Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik dan Industri Baterai Litium
INDEX

BISNIS-27 425.322 (5.73)   |   COMPOSITE 4870.04 (43.23)   |   DBX 940.805 (0.48)   |   I-GRADE 127.855 (2.25)   |   IDX30 401.317 (6.63)   |   IDX80 105.56 (1.49)   |   IDXBUMN20 265.398 (5.34)   |   IDXG30 112.997 (1.84)   |   IDXHIDIV20 357.483 (5.93)   |   IDXQ30 117.699 (1.97)   |   IDXSMC-COM 210.149 (0.87)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.2)   |   IDXV30 100.238 (0.63)   |   INFOBANK15 757.481 (11.2)   |   Investor33 352.266 (4.93)   |   ISSI 143.81 (1.37)   |   JII 518.901 (6)   |   JII70 176.231 (2.14)   |   KOMPAS100 949.983 (11.82)   |   LQ45 737.154 (11.64)   |   MBX 1342.99 (13.6)   |   MNC36 264.429 (3.46)   |   PEFINDO25 260.033 (1.59)   |   SMInfra18 229.972 (3.87)   |   SRI-KEHATI 296.897 (4.52)   |  

Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik dan Industri Baterai Litium

Minggu, 26 Juli 2020 | 14:59 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dinilai telah siap menjadi produsen kendaraan listrik meskipun harus bekerja sama dengan negara lain yang sudah memiliki teknologi lebih maju.

Indonesia juga memiliki cadangan bahan baku berupa nikel dan kobalt sangat besar untuk dikembangkan menjadi industri baterai litium sebagai komponen utama kendaraan listrik.

"Kita tentunya tidak ingin menjadi importir kendaraan terus-menerus, tapi harus bisa memproduksi kendaraan listrik. Dari sisi teknologi sebenarnya Indonesia sudah bisa menguasai," kata Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam keterangannya, Minggu (26/7/2020).

Dikatakan keinginan dan komitmen Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik dituangkan dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Perpres ini menandakan kebangkitan Indonesia untuk menjadi produsen kendaraan listrik.

Menurut Satryo, untuk tahap pertama Indonesia akan mencoba mengembangkan dua hal. Pertama, mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dan kedua, mengembangkan baterai litium sebagai komponen penggerak utama dari kendaraan listrik.

"Harus berjalan paralel. Pengembangan kendaraan dan baterai, jalan bersama," katanya.

Dijelaskannya, pengembangan industri baterai kendaraan listrik ini perlu segera diwujudkan, karena sesungguhnya Indonesia memiliki cadangan bahan baku nikel dan kobalt yang sangat besar, bahkan terbesar di dunia.

"Karena itu, kita tawarkan ke negara yang sudah lebih maju di bidang industri ini untuk bekerja sama. Pemerintah telah membentuk tim untuk menyiapkan pengembangan industri baterai litium," katanya.

Secara paralel, Indonesia juga mengundang investor asing untuk membangun pabrik kendaraan listrik di dalam negeri.

“Sudah ada beberapa yang berminat untuk berinvestasi. Kita tentunya ingin bukan hanya membeli kendaraan listrik saja tapi juga bisa mendapatkan manfaat transfer teknologi sehingga dalam jangka panjang Indonesia bisa menjadi produsen kendaraan listrik," katanya.

Dikatakan Satryo, ada tiga aspek yang ingin dicapai dengan keluarnya Perpres itu. Pertama, ingin menciptakan lingkungan bersih. “Kendaraan listrik tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil tapi pakai baterai litium, emisinya nol. Jadi tidak ada pencemaran udara,” ujarnya.

Kedua, pemerintah berusaha menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, pemerintah juga ingin Indonesia menjadi negara industri kendaraan listrik karena memang memiliki potensi, dengan dukungan pasar yang luas dan mobilitas yang sangat tinggi.

Asisten Deputi Industri Penunjang Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi Firdausi Manti, menambahkan, pemerintah mendukung swasta mengimpor kendaraan listrik, tapi berharap ada alih teknologi dari prinsipal asing.

Ia berpendapat, dalam era seperti saat ini Indonesia tidak mungkin berjalan sendiri dalam mengembangkan teknologi, harus menggandeng negara lain yang memiliki teknologi kendaraan listrik.

"Indonesia bisa menjadi pemain rantai pemasok global baterai untuk kendaraan listrik. Rantai pasokan global dalam industri kendaraan listrik diperlukan, di mana sesama negara bisa saling melengkapi suku cadang. Misalnya Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, mengingat nikel bisa menjadi salah satu pembuat baterai mobil listrik," katanya.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam satu kesempatan, Sabtu (25/7/2020) mengatakan, hilirisasi nikel yang sedang dilakukan pemerintah bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dunia baterai litium.

Indonesia, kata Luhut, akan mendorong terus pengembangan baterai lithium untuk kendaraan listrik, mengingat pada 2030 negara-negara di Eropa akan mewajibkan semua kendaraan berbasis listrik.

Selain Indonesia menjadi pemain utama dunia bahan baku baterai litium, penggunaan kendaraan listrik juga berdampak pada pengurangan impor minyak karena berkurangnya kendaraan berbasis energi fosil.

Komitmen Swasta
Komitmen pemerintah mengembangkan industri kendaraan listrik disambut baik kalangan swasta. PT Bakrie Autoparts, Agen Pemegang Merk (APM) bus listrik BYD di Indonesia, menyatakan komitmennya untuk mengikuti kebijakan yang telah digariskan oleh pemerintah.

Proses industrialisasi akan dilakukan untuk meningkatkan kandungan lokal. “Saat ini kami mengimpor bus listrik CBU atau dalam keadaan utuh, tapi hanya untuk promosi dan ujicoba,” kata Dino A Riyandi, Direktur Utama PT Bakrie Autoparts.

PT Bakrie Autoparts dan BYD Auto Co.Ltd telah menyepakati tahapan pengembangan serta produksi bus listrik dalam beberapa tahun ke depan. Tahapan pertama adalah importasi dan unjuk produk, setelah itu, melakukan penetrasi pasar.

“Di sini, kami mulai masuk menjajaki tahapan komersial dan pabrikasi dengan menggandeng beberapa mitra perusahaan karoseri lokal. Di tahap berikutnya kami mulai melakukan industrialisasi dengan mengoperasikan fasilitas produksi bus listrik kami, termasuk produksi chasis. Targetnya, 2022 sudah harus masuk ke tahapan ini, mulai memproduksi 300 unit bus listrik per tahun dengan tingkat kandungan dalam negeri sedikitnya 55 persen,” kata Dino seraya menambahkan perusahaannya ingin menjadi pelopor industri bus listrik di Indonesia.

Sementara itu, PT Bluebird yang selama ini juga menjadi salah satu pengguna kendaraan listrik untuk armada taksinya, juga menyatakan dukungannya. Direktur PT Bluebird, Tbk Andre Djokosoetono mengatakan, saat ini pihaknya menggunakan 25 unit E-Bluebird dan 4 unit E-Silverbird yang bertenaga listrik.

“Untuk E-Bluebird, kami menggunakan BYD e6 dari Tiongkok. Sedangkan E-Silvebird menggunakan Tesla Model X75D dari Amerika Serikat. Kami sangat puas dengan operasional dari kendaraan listrik E-Bluebird dan E-Silverbird. Respon pengemudi dan konsumen sangat baik. Mobilnya sangat jarang mengalami kendala di jalanan, mampu menempuh jarak yang dapat diandalkan.

Konsumen juga memberikan apresiasi terhadap langkah Bluebird memelopori dan melakukan terobosan menghadirkan taksi listrik," kata Andre. Ia optimistis kendaraan listrik dapat menjadi opsi jitu untuk industri transportasi di Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dalam Dua Bulan, UMKM Go Digital Bertambah 1,2 Juta

Sebelumnya UMKM yang sudah terhubung wadah digital sebanyak 8 juta unit UMKM atau sekitar 13 persen.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Imbas Covid-19, Belanja Pemerintah Dipercepat

Pemulihan ekonomi suatu keharusan untuk mengompensasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

EKONOMI | 26 Juli 2020

Luhut: Investasi Tetap Berjalan, Namun Terpukul Akibat Covid-19

Dari sisi permintaan, konsumsi, dan investasi itu betul-betul terpukul berat.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Diamond Land Bidik Konsumen Milenial

Diamond Land melihat pangsa pasar milenial menyukai konsep hunian praktis dan efisien.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Penyaluran Dana FLPP 14 Bank Masih di Bawah 50 Persen

PPDPP menggandeng 42 Bank Pelaksana, terdiri dari 10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD).

EKONOMI | 25 Juli 2020

Produksi APD Tak Terserap, Ribuan Buruh Terancam PHK

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan meminta beberapa perusahaan untuk mempercepat produksi baju hazmat dalam negeri.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Erick Thohir Resmikan Ferizy, Layanan Tiket Online ASDP Indonesia Ferry

Sejak diterapkan mulai 1 Mei 2020 di 4 pelabuhan utama PT ASDP Indonesia Ferry, rata-rata transaksi 20.000-21.000 per hari.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Merdeka Copper, Mitra Keluarga, dan Summarecon Masuk Indeks LQ45

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masuk ke indeks LQ45.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Ini Lokasi Rapid Test Covid-19 Lion Air di Seluruh Indonesia

Lion Air Group memberikan layanan rapid test Covid-19 di penjuru Indonesia, khusus penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Dalam Sepekan, Kapitalisasi IHSG Naik Tipis

BEI mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,07 persen dan kapitalisasi naik 0,09 persen selama sepekan pada periode 20 Juli–24 Juli 2020.

EKONOMI | 25 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS