Pengamat: RUU CIpta Kerja Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Pengamat: RUU CIpta Kerja Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:24 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat ekonomi Rahma Gafmi mengaku sepakat dengan usulan Bank Dunia yang menyebut Indonesia membutuhkan Omnibus Law untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Dia menilai Omnibus Law memiliki banyak sisi positif.

"Saya sepakat karena Omnibus Law itu banyak sisi positifnya," ujar Rahma saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Rahma menuturkan RUU Cipta Kerja yang merupakan Omnibus Law sebagai suatu UU sapu jagad. Sebab, RUU itu memperjelas UU hingga peraturan antara pusat dan daerah yang selama ini tumpang tindih.

"Jadi dengan adanya Omnibus Law antara peraturan pusat dan daerah itu sejalan," ujarnya.

Di sisi lain, Rahma berkata kejelasan peraturan di Indonesia akan memberi dampak positif. Dia menyebut investor bakal masuk ke Indonesia karena tidak khawatir akan mengalami hambatan ketika berinvestasi.

"Dengan sejalannya peraturan itu, maka itu akan menciptakan ada daya tarik tersendiri. Sehingga investor itu punya suatu interested pada Indonesia," ujar Rahma.

Sebelumnya, Bank Dunia menyampaikan Indonesia perlu melakukan reformasi pada tiga hal, salah satunya peraturan. Bank Dunia menyebut Omnibus Law diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Solusi Belanja Sehat dan Aman di Masa Pandemi

CIMB Niaga menyediakan pembayaran secara non-tunai dan tanpa kontak fisik melalui aplikasi Octo Mobile.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

OJK Cabut Izin Usaha BPR Lugano

OJK mencabut izin usaha BPR Lugano disebabkan kelemahan pengelolaan manajemen BPR yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Sasar Milenial, BTN Gelar Pameran Properti Virtual

BTN kembali menggelar acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2020 pada 22 Agustus hingga 30 September 2020.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Dukung UMKM, Bank Mandiri Luncurkan Program Diskon Hingga 75%

Bank Mandiri menggandeng Bukalapak untuk mempromosikan produk

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Citilink Mulai Aktifkan Kembali Sejumlah Rute Penerbangan

Citilink sudah mengoperasikan 57 penerbangan per hari dengan mencakup 36 destinasi.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Pemerintah Gulirkan Subsidi Pulsa Mulai September 2020

Pemerintah akan memberikan subsidi pulsa untuk para tenaga pengajar dan murid.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

AP II Siapkan Tiga Skenario Target Penumpang Pesawat

AP II optimistis capai skenario terbaik di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Rupiah Ditutup Melemah 15 Poin ke Rp 14.775

Kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis 15 poin di level Rp 14.775 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Perbaiki Tata Kelola ABK, BP2MI Libatkan Mitra Strategis

BP2MI perbaiki tata kelola penempatan Anak Buah Kapal.

EKONOMI | 13 Agustus 2020

Allianz Gandeng JD.ID Garap Asuransi Elektronik

Allianz bekerja sama dengan JD.ID memberikan perlindungan komprehensif terhadap barang-barang elektronik.

EKONOMI | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS