LIPI: Riset 8 Fitofarmaka untuk Obat Hipertensi dan Kanker
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

LIPI: Riset 8 Fitofarmaka untuk Obat Hipertensi dan Kanker

Kamis, 20 Februari 2020 | 09:46 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / RSAT

Bogor, Beritasatu.com - Indonesia menargetkan setelah tahun 2024 ada sekitar 8-10 jenis obat herbal dan fitofarmaka (obat herbal terstandar) baru yang berasal dari kekayaan alam Indonesia. Riset obat herbal dan fitofarmaka ini digarap konsorsium dalam rencana induk riset nasional (RIRN) tahun 2020-2024.

Saat ini sejumlah peluang kekayaan alam Indonesia yang digali punya potensi untuk pengobatan herbal dan fitofarmaka antara lain jahe merah, rosela merah, teripang, mengkudu, pegagan, seledri, dan minyak atsiri. Bahkan dari bahan kekayaan alam ini ada yang bisa dipakai sebagai bahan kosmetik.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan, banyak dari kekayaan alam (biodiversitas) Indonesia yang punya peluang dijadikan obat herbal dan fitofarmaka. Namun sayangnya, masih sedikit yang diketahui manfaatnya.

"Memang untuk mengetahui senyawa aktif di dalam sumber kekayaan alam atau bahan baku obat itu butuh proses yang panjang," kata Tri Handoko di sela-sela seminar "Drug Discovery Development In Indonesia from Biodiversity to Medicine" di kawasan LIPI, Cibinong, Bogor, Rabu (19/2/2020).

Handoko memperkirakan, ada sekitar 32.000 spesies yang punya potensi sebagai bahan baku obat. Namun baru sekitar 700 spesies digunakan untuk jamu, 30 obat herbal dan hanya belasan yang menjadi fitofarmaka.

Untuk mempercepat penggalian potensi tersebut kata dia, LIPI mengandeng riset dalam dan luar negeri, akademisi hingga perusahaan. LIPI saat ini sudah punya infrastruktur berupa laboratorium yang bisa menunjang kolaborasi riset tersebut.

Sejalan dengan itu, LIPI juga menjadi satu dari sejumlah lembaga riset bersama universitas dan swasta terlibat dalam konsorsium obat herbal terstandar dan fitofarmaka dalam RIRN.

Dalam riset bahan baku obat lanjutnya, memang banyak kendala. Oleh karena itu kolaborasi dalam konsorsium diharapkan bisa memecahkan kendala itu. Pelibatan swasta atau perusahaan juga untuk memastikan pasar jika obat herbal dan fitofarmaka itu sudah berhasil ditemukan.

Kepala Kelompok Penelitian, Penemuan dan Pengembangan Obat LIPI Masteria Y Putra mengungkapkan, dari riset ini ada harapan banyak sumber daya keanekaragaman hayati Indonesia yang tergali. Dengan begitu bisa mensubtitusi bahan baku obat di dalam negeri yang 90% lebih bergantung impor.

Pelibatan LIPI dalam konsorsium ini juga karena LIPI sudah memiliki koleksi spesimen mikroba yang hidup atau telah diekstraksi untuk menemukan senyawa aktifnya.

Terkait riset bahan baku obat, saat ini LIPI sudah menemukan jahe merah dan rosela merah punya kandungan antihipertensi. Sedangkan teripang dari laut Indonesia punya kandungan senyawa antikanker.

"Teripang di laut Lombok kita coba teliti. Karena teripang ini sudah over fishing karena nelayan tidak tahu jenisnya," ungkap Masteria.

Dari riset awal yang dilakukan LIPI, teripang ini punya indikasi senyawa aktif yang bisa membunuh sel kanker. Proses uji in vitro (uji jaringan dan sel di laboratorium) sudah dilakukan. Di tahun 2020 akan masuk uji in vivo (eksperimen menggunakan organisme hidup).

Dari indikasinya memiliki senyawa aktif antikanker pankreas, usus, payudara dan paru-paru.

Ia menambahkan, suatu bahan baku obat ditetapkan menjadi fitofarmaka butuh waktu 4-5 tahun. Sedangkan untuk dijadikan obat butuh waktu lebih lama lagi mencapai 15 tahun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

54% Angkatan Kerja Adalah Mantan Penderita Stunting

Menko PMK mengatakan, dari 136 juta angkatan kerja (usia 15-65 tahun) tahun 2019, sebesar 54 persen adalah penderita stunting sejak masa balita.

KESEHATAN | 20 Februari 2020

Jahe Merah dan Rosella Mampu Turunkan Hipertensi

LIPI sudah menemukan jahe merah dan rosela merah punya kandungan antihipertensi.

KESEHATAN | 19 Februari 2020

Tiga WNI Terinfeksi Corona Tenang dan Stabil

Minister Counsellor KBRI di Tokyo Eko Junor mengatakan kabar para WNI yang terinfeksi virus corona dalam kondisi tenang dan stabil.

KESEHATAN | 19 Februari 2020

Kemkes Laporkan 112 Kasus Dugaan Covid-19

Dari jumlah itu, 110 di antaranya dinyatakan negatif, dan 2 lagi masih dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 19 Februari 2020

Ini Manfaat Sarapan Rutin bagi Orang Dewasa

Orang dewasa yang secara teratur sarapan sehat setiap pagi, lebih mungkin mengonsumsi cukup vitamin dan mineral, mengontrol berat badan, dan hanya sedikit makan lemak dan kolesterol.

KESEHATAN | 19 Februari 2020

Rapat dengan DPR, Pemerintah Sepakat Iuran Kelas 3 Mandiri Tetap Naik

Pemerintah sepakat tetap menaikkan iuran kelas 3 sebesar Rp 42.000 per orang per bulan sebagaimana diatur dalam Perpres 75/2019.

KESEHATAN | 18 Februari 2020

Pemerintah Masih Terus Waspadai Perkembangan Covid-19

Sampai hari ini Indonesia masih aman dan belum memiliki kasus positif Covid-19 atau virus korona.

KESEHATAN | 17 Februari 2020

Siloam Hospitals Labuan Bajo Rayakan HUT Ke-4

Acara ini merupakan puncak kegiatan dari serangkaian kegiatan seperti bakti sosial dan pengobatan gratis dan gathering karyawan.

KESEHATAN | 17 Februari 2020

Kemkes: 104 Kasus Suspect Virus Korona Negatif Semua

Kementerian kesehatan mengatakan hingga hari ini kasus terduga virus korona mencapai 104 orang dan semuanya negatif.

KESEHATAN | 17 Februari 2020

Wiranto Sebut Indonesia Masih “Siaga Darurat” Virus Korona

Tahap siaga darurat artinya seluruh masyarakat agar siaga, jangan sampai virus korona masuk ke Indonesia

KESEHATAN | 17 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS