Tak Perlu Tunggu Bill Gates, Pengusaha Muda Ini Usulkan Cara Atasi Covid-19 di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Tak Perlu Tunggu Bill Gates, Pengusaha Muda Ini Usulkan Cara Atasi Covid-19 di Indonesia

Rabu, 8 April 2020 | 19:59 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Microsoft Bill Gates melalui yayasannya, Bill & Melinda Gates Foundation, berencana membangun 7 pabrik vaksin untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal tersebut tentu kabar baik bagi dunia yang sedang dicekam rasa ketakutan akibat virus corona baru tersebut.

Namun demikian, pengusaha muda Satrio Wibowo yang merupakan pendiri “Energy Kita Foundation” menyatakan Indonesia tidak perlu menunggu hasil temuan vaksin dari Bill Gates tersebut. Menurut Satrio, selain membutuhkan waktu yang lama juga belum tentu vaksin tersebut akan cocok bagi gen orang Indonesia.

“Kita tidak perlu menunggu vaksin dari Bill Gates tersebut untuk mengatasi pandemi Covid-19, itu akan butuh waktu yang lama, mungkin sekitar 18 bulan sementara banyak saudara-saudara kita yang perlu diselamatkan dan belum tentu vaksin tersebut akan cocok bagi gen orang Indonesia” ujar Satrio di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Menurut Satrio, yang dibutuhkan Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini bukanlah bantuan dari pihak asing seperti vaksin dari Bill gates. Hal tersebut justru akan membuat Indonesia mengalami ketergantungan pihak asing. Bagi Satrio Indonesia sudah memiliki modal sosial dalam mengatasi Covid-19 ini yaitu sifat kegotong royongan.

“Semua stakeholder membantu pemerintah secara bergotong royong untuk mengatasi pencegahan virus corona secara bersama-sama. Tinggalkan ego sektoral, kita harus mengutamakan kepentingan kemanusiaan di atas segalanya. Harus bertindak cepat dan tepat. Yang terpenting juga bagaimana memberikan dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda depan penanganan virus corona. Jangan sampai mereka sakit” ungkap Satrio.

Dalam upayanya melakukan pencegahan Covid-19, Satrio juga memperkenal produk hasil inovasi “Energy Kita Foundation” yang terbuat dari selenium. Produk minuman yang sedang diuji di Laboratorium kemenkes tersebut diklaim dapat meningkat imunitas tubuh sehingga tubuh tidak mudah terpapar virus, termasuk virus corona.

“Saat ini kami di Energy Kita Foundation sedang mencoba mengembangkan produk minuman yang dibuat dari selenium yang merupakan zat yang bisa meningkatkan imunitas tubuh, saat ini produk tersebut sedang diuji coba di lab Kemenkes” terang Satrio.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Beda Batuk Kering dan Batuk Berdahak

Ini bedanya batuk kering dan batuk berdahak.

KESEHATAN | 8 April 2020

Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Masyarakat Diimbau Waspada

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mendukung strategi yang telah disusun pemerintah.

KESEHATAN | 8 April 2020

Kemkes: Orang Terinfeksi Corona Bisa Tularkan ke Hewan

Kemkes menyatakan bahwa mereka yang telah terinfeksi virus corona (Covid-19) termasuk yang tanpa gejala bisa menularkan virus tersebut ke hewan peliharaan.

KESEHATAN | 8 April 2020

Indonesia Dapat Alat Tes Covid-19 Baru Berkapasitas 10.000 Spesimen per Hari

Apabila semua alat tes corona telah terpasang maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000 spesimen virus corona.

KESEHATAN | 8 April 2020

BCL dan Super Antioksidan Bantu Melawan Virus Covid-19

Formula BCL berfungsi sebagai receptor blocker untuk menghalau Covid-19, agar tidak menempel di paru-paru.

KESEHATAN | 8 April 2020

WHO: Dunia Kekurangan 6 Juta Perawat untuk Pasien Corona

WHO memperingatkan dunia saat ini membutuhkan hampir 6 juta perawat dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19).

KESEHATAN | 8 April 2020

Meikarta Peduli Bantu Siloam Bangun 6 RS Darurat Baru

Total RS darurat yang dibangun Siloam mencapai 39 buah.

KESEHATAN | 8 April 2020

5 Kabar Baik tentang Covid-19

Di tengah pandemi virus corona terdapat kabar baik yang positif.

KESEHATAN | 8 April 2020

Prajogo Tambah Sumbangan untuk Covid-19 Menjadi Rp 40 Miliar

Bantuan diberikan kepada rumah sakit BUMN yang menjadi rujukan penanganan pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 8 April 2020

Akankah Saya Mati Esok Pagi?

“Ya Tuhan, ada bercak yang menyebar di paru-paru saya, yang artinya terinfeksi Covid-19," kata Indra Sihombing.

KESEHATAN | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS