Stok Gula Akhir Tahun Masih Dihitung
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Stok Gula Akhir Tahun Masih Dihitung

Sabtu, 21 November 2020 | 18:54 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pemeritah dan kalangan dunia usaha masih menghitung angka pasti keberadaan stok gula nasional pada akhir tahun. Perhitungan stok gula nasional di akhir tahun menjadi penting untuk menentukan rencana pemenuhan kebutuhan gula pada tahun depan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengatakan stok akhir tahun akan menjadi saldo awal dari neraca gula awal tahun.

"Baru nanti dihitung berapa jumlah produksi dalam negeri dan kebutuhan gula nasional. Dari situ akan ditentukan bagaimana pemenuhannya, apakah bisa mencukupi dari dalam negeri atau harus impor. Biasanya kita selama ini memenuhi kebutuhan lewat impor," kata Budi, Sabtu (21/11/2020).

AGI sendiri memperkirakan jumlah stok gula pada akir tahun mencapai 1,4 juta ton. Adapun Kementerian Pertanian 1,7 juta ton, sementara Kementerian Perdagangan 900 ribu ton.

Total produksi gula dalam negeri diperkirakan mencapai 2,2 juta hingga 2,5 juta ton. Adapun angka kebutuhan konsumsi mencapai 3 juta ton.

"Tahun ini agak istimewa karena kelihatannya konsumsi gula menurun akibat adanya pandemi. Realisasinya hanya di kisaran 2,7 juta ton," ujarnya.

Menyinggung adanya rencana pemerintah guna membuka keran impor gula oleh pelaku industri makanan dan minuman, Budi mengatakan bahwa hal itu harus diperhitungkan secara matang. Sebab itu akan berdampak pada pabrik pengolahan gula di Tanah Air dan juga petani tebu.

"Kalau nanti industri bisa impor langsung, nanti pabrik gula giling apa. Belum lagi hal itu akan mempengaruhi harga tebu milik petani," jelasnya.

Sebab harga gula impor pasti jauh lebih murah ketimbang produksi dalam negeri. Sehingga mau tidak mau akhirnya akan menekan harga gula produksi dalam negeri. Dan ujung-ujungnya harga tebu petani akan tertekan juga.

"Jadi harus dilihat lagi pada kebijakan awal mengapa dulu dibuat industri pengolahan gula dalam negeri. Kalau semua bisa mengimpor bisa kontraproduktif," tegasnya.

Tambahan lagi, timbul masalah baru dalam pengawasan impor bila diberikan kepada banyak pihak. Tanpa pengawasan yang ketat, bisa saja gula impor itu akan merembes menjadi gula konsumsi. Dan itu menimbulkan tekanan lagi terhadap petani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bank Indonesia Dorong Komoditas Kopi Mendunia

Saat ini, terdapat 14 dari 62 UMKM penghasil kopi binaan BI yang telah menembus pasar ekspor.

EKONOMI | 21 November 2020

Pelabuhan Patimban Berperan Dongkrak Daya Saing Industri Otomotif Nasional

Kemperin menilai peran pelabuhan sangat penting dalam perdagangan internasional.

EKONOMI | 21 November 2020

Pengembang, Perbankan dan Tokoh Raih IPBA XV 2020

Ajang penghargaan IPBA XV 2020 merupakan apresiasi atas kepedulian sejumlah tokoh, pengusaha, bankir dan perusahaan serta lembaga pemerintahan.

EKONOMI | 21 November 2020

DADA Garap Proyek Rp 300 Miliar di Kawasan Lebak Bulus

Diamond Citra Propertindo (DADA) memulai pembangunan Apple3 Condovilla, dengan target serah terima unit pada tahun 2023.

EKONOMI | 21 November 2020

Tips Jitu Berjualan Lewat Medsos

Medsos tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai ajang bersosialisasi secara virtual saja. Tapi juga menjadi media berjualan yang sangat menjanjikan.

EKONOMI | 21 November 2020

Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Vokasi Hadapi Tantangan Industri

Harus ada kolaborasi yang solid antara SMK, pemerintah dengan industri dalam menyusun roadmap pengembangan dunia vokasi khususnya di bidang fashion.

EKONOMI | 21 November 2020

Signify Beri Perlindungan Ekstra untuk Pengguna Profesional

Sinar UV-C menguraikan DNA dan atau RNA mikro-organisme, termasuk virus dan bakteri, sehingga mereka tidak lagi berbahaya.

EKONOMI | 21 November 2020

Minyak Rebound Catat Kenaikan Minggu Ketiga Didukung Harapan Vaksin

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 76 sen atau 1,7% menjadi US$ 44,96 per barel.

EKONOMI | 21 November 2020

Harga Emas Menguat Saat Negosiasi Stimulus AS Dilanjutkan

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 10,9 atau 0,59% menjadi US$ 1.872,40 per ounce.

EKONOMI | 21 November 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 74,47 Triliun

Pada pekan ini, terdapat dua pencatatan obligasi di BEI.

EKONOMI | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS