Ahli Gizi: Susu Sapi Bisa Jadi Pilihan Menu Buka Puasa
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Ahli Gizi: Susu Sapi Bisa Jadi Pilihan Menu Buka Puasa

Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:56 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Susu sapi bisa menjadi salah satu menu pilihan buka puasa selama bulan Ramadan. Selain mengandung gula alami, susu sapi juga bernutrisi lengkap yakni kaya akan nutrisi makro dan mikro. Nutrisi makro terdiri atas protein, lemak, dan karbohidrat, sementara nutrisi mikro terdiri atas vitamin dan bermacam-macam mineral.

"Susu sangat baik membantu menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh selama berpuasa," kata‎ ahli gizi Rizal Alaydrus dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (18/5).

Rizal menjelaskan setelah seharian berpuasa, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. “Minum susu dalam kondisi perut kosong sangat baik karena penyerapan zat gizi oleh tubuh lebih maksimal,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, saat ini, banyak sapi yang menghasilkan kandungan protein A1 karena adanya mutasi genetik. Adapula susu sapi yang hanya mengandung protein A2 yang didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik.

Susu dengan protein A1 lebih mudah menyebabkan gejala mual, kembung, dan diare karena kandungan beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein lainnya di dalam pencernaan. Gejalanya pun menyerupai intoleransi terhadap laktosa.

Sementara susu sapi A2 menyerupai human milk atau air susu ibu (ASI) karena kandungannya mudah dicerna dibandingkan susu sapi A1. Itu sebabnya, mengonsumsi susu sapi A2 umumnya tidak mendatangkan gejala seperti mual, kembung, hingga diare.

Rizal mengemukakan, KIN Fresh Milk adalah salah satu produk yang berasal dari 100 persen susu segar sapi A2. Sapi A2 merupakan sapi yang telah diseleksi khusus melalui tes DNA yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2. Protein A2 merupakan senyawa protein alami pada susu sapi yang mudah dicerna tubuh, sama seperti komposisi protein dalam ASI.

"Konsumen dapat menikmati manfaat KIN Fresh Milk dengan nyaman tanpa khawatir akan merasa mual atau kembung, sebagai minuman untuk berbuka puasa," ujar Rizal.‎

Marketing Manager KIN, Anton Budiharjo menjelaskan susu merupakan salah satu alternatif minuman sehat yang baik untuk berbuka puasa. Namun tidak semua orang bisa minum susu dengan nyaman. Dia menjamin produk KIN Fresh Milk adalah susu segar dengan 100 persen sapi A2.

"Protein A2 nyaman di perut dan tidak menyebabkan mual ataupun kembung," jelasnya.

Menurutnya, ‎kebanyakan produk susu di pasar Indonesia mengandung protein campuran antara A1 (40 persen) dan A2 (60 persen)‎. Keduanya dihasilkan dari sapi A1 dan sapi A2 yang berbeda genetik.

“Kin Fresh Milk hadir untuk menjadi solusi masalah seperti ini. Komposisi proteinnya sama dengan komponen protein yang ada pada ASI,” tutup Anton.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uji Coba Intervensi Gizi Spesifik Mampu Turunkan Prevalensi Stunting

Sebuah penelitian uji coba intervensi gizi spesifik di Desa Bayumundu memberikan harapan baru dalam mengatasi prevalensi stunting pada anak usia di bawah 2 tahu

KESEHATAN | 17 Mei 2019

Susu Mampu Gantikan Energi yang Hilang Saat Berpuasa

Minum segelas susu sapi saat berbuka bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh selama berpuasa.

KESEHATAN | 17 Mei 2019

YBTS Ajak Anggota SMB Penuhi Kebutuhan Nutrisi Keluarga

YBTS mendorong kesadaran "Mama-Mama" untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi keluarga.

KESEHATAN | 17 Mei 2019

Guru Besar IPB: Cacar Monyet Penyakit Eksotik

Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap penyakit Cacar Monyet.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Botol Susu

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih botol susu untuk si kecil.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Perokok Anak Capai 15,8 Juta di 2030, Pemerintah Didesak Ratifikasi FCTC

Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di seluruh dunia.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Presiden Terpilih Didesak Naikkan Cukai Rokok Hingga 70%

Saat ini, rata-rata cukai rokok di Indonesia masih berkisar di angka 40%.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Tidak Perlu Panik, Cacar Monyet di Bawah Ebola dan MERS

Angka kematian penyakit ini relatif kecil, berkisar 1-10% dan umumnya pada penderita muda.

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Paparan Cahaya LED Dapat Merusak Mata

Pengawas kesehatan Pemerintah Prancis mengatakan, pancaran cahaya biru pada bola lampu jenis LED dapat merusak retina mata dan mengganggu ritme tidur alami

KESEHATAN | 16 Mei 2019

Kemkes Minta Dinkes dan UPT Siaga Cacar Monyet

Kemungkinan penyebaran penyakit monkeypox ke Indonesia bisa terjadi.

KESEHATAN | 15 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS