WHO Tekankan Pentingnya Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

WHO Tekankan Pentingnya Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:05 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau demi menurunkan jumlah perokok dan mengurangi dampak negatif konsumsi tembakau.

Head of Fiscal Policies for Health Unit Head Promotion Department WHO Quarter, Jeremias N Paul mengatakan salah satu kebijakan pengendalian tembakau yang paling efektif adalah menyederhanakan struktur cukainya.

“Tidak hanya tarif cukai yang penting, struktur cukai juga berpengaruh. Di Indonesia struktur cukainya sangat kompleks selama bertahun-tahun dan ini tidak sesuai dengan praktik terbaik dalam kebijakan cukai tembakau,” ujar Paul dalam seminar daring Teka-Teki Cukai di Masa Pandemi di Jakarta baru-baru ini.

Paul mengatakan kebijakan cukai tembakau sebaiknya bersifat spesifik dengan struktur cukai yang sederhana. Hal ini akan membuat keterjangkauan masyarakat terhadap rokok makin rendah. “Struktur cukai tembakau yang kompleks merusak tujuan penerimaan negara dan kesehatan masyarakat. Dan pada saat yang sama gagal melindungi sektor padat karya dan pasar sigaret kretek tangan yang kini makin tenggelam karena perubahan preferensi pasar,” katanya.

Itulah sebabnya dia mendorong agar penerapan kebijakan cukai tembakau sebaiknya dilaksanakan secara efektif demi tujuan kesehatan maupun penerimaan negara.

“Penerimaan negara yang meningkat dapat menjadi fasilitas dan investasi yang lebih tepat untuk meningkatkan jaminan kesehatan nasional dan kehidupan petani dan pekerja,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) juga menyatakan bahwa penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau dapat menjadi salah satu solusi bagi negara untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat khususnya di masa pandemi Covid-19.

“Salah satu cara menavigasi kesehatan masyarakat di masa pandemi adalah dengan memlliki sistem kesehatan yang mumpuni,” ujar Lead Economist World Bank Indonesia Frederico Gil Sander. Apalagi selama pandemi Covid-19, belanja negara untuk pelayanan kesehatan sangat besar dan dananya diperoleh dari utang.

“Navigasi ekonomi terkait kurva utang negara harus dikelola dengan cara mengeleminasi subsidi pada sektor tertentu dan meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi dengan meningkatkan pajak tembakau, plastik, dan produk tinggi gula,” ujar Sander.

Salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah adalah mereformasi sistem cukai produk yang tidak menyehatkan seperti tembakau dengan cara menerapkan simplifikasi atau penyederhanaan struktur tarif cukai tembakau. Simplifikasi struktur tarif cukai tidak hanya akan menambah penerimaan negara, tetapi juga menekan prevalensi perokok di Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sesi I, IHSG Melemah 0,38% ke 5.106,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38% ke kisaran 5.106,7 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 14.690

Kurs rupiah berada di level Rp 14.690 per dolar AS atau melemah 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.670.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Penting untuk Sukseskan Bonus Demografi

Bonus demografi adalah transisi kependudukan di mana penduduk usia produktif berjumlah sekurangnya 2 kali penduduk usia tidak produktif.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Pencarian Rumah di Sawangan dan Alam Sutera Meningkat Drastis

Sawangan, dan Alam Sutera merupakan area yang memiliki kenaikan demand tertinggi yaitu mencapai 80,83%.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Harga Emas Antam Stabil di Rp 1.008.000 Per Gram

Harga emas Antam pada perdagangan Selasa (20/10/2020) mencapai Rp 1.008.000 per gram atau stabil dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Pagi Ini, Rupiah Terapresiasi atas Sejumlah Mata Uang

Kurs rupiah berada di level Rp 14.650 per dolar AS atau menguat 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.670.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Minim Sentimen, IHSG Dibuka Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,44% ke kisaran 5.103,6 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Perlu Kebijakan Data yang Tepat untuk Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

Kemajuan teknologi digital membuat pertukaran data industri antarnegara menjadi suatu hal yang lumrah.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Hadirkan Konektivitas di Seluruh Negeri Demi Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi

Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari lima aspek utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini

EKONOMI | 20 Oktober 2020

IHSG Berpotensi Melemah, Simak Rekomendasi Valbury Hari Ini

Rekomendasi saham hari ini: PGAS, INCO, BBTN, BBNI, BMRI, BSDE.

EKONOMI | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS