Pelaku Teror Penembakan di Tangsel Mengaku Salah dan Menyesal
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pelaku Teror Penembakan di Tangsel Mengaku Salah dan Menyesal

Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:08 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Tangerang Selatan, telah menangkap tiga pelaku teror penembakan yang terjadi dalam kurun waktu tiga pekan belakangan ini. Para tersangka berinisial EF (27), Ch (19), dan Cl (19), mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.

"Menyesal sekali. Ya kita harus meminta maaf karena kita salah, karena kita meresahkan semuanya," ujar tersangka EF, Selasa (11/8/2020).

Ketika ditanya alasan kenapa menembak, apakah terinpirasi main game, EF mengatakan tidak. "Nggak, nggak. Yang nggak pakai helm dan yang lain-lainnya (sasaran tembak). Yang arogan berkendaranya," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu korban berinisial WO meminta agar polisi memproses pelaku sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

"Harapannya ya penegakan hukum yang benar. Tindaklanjuti sesuai hukum," katanya.

WO menjelaskan, pada saat kejadian dirinya tidak mengira kalau ditembak dari arah belakang ketika melintas di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan.

"Waktu ditembak kiranya dilempar, nggak tahu kalau itu peluru. Terus ya sudah lanjut jalan saja ke rumah saudara. Sampai sana keluar keringat dingin rasanya beda gitu. Sewaktu buka baju, bukannya bekas lemparan tapi bekas peluru," jelasnya.

Panik, WO kemudian langsung menuju ke Rumah Sakit Mentari di kawasan Legok. Dia melakukan rontgen untuk mengetahui keberadaan pelurunya.

"Ternyata pelurunya tembus 0,7 milimeter kalau nggak salah, tembus ke paru. Di dalam memang kena, operasinya bedah besar. Cuma waktu itu lumayan besar dananya, jadi kita nggak kepikiran untuk langsung operasi. Jadi kita keluar sebentar, kumpul keluarga dan informasikan ke teman dan saudara kira-kira uang sebesar itu bisa ada tidak dalam sehari dua hari untuk operasi. Minggu sore, langsung dibawa ke rumah sakit di Cipondoh," katanya.

WO menegaskan, tidak mengira kena tembak pada saat kejadian. "Waktu itu nggak kepikiran kena tembakan soalnya Jalan Raya Serpong itu kan ramai. Saya nggak begitu dengar," jelasnya.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menegaskan, akan memproses hukum ketiga tersangka sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Silahkan ya, kalau perdamaian. Namun, kita ketahui perbuatan mereka telah meresahkan masyarakat. Kita akan proses terus perkara ini," katanya.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 dan atau Pasal 353 ayat 2 dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan atau penganiayaan secara bersama-sama, kemudian Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait memiliki dan menggunakan senjata api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

27 Pegawai dari Delapan Puskesmas di Kota Bogor Positif Covid-19

27 orang pegawai dari 8 Puskesmas di Kota Bogor positif terpapar infeksi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Minta Masyarakat Tiadakan Lomba dalam Rangka HUT RI

Pemkot Bekasi mengajak masyarakat untuk tidak merayakan HUT RI dengan kegiatan perlombaan ataupun kegiatan lain yang mengumpulkan massa.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Depok dari Zona Merah Jadi Oranye

Status Kota Depok berubah dari zona merah atau risiko tinggi kembali ke status risiko sedang atau zona oranye.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Ini Penyebab Positif Covid-19 DKI Tertinggi di Indonesia

Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia karena terdapat tambahan jumlah kasus yang ditangani di RS Darurat Wisma Atlet.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Menhub: Kapasitas KRL Sudah Maksimal

Kapasitas kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek saat ini sudah maksimal dengan adanya pembatasan dengan daya tampung 400.000 penumpang per hari.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Ini Motif Pelaku Penembakan di Tangsel

Pelaku penembakan mengklaim ingin membubarkan balapan liar yang sempat meresahkan warga.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Ganjil Genap, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Meningkat hingga 6,25%

Selama seminggu kemarin tentu ini belum bisa dijadikan patokan.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

250 Warga Tidak Ber-KTP di Bantaran Rel Senen Terima Bansos

Kebanyakan warga yang bermukim di sana merupakan pendatang yang mencoba mengadu nasib di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Ribuan Kendaraan Langgar Ganjil Genap Ditilang

Sebanyak 140 anggota dikerahkan khusus untuk mengawasi sistem ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

5 Petugas di Puskesmas Kota Bogor Dilaporkan Positif Covid-19

Dalam tiga hari terakhir penambahan kasus terkonfirmasi positif diketahui berjumlah 36 orang.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS