Optimalisasi Kredit Jadi Solusi di Tengah Dampak Besar Covid-19
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Optimalisasi Kredit Jadi Solusi di Tengah Dampak Besar Covid-19

Rabu, 22 Juli 2020 | 21:05 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengakui Covid-19 telah berdampak besar pada bidang usaha termasuk di Jakarta. Menurut Sarman, dampak tersebut di luar dugaan banyak pihak.

"Di tengah kondisi ini, kita tahu bahwa ribuan bidang usaha menengah dan besar stagnan, kemudian ratusan ribu UMKM kita mati suri dan kita lihat sendiri PHK sudah mencapai 500.000 dan masih akan terbuka ini bertambah apabila masalah kebijakan covid ini tidak jitu," ujar Sarman dalam diskusi virtual Balkoters bertajuk "Optimalisasi Kredit Usaha Mikro Untuk Pulihkan Ekonomi Jakarta", Rabu (22/7/2020).

Selain itu, kata Sarman pandemi mengakibatkan investasi tertahan, ekspor menurun dan daya beli masyarakat turun drastis. Konsekuensi lanjut, menurut dia, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, bukan saja dialami oleh dunia usaha, tetapi juga pemerintah daerah dan pusat karena banyak sumber pajak yang ada sudah tidak beroperasi lagi.

"Nah kita melihat hampir semua sektor yang menggerakakan ekonomi di Jakarta itu terpuruk mulai pariwisata, hotel, restoran. Kafe, bar konser, hingga ke UMKM, semua sangat terpuruk sekali. Walau ada beberapa yang bertahan seperti e-comerce, logistik farmasi, alat kesehatan, sembako dan layanan antarmakanan," kata Sarman.

Kondisi di Jakarta ini, menurut Sarman, akan mempengaruhi kondisi ekonomi nasional. Pasalnya,18,10 persen kegiatan ekonomi negara ada di Jakarta (triwulan I 2020) dan 70 persen perputaran uang Indonesia berada di Jakarta

Karenanya harus dicari solusi bersama, pastikan penyebaran Covid-19 semakin menurun dan terkendali, kemudian buat kebijakan yang pro kepada bidang usaha. "Kita berharap kepada Pemprov DKI bidang perekonomian untuk bagaimana kebijakan-kebijakan ke depan di bidang ekonomi harus dievaluasi supaya jangan menghambat bidang usaha," imbuh Sarman.

Hal senada disampaikan juga Kadiv Pengembangan Ekonomi BI Jakarta Djoko Raharto yang melihat adanya dampak negatif pada "supply stock" dan "demand stock". Hal ini diakibatkan kegiatan produksi yang berhenti secara otomatis dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghentikan pandemi Covid-19.

"Otomatis pendapatan masyarakat turun, konsumsi terdampak. Demikian juga investasi, di mana dunia usaha menunda untuk melakukan investasi sampai kondisi normal. Kemudian UMKM memang dampaknya itu tergantung usahanya. UMKM sektor pertanian untuk makanan jadi dampaknya lebih rendah karena mereka punya alternatif pemasaran digital. Sementara untuk kerajinan terdampak cukup berat padahal UMKM ini memiliki cukup banyak jumlah pekerja," terang Djoko.

Karena itu, kata Djoko, kebijakan yang bisa diambil pemerintah dalam jangka pendek adalah mendukung stimulus ekonomi agar dunia usaha bisa terkurangi dampaknya. Untuk jangka panjang, kata dia, harus ada pemulihan ekonomi, termasuk saat ini PSBB transisi yang diharapkan bisa berjalan dengan lancar.

"Termasuk dengan memberikan pembiayaan kredit, juga pelatihan pemasaran dan produksi bagi UMKM," tutur dia.

Untuk pembiayaan kredit bagi usaha oleh perbankan, tutur Djoko, mencapai Rp 1.811 triliun dan dari jumlah itu sebesar Rp 149 triliun di antaranya disalurkan pada UMKM. Lalu dari Rp 149 triliun ini, untuk kredit mikro berjumlah Rp 113 triliun atau hampir 65 persen.

"Nasabah untuk UMKM di DKI itu ada 1.351.223 rekening, di antaranya 878.301 rekening ini adalah nasabah mikro. Meski banyak, dari sisi performa, non performance loan (NPL) mikro ini paling kecil hanya 2,1 persen. Kalau total kredit NPL-nya 2,74 persen, UMKM 3,5 persen, untuk mikronya 2,1 persen. Jadi sektor ini cukup baik dalam performa pembiayaan kredit," jelas Djoko.

Bank DKI selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengatakan dalam merespon Covid-19 telah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait dampak Covid-19 terhadap portofolio kredit yang dimiliki, mulai bulan Januari 2020 ketika kasus Covid-19 belum terkonfirmasi di Indonesia.

Pemimpin Grup Kredit UMKM Bank DKI Wahyudi Dwi Irawan mengatakan saat mulai merebak Covid-19, Bank DKI telah membuat respon cepat untuk membuat peraturan perusahaan serta petunjuk pelaksanaan tahapan stimulus bagi kredit sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2020 termasuk pada UMKM.

Pertama, kata Irawan, melakukan quick check portofolio kredit yang kita miliki. Kedua, Bank DKI melakukan pemetaan sektor yang terdampak menghitung eksposur risiko bagi industri yang sangat terdampak Covid-19.

"Ketiga, kami lakukan identifikasi per debitur berinteraksi menanyakan bagaimana dengan kondisi usahanya dan keluarganya, apakah aman dari pandemi. Keempat, penyusunan skenario pelaksanaannya," kata Irawan.

Irawan merinci, relaksasi yang diberikan di antaranya kepada debitur kredit mikro, kecil dan konsumer. Bank DKI, kata dia, juga melakukan penangguhan terhadap pokok pinjaman dan menurunkan suku bunganya. Kemudian menambah tenor pinjaman.

Relaksasi ini diberikan sesuai dengan kategori pelaku UKM tersebut. Misalnya debitur yang sistem perputaran uangnya (cash flow) terhenti sejak pandemi Covid-19 mulai ada di Jakarta. Sementara bagi pelaku usaha yang omsetnya turun 20 persen hingga 80 persen, pihaknya akan menurunkan suku bunga pinjaman.

"Dari debitur yang kami hubungi ada 41 persen debitur yang terdampak. Semua kami tangguhkan pokok pinjaman dalam jangka waktu enam bulan, tapi setiap tiga bulan akan kami review kembali," ungkap dia yang juga menyebutkan nominal kredit yang dipegang (outstanding) Bank DKI saat ini adalah Rp 1,3 triliun

Selain itu, untuk debitur yang saat ini diberikan relaksasi, Bank DKI menyebut mereka masih tetap bisa mengakses permodalan tambahan apabila nanti kembali lagi kondisinya normal untuk menggerakkan sektor ekonomi di Jakarta.

"Kami juga sudah siapkan dana untuk pelaku usaha baru yang memulai bisnis di masa normal baru," ujarnya.

Data dari Pemprov DKI Jakarta, outstanding yang diberikan oleh bank umum baik kredit mikro, usaha kecil maupun menengah dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatan UMKM sendiri di Jakarta berdasarkan sensus Tahun 2016 mendominasi dengan jumlah sekitar 1,15 juta usaha atau sekitar 93,46 persen di Jakarta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kejari Bekasi Dalami Kasus Pembangunan SMPN 3

Agenda besar Kejari Kabupaten Bekasi lainnya adalah melakukan pendampingan ke masyarakat agar pandemi Covid-19 tidak membuat penderitaan berkepanjangan.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Demokrat Minta Anies Gandeng Provider Gratiskan Paket Data

Di beberapa negara maju, ada program berupa student price, salah satunya paket internet dengan harga pelajar.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Persiapan Iduladha, Baznas BAZIS DKI Borong 150.000 Bongsang Milik Pengrajin

Ahmad Luthfi Fatullah mengatakan, mengganti kantong plastik dengan bongsang, maka Baznas BAZIS setidaknya telah melakukan dua upaya.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Edarkan US$ Palsu Setara Rp 9,8 M, Oknum Wartawan Ditangkap

Oknum wartawan media online diamankan oleh personel Polres Metro Kota Tangerang setelah mengedarkan uang US$ palsu setara Rp 9,8 miliar.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Realisasi Pendapatan DKI 83% dari Target 2019

Pendapatan Daerah dalam Tahun Anggaran 2019 ditargetkan sebesar Rp 74,99 triliun dan terealisasi sebesar Rp 62,30 triliun atau 83,07%.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Cegah Covid-19, Anies: Warga Perlu Saling Mengingatkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan menegaskan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 perlu partisipasi aktif dari warga.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Kasus Kematian Yodi Prabowo, Penyidik Masih Tunggu Pemeriksaan CCTV

Penyidik telah memeriksa 34 saksi terkait kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Komplotan Pembobolan Rumah Kosong Dibekuk Polres Kota Bandara Soetta

Aksi terakhir komplotan ini adalah menyasar gedung baru Markos Komando Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

PKS Kembali Usung Idris di Pilkada Depok?

Meseki demikian, sampai saat ini belum ada SK dari DPD PKS Depok untuk mengajukan Mohammad Idris di Pilkada Depok.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020

Ini Penyebab Klaster Covid-19 di Kelurahan Wijaya Kusuma

Klaster Covid-19 di Kelurahan Wijaya Kusuma, Jakarta Barat dipicu acara tahlilan yang banyak dihadiri warga setempat.

MEGAPOLITAN | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS