Pengusaha Nilai RUU Cipta Kerja Jawaban Tantangan Ekonomi Global
INDEX

BISNIS-27 426.538 (3.18)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 923.5 (0.41)   |   I-GRADE 127.867 (0.83)   |   IDX30 404.318 (3.03)   |   IDX80 105.647 (0.78)   |   IDXBUMN20 263.312 (2.01)   |   IDXG30 113.239 (0.66)   |   IDXHIDIV20 361.834 (2.9)   |   IDXQ30 118.461 (1.04)   |   IDXSMC-COM 206.934 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (1.43)   |   IDXV30 99.778 (0.8)   |   INFOBANK15 760.318 (6.85)   |   Investor33 353.585 (0)   |   ISSI 142.238 (0)   |   JII 514.346 (0)   |   JII70 174.038 (0)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 740.002 (5.61)   |   MBX 1338.07 (7.92)   |   MNC36 264.409 (0)   |   PEFINDO25 251.635 (0)   |   SMInfra18 228.656 (1.37)   |   SRI-KEHATI 297.818 (2.04)   |  

Pengusaha Nilai RUU Cipta Kerja Jawaban Tantangan Ekonomi Global

Minggu, 26 Juli 2020 | 20:17 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum BPP Hipmi, Anggawira menyatakan RUU Cipta Kerja dapat mendukung Indonesia dalam menghadapi tantangan perekonomian global. Dia menilai RUU Cipta Kerja dapat menghadirkan aturan yang komprehensif.

“Dalam kondisi kompetisi yang begitu tinggi, penting adanya speed, kecepatan. Kecepatan ini memang harus didukung oleh suatu regulasi yang komprehensif,” ujar Anggawira ketika dihubungi Minggu (26/7/2020).

Anggawira menuturkan tantangan Indonesia sangat banyak, salah satunya membuat investasi berjalan dengan baik. Sebab, dia berkata investasi dapat membuka unit usaha baru dan menciptakan lapangan kerja.

Anggawira menyebutkan proses transisi dari Orde Baru yang pada waktu itu sangan sentralistik menjadi desentralistik menyisakan banyak pekerjaan rumah. Salah satu hal yang harus diperbaiki adalah regulasi.

“Artinya dari satu sisi memang kita berharap desentralisasi ini mampu melahirkan unit-unit pertumbuhan baru. Tapi, dalam faktual pelaksanannya di lapangan ini saya lihat juga mengakibatkan tumpang-tindih daripada aturan,” ujarnya.

Di sisi lain, Anggawira mengatakan Indonesia harus lebih cepat agar dapat bersaing dengan negara lain. Hal itu bisa terwujud jika Indonesia memiliki regulasi komprehensif. Lebih dari itu, dia berharap RUU Cipta Kerja dapat menciptakan interkoneksi dengan stakeholder yang lain.

“Dalam arti misalnya konteks pembiayaan, dalam konteks perbankan ini harapan saya ini bisa menjadi jembatan,” ujar Anggawira.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei nasional Charta Politika, mayoritas masyarakat setuju RUU Cipta Kerja disahkan.

Survei menunjukkan 55,5 persen masyarakat yang mengetahui dan mengerti RUU Cipta Kerja menyatakan setuju RUU Cipta Kerja untuk disahkan. Masyarakat yang mengaku tahu dan mengerti RUU Cipta Kerja sebesar 13,3 persen.

Alasan utama menurut survei Charta Politika responden yang menjawab setuju terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja bahwa RUU Cipta Kerja dianggap bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi negara. Selain itu mayoritas masyarakat juga menilai RUU Cipta Kerja akan berdampak positif terhadap ekonomi.

Charta Politika Indonesia melakukan survei nasional melalui telepon pada 6-12 Juli 2020. Sampel sebanyak 2.000 responden dipilih secara acak kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang pernah dilakukan oleh Charta Politika Indonesia pada rentang dua tahun terakhir hingga Februari 2020.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sambut Iduladha, KAI Hadirkan Promo Tiket KA

Potongan harga ini tersedia untuk 50 pelanggan yang beruntung yang membeli tiket KA Argo Bromo Anggrek perjalanan 30 Juli dan 2 Agustus 2020.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Pengamat: Kelas Menengah Juga Perlu Stimulus Tunai

Bantuan untuk kelas menengah tidak dalam bentuk sembako, melainkan berbentuk uang cash atau tunai agar bisa lebih menggerakkan perekonomian.

EKONOMI | 26 Juli 2020

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Pelaku Pasar Pantau Vaksin dan Tensi Geopolitik

IHSG masih dibayangi sentimen resesi, ketegangan geopolitik AS-Tiongkok, dan perkembangan vaksin Sinovac.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Konsumen Properti Inginkan Suku Bunga KPR Turun

Masyarakat berharap pemerintah mengambil kebijakan terkait lainnya untuk mendorong transaksi properti.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik dan Industri Baterai Litium

Indonesia juga mengundang investor asing untuk membangun pabrik kendaraan listrik di dalam negeri.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Dalam Dua Bulan, UMKM Go Digital Bertambah 1,2 Juta

Sebelumnya UMKM yang sudah terhubung wadah digital sebanyak 8 juta unit UMKM atau sekitar 13 persen.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Imbas Covid-19, Belanja Pemerintah Dipercepat

Pemulihan ekonomi suatu keharusan untuk mengompensasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

EKONOMI | 26 Juli 2020

Luhut: Investasi Tetap Berjalan, Namun Terpukul Akibat Covid-19

Dari sisi permintaan, konsumsi, dan investasi itu betul-betul terpukul berat.

EKONOMI | 26 Juli 2020

Diamond Land Bidik Konsumen Milenial

Diamond Land melihat pangsa pasar milenial menyukai konsep hunian praktis dan efisien.

EKONOMI | 25 Juli 2020

Penyaluran Dana FLPP 14 Bank Masih di Bawah 50 Persen

PPDPP menggandeng 42 Bank Pelaksana, terdiri dari 10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD).

EKONOMI | 25 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS