Kemkes: Waspadai Pneumonia dari Tiongkok
INDEX

BISNIS-27 503.107 (3.64)   |   COMPOSITE 5679.25 (39.48)   |   DBX 1039.52 (6.03)   |   I-GRADE 166.189 (1.51)   |   IDX30 492.322 (4.24)   |   IDX80 129.082 (1.23)   |   IDXBUMN20 363.759 (3.05)   |   IDXG30 133.243 (1.23)   |   IDXHIDIV20 440.08 (4.72)   |   IDXQ30 143.762 (1.37)   |   IDXSMC-COM 242.127 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (2.95)   |   IDXV30 123.61 (1.71)   |   INFOBANK15 979.67 (1.27)   |   Investor33 423.592 (3.04)   |   ISSI 165.745 (1.68)   |   JII 604.859 (8.29)   |   JII70 207.745 (2.62)   |   KOMPAS100 1155.02 (10)   |   LQ45 903.46 (7.58)   |   MBX 1578.72 (11.24)   |   MNC36 316.411 (2.6)   |   PEFINDO25 310.113 (2.97)   |   SMInfra18 286.549 (2.16)   |   SRI-KEHATI 362.507 (2.38)   |  

Kemkes: Waspadai Pneumonia dari Tiongkok

Kamis, 9 Januari 2020 | 10:08 WIB
Oleh : Dina Manafe / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengimbau masyarakat, tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan (faskes) untuk mewaspadai penyakit pneumonia berat yang kini meningkat kasusnya di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyakit ini berpotensi menular ke Indonesia. Namun, masyarakat diminta tidak panik karena pemerintah melalui Kemkes telah melakukan langkah antisipasi terutama mencegah sejak dari pintu batas negara.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Anung Sugihantono kepada SP, Kamis (9/1/2020) mengatakan, penularan ke Indonesia bisa saja terjadi. Secara teori, jika ada manusia atau hewan yang tertular pneumonia di Wuhan dan melakukan perjalanan ke Indonesia akan membawa flu tersebut masuk ke Indonesia. Yang ditakutkan penularannya meluas dan berpotensi kejadian luar biasa (KLB).

Untuk itu Kemkes mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk Hong Kong, Wuhan, atau Beijing, untuk memperhatikan perkembangan penyebaran penyakit ini di negara tersebut. Berkonsultasi dengan dinas kesehatan atau kantor kesehatan pelabuhan setempat.

Anung juga menyarankan selama di Tiongkok, hindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Jika selama perjalanan di Tiongkok merasa berinteraksi dengan orang-orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Dan jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas agar segera berobat dan perhatikan informasi yang disampaikan ke dinas kesehatan atau Kemenkes,” kata Anung.

Masyarakat juga diimbau untuk mencermati gejala-gejala yang ditimbulkan dari kasus baru pneumonia berat, seperti demam, batuk, dan sulit bernafas. Apabila merasakan gejala seperti ini, segera berobat ke faskes terdekat. Untuk pencegahan, yang paling penting masyarakat harus berperilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari makan-makanan bergizi seimbang, konsumsi buah dan sayur cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, istirahat cukup, dan segera berobat jika sakit.

Kemkes mengingatkan seluruh jajarannya terutama faskes dan tenaga kesehatan agar mencermati perkembangan penyakit pneumonia berat dari Wuhan ini. Jika tenaga kesehatan menemukan pasien dengan gejala pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya segera lakukan tata laksana sesuai prosedur operasional standar yang berlaku. Laporkan kejadian secara berjenjang ke dinas kesehatan setempat untuk diteruskan ke Kemkes.

Kantor kesehatan pelabuhan juga harus meningkatkan kewaspadaan di tiap pintu masuk negara baik bandara, pelabuhan laut maupun pos batas negara untuk memastikan kesehatan manusia maupun hewan yang masuk ke Indonesia.

“Lakukan deteksi dini, pencegahan, dan respon jika ditemukan pasien dengan gejala pneumonia berat seperti di Wuhan. Jika ditemukan pasien seperti di Wuhan, segera lakukan perawatan, pengobatan, isolasi, dan lakukan investigas, dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran meluas dan berpotensi menjadi KLB,” kata Anung.

Kemkes dan jajarannya terus melakukan pencegahan dan respon terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri termasuk Tiongkok ke Indonesia melalui bandara udara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas negara. Kemudian memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisme baru dari hasil pemerikaan lab pasien pneumonia berat. Juga memantau perkembangan penyakit pnuemonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar segera dapat dilakukan langkah yang perlu dilakukan.

Sebelumnya dilaporkan dari Kota Wuhan, Tiongkok, ditemukan pasien-pasien dengan radang paru berat pada akhir Desember 2019. Belum diketahui pasti apa penyebab dan dari mana penularannya. Awalnya jumlah pasien hanya 27 orang, dan kini telah meningkat menjadi 44 orang lebih.

Hasil kajian menunjukkan, penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernafasan biasa. Penelitian lebih lanjut juga tengah dilakukan mengenai kemungkinan kesamaan penyakit tersebut dengan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan Coronavirus dan pernah mewabah di dunia pada tahun 2003. Hasil investigasi sementara menyebutkan sebagian dari pasien di Wuhan bekerja di pasar ikan yang juga menjual berbagai jenis hewan lainnya termasuk burung.

Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama otoritas di Wuhan masih melakukan pengamatan dengan cermat terkait kejadian ini.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kini, Pasien JKN Bisa Cek Jadwal Operasi Lewat Aplikasi

Dengan adanya penyesuaian iuran maka tantangan BPJSK saat ini bukan lagi soal defisit, melainkan pelayanan yang lebih berkualitas.

KESEHATAN | 8 Januari 2020

Eka Hospital Perluas Jangkauan Pelayanan ke Bekasi

Total keseluruhan investasi pembangunan Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi mencapai sekitar US$ 40 juta.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Hati-hati Efek Samping Obat GHB

Pelaku kejahatan seksual Raynhard Sinaga melancarkan aksinya menggunakan obat GHB

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Komunitas Berperan sebagai Motor Penggerak Hidup Sehat

Komunitas berperan sebagai pemantik semangat dalam pengadopsian gaya hidup sehat.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Iuran Naik, Hanya 3% Peserta BPJS Kesehatan yang Turun Kelas

Peserta lebih baik rutin bayar iuran meskipun di kelas lebih rendah, daripada memilih kelas lebih tinggi tetapi tidak sanggup membayar dan akhirnya menunggak.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Tak Ada Subdisi JKN, Peserta Kurang Mampu Masuk PBI

Saat ini, masih ada 6 juta orang PBI yang akan dilakukan pembersihan data.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Leptospirosis, Penyakit Mematikan tetapi Sering Salah Didiagnosis

Gejalanya mirip dengan flu biasa, seperti menggigil, batuk, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, serta mata merah dan iritasi.

KESEHATAN | 6 Januari 2020

Pascabanjir, Pemda Diimbau Waspadai Potensi KLB Leptospirosis

Sampai Oktober 2019 tercatat 686 kasus leptospirosis dengan 110 kematian.

KESEHATAN | 6 Januari 2020

Pekerja Komuter Cenderung Alami Masalah Tidur

Orang dengan jam kerja lebih lama dan perjalanan panjang lebih cenderung memiliki kelebihan berat badan.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Pentingnya Trauma Healing Anak Korban Banjir

Kegiatan pemulihan trauma korban banjir juga melibatkan anggota PMI, Karang Taruna, dan Yayasan Abhipraya Responsif.

KESEHATAN | 5 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS