RUU Cipta Kerja Dapat Selamatkan Indonesia dari Resesi
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

RUU Cipta Kerja Dapat Selamatkan Indonesia dari Resesi

Senin, 10 Agustus 2020 | 20:06 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat ekonomi Rahma Gafmi menilai RUU Cipta Kerja dapat membantu Indonesia lolos dari jurang resesi ekonomi. Pasalnya, dia mengatakan RUU Cipta Kerja akan menarik banyak investasi ke dalam negeri.

"Kalau RUU Cipta Kerja segera diketok oleh anggota parlemen, maka itu akan akan menarik investasi lebih kencang datang ke Indonesia," ujar Rahmi saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Rahma menuturkan RUU Cipta Kerja adalah peraturan yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan. Misalnya, dia mengatakan RUU Cipta Kerja dapat membuat peraturan yang tumpang tindih saat ini menjadi lebih jelas.

Dia berkata banyaknya peraturan yang saling tumpang tindih telah menjadi hambatan investasi masuk ke Indonesia. Padahal, dia mengatakan investasi adalah senjata untuk menghadapi resesi ekonomi.

"Tidak ada jalan keluar lagi kecuali kita bagaimana mempositifkan investasi. Karena kita tahu bahwa investasi yang positif itu akan memperluas kesempatan kerja," ujarnya.

"Kalau kesempatan kerja itu cukup diperluas maka tentunya dampak Covid–19 ini walaupun kita mempunyai suatu pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal kedua ini, saya yakin nanti akhir tahun kuartal 4, walaupun ada suatu pertumbuhan yang negatif, tapi tidak terlalu dalam," ujar Rahma.

Rahma menjelaskan daya beli masyarakat yang rendah selama pandemi memberi dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Dia berkata rendahnya daya beli secara otomatis akan menurunkan produktivitas.

"Tapi bagaimana kita bisa membangun suatu daya beli masyarakat yang kuat kalau misalnya tidak ada perluasan kesempatan kerja. Salah satu yang menjadi suatu pendorong perluasan kesempatan kerja adalah membangun investasi, baik itu dari luar maupun domestik," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PTPP Serius Majukan Geliat Ekonomi Kawasan Industri Batang

PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Pemerintah Didesak Beri Perlindungan untuk Buruh

Menaker Ida Fauziyah harus lindungi buruh.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Gelar Virtual Travel Fair, AirAsia Diskon Tiket Penerbangan Domestik

AirAsia menawarkan diskon hingga 20 persen untuk seluruh tiket penerbangan domestik.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Pemerintah Dorong Konsumsi Buah Nusantara

Gelar Buah Nusantara 2020 merupakan gerakan untuk mendorong konsumsi buah nusantara.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Sri Mulyani: Gaji Ke-13 untuk Mendorong Perekonomian

Menurut Sri Mulyani, anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan pembayaran gaji ke-13 ini sebesar Rp 28,82 triliun

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Ini 4 Usulan Baru Program PEN dan Penanganan Covid-19

Menurut Sri Mulyani, optimalisasi peran belanja Pemerintah menjadi sangat penting untuk menstimulasi roda ekonomi.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Korban PHK dan Ibu Rumah Tangga Dapat Kredit Bunga 0%

Kredit untuk ibu rumah tangga dan korban Pemutusan Hubungan kerja (PHK), diharapkan bisa tetap produktif.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Rupiah Siang Ini Melemah Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.600-Rp 14.695 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Zona Merah

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 54,9 (0,22 persen) mencapai 24.477.

EKONOMI | 10 Agustus 2020

Jeda Siang, IHSG Naik Tipis ke 5.145

Sebanyak 211 saham naik, 198 saham melemah dan 147 saham stagnan.

EKONOMI | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS