MBV dan Kulo Grup Hadirkan Kemitraan Terjangkau “Mo Tahu Aja!”
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

UMKM Perlu Diperkuat untuk Putar Roda Ekonomi

MBV dan Kulo Grup Hadirkan Kemitraan Terjangkau “Mo Tahu Aja!”

Rabu, 30 September 2020 | 16:58 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 mengakibatkan ekonomi terpuruk. Banyak pelaku usaha gulung tikar, baik skala besar maupun UMKM. Kondisi itu mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Jika tidak segera diatasi, tentu akan semakin runyam.

Sejumlah kalangan menilai, UMKM perlu digerakkan, sehingga roda perekonomian bisa kembali berputar. UMKM dinilai menjadi kunci keberhasilan pemerintah untuk memulihkan ekonomi saat pandemi dan pasca pandemi Covid-19.

Hal itu juga yang menjadi alasan dua perusahaan kuliner besar berpola kemitraan, Mitra Boga Ventura (MBV) dan Kulo Group kembali melakukan kolaborasi untuk sebuah konsep baru. Mereka ingin ikut menggerakkan kembali roda ekonomi yang terhempas akibat wabah corona, terutama di kalangan pelaku usaha kecil.

MBV dan Kulo Group menghadirkan gerobak kuliner “Mo Tahu Aja!” yakni usaha berpola kemitraan untuk menjual tahu goreng dengan harga terjangkau.

“Saat ini banyak orang mencari pemulihan ekonomi masing-masing, sehingga mereka mencari usaha dengan modal ringan agar bisa segera mendapatkan penghasilan,” ujar petinggi grup MBV, MichaelMarvy Jonathan di sela-sela peluncuran gerai gerobak pertama “Mo Tahu Aja!” di Benhil, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Marvy menjelaskan, selama pandemi, sebagian usaha makanan dan minuman atau food and beverage (FnB) masih bisa bernapas. Soalnya, ketika ada pembatasan, banyak orang bosan terkunci di rumah, mereka memilih untuk jajan secara online. Banyak orang kehilangan pekerjaan karena bisnis ritelnya tutup, pabrik tidak berjalan, toko kelontong tutup, ataupun usaha penjualan pakaian yang gulung tikar, ingin mencari peluang baru lewat bisnis kuliner.

“Bisnis yang kami hadirkan ini menjual tahu dengan konsep gerobak, bukan booth, sehingga biaya investasinya sangat kecil,” ujarnya.

MBV dan Kulo Group akan memberikan pelatihan kepada mitra, termasuk promosi ketika peluncuran setiap gerai, dan menyiapkan koneksi untuk Grabfood dan Gofood. Mitra tidak perlu repot, cukup membayar biaya kemitraan yang terjangkau dan siap berjualan.

“Kami ingin mengambil momentum. Untuk kondisi seperti ini, perlu mencari momentum menggerakkan UMKM. Supaya yang tadinya mereka tidak memiliki peluang, bisa punya peluang lagi," ujar Marvy.

Menurutnya biaya investasi untuk memulai usaha “Mo Tahu Aja!” dinilai cukup terjangkau. Sebab, hanya dengan modal 30 juta, mitra sudah bisa berjualan tahu dengan merek “Mo Tahu Aja!”. Mitra juga akan mendapatkan gerobak serta perlengkapan, dan tidak perlu mengeluarkan biaya marketing tambahan.

“Mo Tahu Aja!” memiliki beberapa menu, di antaranya “tahu kriuk aja” yang kekinian dan “tahu walik aja” yaitu tahu aci klasik. Dua macam tahu ini dilengkapi sambal merah, sambal kecap, dan cabai rawit. Satu boks “Mo Tahu Aja!” berisi 10 tahu dijual seharga Rp 15.000.

“Mo Tahu Aja!” memiliki rasa yang khas, dan juga lebih renyah dan gurih ketimbang tahu serupa yang sudah ada di pasaran.

Marvy menambahkan MBV dan Kulo Group menargetkan pembukaan 1.000 cabang hingga enam bulan ke depan. Jumlah itu merupakan angka yang memungkinkan mengingat jumlah outlet MBV dan Kulo Group saat ini sudah lebih dari 1.000 outlet di seluruh Indonesia.

Kesukaan Masyarakat
Sementara itu, Marketing Executive Kulo Group Michael Bunyamin menjelaskan, “Mo Tahu Aja!” adalah konsep terbaru yang mereka hadirkan. Pihaknya menyajikan makanan ringan “tahu kekinian” untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Ini terinspirasi dari kecintaan masyarakat Indonesia terhadap tahu. Kami ingin menyajikan kembali hidangan tahu goreng untuk seluruh lapisan masyarakat, dan pada akhirnya untuk memperkenalkan tahu goreng ke seluruh dunia,” katanya.

Disebutkan, “Mo Tahu Aja!” menghadirkan tahu goreng yang sudah menjadi jajanan tradisional Indonesia dengan resep rahasia yang membuat penasaran dan semakin Mo Tahu Aja!

Pengamat kebijakan UMKM Suhaji Lestiadi mengungkapkan, pasar menghilang seiring daya beli masyarakat lapisan bawah yang terus merosot akibat pembatasan aktivitas sosial sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Padahal, konsumsi produk-produk UMKM mayoritas berasal dari kalangan masyarakat itu.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Gigih Prihantono menilai, sektor riil dan ekonomi kerakyatan harus benar-benar hidup terlebih dulu sebelum sektor ekonomi lain. Hal itu karena UMKM memiliki peran penting dalam menghidupkan perekonomian. Sehingga, ekonomi bisa berangsur pulih.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

GrabFood Gandeng iSeller Maksimalkan Penjualan UMKM Saat Pandemi

Kolaborasi GrabFood dengan iSeller diharapkan dapat memitigasi dampak pandemi Covid-19 terhadap pelaku UMKM.

EKONOMI | 30 September 2020

BCA Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Investasi

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dan cerdas mengelola investasi sejak usia muda.

EKONOMI | 30 September 2020

Dukung Implementasi Vaksin Covid-19, Hipmi: Langkah Menteri BUMN Sudah Tepat untuk Selamatkan Masyarakat

Hipmi apresiasi upaya Menteri BUMN Erick Thohir yang mengupayakan penemuan vaksin Covid-19 di awal 2021 mendatang.

EKONOMI | 30 September 2020

Tolak Omnibus Law, Puluhan Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja Sepakat Mogok Nasional

Tolak RUU Cipta Kerja, buruh lakukan mogok nasional.

EKONOMI | 30 September 2020

Tegakkan Protokol Kesehatan, Industri dan Pekerja Perlu Hindari Kegiatan Bersifat Massal

Kemperin terus mendukung pelaku industri dan para pekerja di sektor industri untuk bahu membahu menerapkan protokol kesehatan.

EKONOMI | 30 September 2020

Besok, Pemerintah Tawarkan ORI 018 Dengan Kupon 5,7%

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 018, pada Kamis (1/10/2020).

EKONOMI | 30 September 2020

WIKA Bangun Venue Turnamen Pacific Games 2023 di Solomon

Kepercayaan ini sekaligus membuktikan bahwa WIKA tetap mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 30 September 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Rp 14.840

Kurs rupiah berada di level Rp 14.840 per dolar AS atau terapresiasi tipis 5 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.845.

EKONOMI | 30 September 2020

Debat Capres AS Mengecewakan, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,51 persen, DAX Jerman turun 0,69 persen, FTSE Inggris turun 0,25 persen, CAC Prancis turun 0,66 persen.

EKONOMI | 30 September 2020

Kembali Terkoreksi, IHSG Ditutup di 4.870

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,19 persen ke kisaran 4.870 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (30/9/2020).

EKONOMI | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS