Perlu Kebijakan Antisipasi Sektor Pasar Keuangan
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.27)   |   COMPOSITE 5724.74 (38.65)   |   DBX 1066.46 (5.9)   |   I-GRADE 166.255 (1.33)   |   IDX30 491.004 (3.79)   |   IDX80 129.735 (1.18)   |   IDXBUMN20 364.991 (2.88)   |   IDXG30 133.352 (1.26)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.34)   |   IDXQ30 143.512 (0.71)   |   IDXSMC-COM 247.38 (2.02)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (4.18)   |   IDXV30 127.096 (1.4)   |   INFOBANK15 976.214 (3.91)   |   Investor33 422.656 (2.94)   |   ISSI 167.54 (1.34)   |   JII 607.336 (5.33)   |   JII70 209.626 (2)   |   KOMPAS100 1162.4 (9.2)   |   LQ45 904.834 (7.73)   |   MBX 1587.29 (11)   |   MNC36 315.598 (2.2)   |   PEFINDO25 317.232 (0.51)   |   SMInfra18 287.626 (3.29)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.42)   |  

Perlu Kebijakan Antisipasi Sektor Pasar Keuangan

Jumat, 11 September 2020 | 16:01 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah mengkritik keras kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah gagal dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini tercermin dari sikap pemerintah DKI yang tidak memiliki action plan dalam menangani virus mematikan ini sehingga memakan banyak korban di sektor kesehatan dan ekonomi serta sektor keuangan.

“Saya menilai, mereka tidak punya action plan tentang kebijakan publik. Dampaknya memukul banyak sektor, mulai sosial, ekonomi dan kesehatan,” tegas Said Abdullah di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok hingga 5,01% atau turun 257,92 poin ke level 4.891,46 pada perdagangan Kamis, 10 September 2020. Kapitalisasi pasar pun ludes terbakar hampir Rp 300 triliun.

IHSG terperosok ke zona merah setelah pemerintah DKI Jakarta mengumumkan rencana menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total pada Senin, 14 September 2020

Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberlakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) lantaran indeks yang jatuh hingga 5% pada Kamis, 10 September 2020.

“Saya mendukung langkah otoritas di bursa dengan menghentikan sementara (trading halt) sebagai respon panic selling para trader di pasar bursa,” ujar Said.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian ini meminta otoritas BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat evaluasi atas kebijakan auto rejection di bawah minus 7 persen yang diberlakukan oleh BEI bila nyatanya berdampak pada munculnya over reaction bagi para pelaku pasar di pasar saham.

Sebab kebijakan ini tidak ada benchmark-nya di otoritas bursa lainnya

“Saya meminta OJK melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap saham-saham korporasi besar yang kemungkinan mengalami insolvent yang berdampak pada kelangsungan usaha mereka di sektor riil. Termasuk melakukan berbagai mitigasi dengan melakukan stress test pasar saham kita dengan skenario bila PSBB dijalankan di beberapa provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Said juga berharap Bank Indonesia (BI) tetap menjaga kewaspadaan untuk menjaga stabilitas kurs dan inflasi serta tetap mendukung stabilitas di pasar SBN sebagai basis utama pembiayaan APBN.

Lebih jauh, politisi senior PDI Perjuangan ini meminta pemerintah memberikan pernyataan kepada publik. Pernyataan publik itu diperlukan untuk memberikan kepastian kebijakan dan rencana ke depan atas kebijakan pemerintah terutama kebijakan pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19, serta capaian-capaian program pemulihan ekonomi nasional.

Langkah ini sangat penting sebagai dasar para pelaku pasar, khususnya di pasar keuangan mendapatkan kepastian tentang rencana kerja pemerintah pusat dan daerah.

“Saya berharap Bapak Erik Thohir, selaku Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan ke publik agar masyarakat dan pelaku pasar bisa tenang,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Smelter Dinilai Belum Patuhi Harga Patokan Mineral

Penambang nikel menyayangkan sikap pihak smelter selaku pembeli karena harga nikel tidak sesuai arahan pemerintah.

EKONOMI | 11 September 2020

Bursa Eropa Mixed di Awal Perdagangan

Indeks Stoxx600 datar, DAX Jerman turun 0,27 persen, FTSE Inggris naik 0,17 persen, CAC Prancis naik 0,09 persen, FTSE MIB Italia turun 0,33 persen.

EKONOMI | 11 September 2020

Mayoritas Bursa Asia Ditutup Menguat

Nikkei 225 Tokyo naik 0,74 persen, Indeks Komposit Shanghai naik 0,79 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,78 persen, ASX 200 Australia turun 0,83 persen.

EKONOMI | 11 September 2020

Penataan KSPN Labuan Bajo Rampung Desember 2020

Penyelesaian pembangunan fisik infrastruktur KSPN Labuan Bajo ditargetkan rampung Desember 2020.

EKONOMI | 11 September 2020

Asing Jual Bersih Rp 2 T, IHSG Tetap Menguat 2,6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 2,56 persen ke kisaran 5.016,7 pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (11/9/2020).

EKONOMI | 11 September 2020

PSBB Jakarta, Aprindo Minta Mal dan Ritel Modern Tetap Buka

Harapan Aprindo supaya ritel modern dan mal tetap beroperasi secara normal dengan tidak membatasi jam operasional.

EKONOMI | 11 September 2020

Inovasi Kenari Djaja Diganjar Dua Penghargaan MURI

Kenari Djaja mengantisipasi pandemi Covid-19 dengan mengeluarkan produk perlengkapan pintu dan jendela tanpa sentuhan tangan.

EKONOMI | 11 September 2020

Maskapai Khawatir Kembalinya PSBB Berdampak ke Industri Penerbangan

Jika kebijakan Jakarta diikuti oleh daerah lain, kemungkinan akan terjadi penutupan akses masuk dan keluar wilayah.

EKONOMI | 11 September 2020

Foodex Berencana Lebarkan Pasar Ekspor

Foodex berharap dapat meningkatkan pangsa pasarnya di luar negeri dalam lima tahun ke depan.

EKONOMI | 11 September 2020

Rupiah Siang Ini Terkoreksi Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.900-Rp 14.950 per dolar AS

EKONOMI | 11 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS