Penyerapan Baju Hazmat Tidak Optimal, Nasib Puluhan Ribu Buruh Memprihatinkan
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Penyerapan Baju Hazmat Tidak Optimal, Nasib Puluhan Ribu Buruh Memprihatinkan

Senin, 27 Juli 2020 | 19:06 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Buruh PT GA Indonesia, Sri Rezeki mengatakan perusahaan tempat dia bekerja yang memproduksi baju hazmat kini mengalami masalah finansial karena penyerapan produksi baju hazmat oleh Kementerian Kesehatan tidak berjalan dengan baik. Akibatnya pembayaran gaji buruh tersendat yang berdampak pada kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan para buruh.

“Tempat atau perusahaan kami bekerja sudah maksimal memproduksi baju hazmat dengan bekerja 3 shift selama 24 jam sesuai dengan kebutuhan. Tapi kami mendengar penyerapan di kementerian ada yang tidak optimal. Tentunya ini berdampak pada perusahaan yang ujungnya juga kepada kami para buruh,” ujar Sri Rezeki kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Sri menyebutkan, di awal-awal pengerjaan baju hazmat banyak pekerjaan dan lancar. Namun anehnya, belum sampai memenuhi target, pihaknya mendengar ada kabar penghentian pembelian.

“Harusnya setiap hari ada pengiriman baju hazmat. Tapi sudah tiga bulan ini sejak awal bulan Mei 2020 tidak ada lagi pengiriman. Malah sampai ada stok 2 juta set baju hazmat di gudang,” tuturnya.

Karena barang menumpuk dan pembelian tidak jelas dari Kementerian Kesehatan, Sri khawatir pabrik melakukan keputusan merumahkan puluhan ribu karyawan karena tidak ada kegiatan produksi akibat masih menumpuknya baju hazmat di gudang.

“Itu makanya gaji buruh sudah tertunda, dan bulan ini pasti tertunda lagi. Karena pengiriman dari perusahaan ke kementerian tidak ada kejelasan. Buruh juga butuh kepastian karena ini urusan perut manusia. Kita semua punya keluarga yang wajib dinafkahi. Kalau kondisinya terus begini, saya khawatir para buruh akan melakukan aksi demo karena sulit mencari pekerjaan lain di masa sulit,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pulihkan Ekonomi, Luhut Ingatkan Pentingnya Kolaborasi

Luhut menegaskan, dalam situasipandemi Covid-19 tidak boleh ada pihak yang merasa paling hebat.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Survei: Masyarakat Setuju Perkantoran Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Publik juga mendukung bahwa pusat perbelanjaan, restoran dan warung tradisional dibuka kembali.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Yukata Suites Ditargetkan Rampung Desember 2020

Triniti Land menyatakan penjualan apartemen Yukata Suites telah mencapai 90 persen.

EKONOMI | 27 Juli 2020

KKB Anjlok, Laba BCA Turun 4,8% Jadi Rp 12,2 Triliun

BCA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup tinggi di masa pandemi.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Empat Sektor Ini Bisa Jadi Unggulan di Era New Normal

Empat Sektor tersebut adalah informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, konstruksi (infrastruktur), serta industri pengolahan.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Pemerintah Tempatkan Dana Rp 11,5 Triliun di BPD

Pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp 20 triliun untuk ditempatkan di BPD.

EKONOMI | 27 Juli 2020

AP II Dapat Penambahan PMN Senilai Rp 881 Miliar

Penambahan PMN bagi AP II ditujukan untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Freeport Dorong SDG’s Sambil Bantu Warga Papua di Masa Pandemi

Freeport saat ini memiliki tambang tembaga dan emas bawah tanah terbesar di dunia.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Beri Pinjaman Dana ke Daerah

Kebijakan terbaru yang menjadi bagian dalam program tersebut adalah terkait pinjaman PEN Daerah.

EKONOMI | 27 Juli 2020

Askrindo Syariah Teken Kerja Sama Penjaminan Pembiayaan Modal Kerja Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Askrindo Syariah tanda tangani perjanjian kerja sama penjaminan pembiayaan modal kerja dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS