Lapan dan PT RAI Teken MoU Lanjutkan Proyek R80
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

Lapan dan PT RAI Teken MoU Lanjutkan Proyek R80

Minggu, 20 September 2020 | 11:09 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menandatangani kesepakatan kerja sama (Mou) dengan PT Regio Aviasi Industri (RAI), pada 7 September 2020. Hal ini untuk melanjutkan proyek R80 yang sempat dihapus dari proyek strategis nasional (PSN).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Lapan Prof Thomas Djamaluddin dan Direktur Utama PT RAI Agung Nugroho yang disaksikan langsung oleh Ilham Akbar Habibie sebagai Komisaris Utama PT RAI.

“Dengan ditandatangani kerja sama ini menghapus keraguan masyarakat mengenai masa depan industri dirgantara dengan dihapusnya R80 sebagai proyek strategis nasional (PSN), dan dimuseumkannya pesawat N250,” ujar Humas PT RAI, Justin Djogo dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Minggu (20/9/2020).

Dikatakan penandatanganan kerja sama ini menunjukkan respons positif dan apresiasi serta dukungan pemerintah atas upaya swasta membangun pesawat terbang R80 sebagaimana digagas oleh almarhum BJ Habibie.

Menurut Justin, kerja sama dengan Lapan akan dimulai dengan keterlibatan Lapan dalam proses pengembangan (rancang bangun) pesawat terbang R80, seperti dukungan komputasi dinamika fluida, simulasi stabilitas dan pengendalian pesawat terbang, perhitungan prestasi terbang, pengujian pesawat terbang yang terkait dengan sertifikasi pesawat, seperti bird impact test dan lainnya.

Dijelaskan setelah keluar dari PSN, PT RAI saat ini sedang berupaya mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam bentuk dimasukkannya program R80 dalam daftar prioritas riset dan inovasi nasional.

Hal ini diawali dengan arahan Menristek/ BRIN dalam bentuk dukungan kerja sama Lapan dan PT RAI, sesuai dengan tupoksi Lapan, yang bermuara penandatanganan MoU ini.

Bagaimanapun juga, dukungan pemerintah merupakan bagian penting dari rencana pengembangan pesawat nasional R80. Untuk pengembangan suatu pesawat terbang, dibutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mengingat sifat industri penerbangan yang bersifat strategis, kompleks, berjangka panjang, melibatkan pendanaan yang besar dan dukungan kebijakan dan regulasi.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah, dalam hal ini Kemristek dan Lapan atas dukungan ini, dan berharap dukungan ini berlanjut dengan dukungan diplomasi ekonomi dan dukungan dari kementerian terkait. Antara lain fasilitasi industrial, sertifikasi bagi ekosistem industri dirgantara, sehingga industri dapat tumbuh untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045 dengan kontribusi pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa yang lebih baik dari saat ini,” ujar Justin.

Ditambahkan pihaknya yakin bahwa kerja sama industri dan pemerintah dalam riset dan pengembangan merupakan suatu keharusan untuk saling mengisi dalam suatu ekosistem industri dirgantara.

Pengalaman industri dapat menjadi bahan bagi institusi riset untuk melakukan inovasi, di sisi lain penemuan di sektor riset dapat memberikan basis diaplikasikannya suatu teknologi untuk diimplementsi.

“Kerja sama ini diharapkan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan bersama,” katanya.

Sebagaimana telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini, PT RAI terlibat aktif dalam penyusunan roadmap industri dirgantara yang saat ini dikoordinir oleh Kemenristek BRIN/Lapan bersama dengan stakeholder industri yang lain.

Sambil beradaptasi dengan perkembangan situasi terakhir akibat pandemi Covid-19, diperkirakan akan terjadi kemunduran program, di mana fase full scale development baru dimulai pada akhir 2021, prototype production 2023, first flight di akhir 2025, sertifikasi direncanakan tahun pada 2028.

"Inipun masih harus melihat perkembangan di negara-negara supplier yang terlibat dalam pengembangan R80," tambahnya.

Secara prinsip, penjualan (kontrak) dengan pelanggan diproyeksikan bisa dilakukan di awal 2026, namun penyerahan pesawat pertama akan dilakukan setelah mendapat sertifikasi nasional yang diperkirakan tahun 2028.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Tokyo dan Singapura Naik, Shanghai Terkoreksi

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 40,0 (0,18 persen) mencapai 23.360.

EKONOMI | 21 September 2020

Sesi Siang, IHSG Turun 0,21 Persen ke 5.048

Sebanyak 173 saham naik, 223 saham melemah dan 160 saham stagnan.

EKONOMI | 21 September 2020

Bank Mandiri Optimistis Capai Target Penjualan Obligasi Ritel Rp 1,52 T

Hingga 18 September 2020, permintaan SR013 Rp 1,35 triliun.

EKONOMI | 21 September 2020

Jalur KA Ciranjang-Cipatat Resmi Diaktifkan Kembali

Reaktivasi ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas jalan raya di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

EKONOMI | 21 September 2020

Potensi Ekspor Mebel dan Kerajinan US$ 5 M, Ini Syaratnya

Syaratnya, pemerintah tidak menghambat pelaku industri mendapatkan bahan baku kayu legal yang kompetitif.

EKONOMI | 21 September 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Menguat di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.670-Rp 14.697 per dolar AS.

EKONOMI | 21 September 2020

Awali Perdagangan, IHSG Dilanda Aksi Jual Saham

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan turun 7,8 poin (0,14 persen) menjadi 5.052.

EKONOMI | 21 September 2020

Emas Antam Naik ke Rp 1,024 juta Per Gram

Harga 250 gram sebesar Rp 241,265 juta.

EKONOMI | 21 September 2020

Harga Minyak Turun karena Sentimen Libia

Brent turun 0,79 persen menjadi US$ 42,81 per barel.

EKONOMI | 21 September 2020

Bursa Asia Turun Jelang Pengumuman Suku Bunga Pinjaman Tiongkok

Kospi Korea Selatan merosot 0,15 persen pada awal perdagangan.

EKONOMI | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS