Kasus Impor Baja Ilegal, PLN Harus Periksa Proyek Kelistrikannya
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kasus Impor Baja Ilegal, PLN Harus Periksa Proyek Kelistrikannya

Kamis, 24 September 2020 | 17:15 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai terkuaknya kasus baja impor yang diberi label SNI ilegal merupakan akibat korupsi kebijakan.

"Impor baja ilegal itu dapat dikatakan sebagai korupsi kebijakan. Kebijakan negara yang harusnya melindungi industri dalam negeri malah dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan bagi segelintir pihak," kata Trubus dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Untuk itu diperlukan pemeriksaan mendalam terhadap aktor-aktor yang terlibat guna menghentikan praktik curang seperti itu.
Pejabat pemberi izin impor, pemberi rekomendasi, dan pejabat pengawas perlu dimintai keterangan guna membongkar tuntas dan menghentikan praktik curang yang merugikan industri baja dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, polisi pada pertengahan Juni lalu telah menyita ribuan ton baja impor asal Thailand dari gudang milik PT Gunung Inti Sempurna (GIS). Baja impor itu ditempel SNI sehingga terkesan produk lokal yang lolos SNI.

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk salah seorang direktur GIS dan telah menyita 4.600 ton baja impor dari gudang milik GIS.

Saat ini pihak kepolisian masih melengkapi berkas perkara untuk dapat dilimpahkan ke pengadilan. Adapun produk baja yang disita umumnya merupakan baja siku yang merupakan bahan yang digunakan dalam proyek infrastruktur ketenagalistrikan.

Trubus menambahkan BUMN seperti PLN sebagai pemilik proyek infrastruktur harus proaktif melakukan pemeriksaan terhadap proyek-proyek miliknya yang dikerjakan kontraktornya.

"PLN tentu perlu melakukan pemeriksaan. Tapi karena mungkin juga banyak BUMN lain mengalami hal yang serupa, Kementerian BUMN sebagai leader dari BUMN perlu membentuk tim juga untuk menginvestigasi kasus baja impor yang masuk ke proyek strategis nasional," tandasnya.

Trubus mengingatkan bahwa kewajiban penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) merupakan sebuah keputusan politis yang telah diambil pemerintah. Namun sebagai sebuah kebijakan, hal itu perlu juga menekankan aspek transparansi dan akuntabilitas.

"Sehingga perlu diperiksa secara cermat kepada BUMN kita sejauh mana kepatuhan mereka dalam menerapkan TKDN," ujarnya.

Penegakan hukum dan aturan menjadi kunci dalam mengawal kebijakan yang bertujuan melindungi industri dalam negeri. Sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan untuk memperhatikan kasus-kasus pelanggaran yang muncul.

"Ingat bahwa kasus banjir impor baja ini bukan fenomena yang baru. Oleh karena itu perlu upaya keras untuk benar-benar menghentikan hal ini," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Enam Hal yang Dibutuhkan Saat Trading Forex

Salah satu hal yang patut dimiliki adalah software grafik perdagangan harian.

EKONOMI | 24 September 2020

Di Tengah Pandemi, IKNB Syariah Masih Tumbuh 7,9%

Untuk market share keuangan syariah baru mencapai 9,6%, sedangkan untuk IKNB syariah baru sekitar 4,33%.

EKONOMI | 24 September 2020

TelkomSigma Raih Penghargaan Internasional Asia Pacific Stevie Award 2020

Layanan Integrated Talent Management System dari PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), INGENIUM, mendapat apresiasi di ajang penghargaan internasional

EKONOMI | 24 September 2020

Maybank Indonesia Bukukan Laba Rp 809,7 M

Laba Maybank Indonesia naik 7% ke Rp 809,7 miliar, sementara kredit turun 14,6% menjadi Rp 115,7 triliun.

EKONOMI | 24 September 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.845

Kurs rupiah berada di level Rp 14.845 per dolar AS atau terdepresiasi 65 poin (0,44 persen).

EKONOMI | 24 September 2020

Potensi Resesi Ganda Menekan Bursa Eropa Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,72 persen, DAX Jerman turun 0,3 persen, FTSE Inggris turun 0,54 persen, CAC Prancis turun 0,46 persen, FTSE MIB Italia datar.

EKONOMI | 24 September 2020

Bursa Asia Melemah Akibat Aksi Jual Saham Teknologi dan Ketegangan Korea

Nikkei 225 Tokyo turun 1,11 persen, Indeks Komposit Shanghai turun 1,72 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,82 persen.

EKONOMI | 24 September 2020

Semua Sektor Merah, IHSG Terjungkal 1,5%

Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 498,35 miliar di semua pasar.

EKONOMI | 24 September 2020

Menperin: Aktivitas Pekerja di Luar Pabrik Perlu Dipantau

Pantau kegiatan pekerja di luar industri untuk cegah Covid-19.

EKONOMI | 24 September 2020

Selesai 2022, Bendungan Sadawarna Akan Pasok Air Baku ke Kawasan Patimban

Kempupera tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sadawarna untuk memasok air baku sebesar 4.50 m3/detik untuk Kawasan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat.

EKONOMI | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS