari pandemi," ungkap Frans dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2020).

Wakil Ketua Visi Indonesia Unggul (VIU) itu menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan harus jadi andalan dalam strategi bangkitnya ekonomi, karena tahun-tahun berikutnya yang pasti akan masih sangat berat, akibat sektor lain seperti manufaktur, investasi, dan pariwisata tidak akan cepat bangkit akibat supply chain global yang terganggu.

Frans mengatakan hasil riset Generasi Optimis Research and Consulting (GORC) menyimpulkan bahwa ada empat strategi utama yang dapat dilakukan guna bangkit menebus perlambatan ekonomi Indonesia yang pada kuartal pertama (Q1) 2020 hanya 2,97%, serta korban PHK telah menembus 6 juta orang.

"Pertama, kita harus mewujudkan kedaulatan pangan. Di mana semua negara saat ini memproteksi pemenuhan kebutuhan dalam negeri mengakibatkan terganggunya supply chain global, maka momen ini harus diambil untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Tahun 2019, Indonesia impor produk pangan mencapai Rp 225 triliun. Jumlah itu cukup untuk menyediakan lapangan kerja bagi 2 juta orang," kata Frans yang juga Direktur Eksekutif GORC.

Kedua harus dibuat sebuah ekosistem baru yang saling mendukung dan menguatkan setiap pelaku ekonomi dengan melibatkan rakyat bawah. Di antaranya dengan proyek padat karya yang merupakan upaya pemerataan ekonomi, serta perwujudan sejati dari ekonomi kerakyatan.

Ketiga, dengan semangat ekonomi kerakyatan, mendorong BUMDes berperan sebagai market place dengan enhancer digital. Menurutnya sektor pengolahan seperti penggilingan padi, rumah potong hewan (RPH), atau mengusahakan cold storage di kawasan pesisir pun dapat diperankan oleh BUMDes.

Strategi yang terakhir adalah setiap kecamatan membentuk semacam holding BUMDes sebagai koordinator dan fasilitator. Peran BUMN dapat dilibatkan sebagai toko display offline, penyedia jaringan internet, serta melibatkan jasa pengiriman logistik BUMN PT Pos Indonesia.

"Dengan aset fisik kantor yang ada setiap kecamatan dan dukungan jaringan internet yang reliable, serta bisnis utama adalah jasa pengiriman logistik, Kantor Pos paling cocok. Hal ini sekaligus menghidupkan kembali bisnis utama PT Pos di sektor logistik yang selama ini kalah bersaing dengan perusahaan swasta sejenis," pungkas Frans.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Korban PHK Banjiri Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang

Dalam sehari bisa melayani 200-300 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil klaim.

MEGAPOLITAN | 6 Juni 2020

Membaiknya Data Pengangguran Tekan Harga Emas

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus jatuh US$ 44,4 atau 2,57 persen, menjadi US$ 1.683.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Lapangan Kerja AS Bertambah 2,5 Juta, Bukti Ekonomi Mulai Pulih

Data lapangan pekerjaan Mei merupakan lonjakan satu bulan terbesar dalam sejarah AS sejak 1939.

EKONOMI | 6 Juni 2020

JICT Tingkatkan Layanan Operasional di Tengah Pandemi

Metode dual cycle operation dinilai berhasil mempercepat kegiatan bongkar muat petikemas.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Airlangga: Pasar Apresiasi Cara Penanganan Covid-19

Menko Perekonomian percaya dengan penetapan sembilan industri yang boleh kembali melakukan kegiatannya, ekonomi akan ikut bergerak.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 224 Triliun

IHSG meningkat 194 poin (4,08 persen) ke level 4.947 dibandingkan pekan lalu pada level 4.753.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Minyak Melonjak 5% ke Level Tertinggi 3 bulan Jelang Pertemuan OPEC+

Minyak mentah berjangka Brent naik US$ 2,07, atau 5,2 persen ke US$ 42,07 per barel.

EKONOMI | 6 Juni 2020

Dow Meroket 800 Poin karena Lapangan Kerja Bertambah

Dow Jones Industrial Average melonjak 829,16 poin, atau 3,1 persen menjadi 27.110.

EKONOMI | 6 Juni 2020

PT SPV Siap Dorong Pertumbuhan Industri Lewat Penurunan Harga Gas

Langkah awal ini merupakan milestone bagi industri dan PGN untuk menuju pemulihan ekonomi.

EKONOMI | 6 Juni 2020

AIA Salurkan Hasil Donasi Program #SehatUntukBersama

Seluruh donasi yang terkumpul disalurkan melalui Baznas dan AAJI.

EKONOMI | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS