Mendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka, Wagub DKI: Kita Kaji Sesuai Data dan Fakta
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka, Wagub DKI: Kita Kaji Sesuai Data dan Fakta

Sabtu, 21 November 2020 | 19:54 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengatakan pihaknya akan mengkaji kemungkinan dibukanya kegiatan belajar mengajar di sekolah secara tatap muka di Jakarta pasca Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengizinkan sekolah tatap muka pada Januari tahun 2021. Kajian ini, kata Ariza, akan dilakukan berdasarkan fakta dan data perkembangan Covid-19, dan kesiapan berbagai SDM, sarana dan prasarana pendidikan.

“Sekolah dibuka, nanti kita akan kaji, akan teliti, dan bahas. Tentu ada mekanismenya, di internal kami akan bahas dengan dinas terkait, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan lain-lain. juga dengan para pakar, epidemiologi, dan sebagainya,” ujar Ariza di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Ariza mengungkapkan sejumlah hal perlu disiapkan agar sekolah tatap muka di tengah pendemi Covid-19 bisa dilaksanakan dengan aman. Persiapan tersebut, mulai dari regulasi, sarana dan prasana, para siswa atau pelajar dan juga orang tuanya.

“Kalau memang merasa sudah dimungkinkan, nanti kita sama-sama bahas, diskusikan, tentu dilihat situasi kondisinya apakah (sekolah) itu masuk zona merah atau tidak, apakah dimungkinkan, bagaimana sarana dan prasarana pendukungnya, regulasinya, fasilitasnya. Itu kan tidak sembarang buka atau tutup, boleh atau tidak boleh,” tutur dia.

Ariza mengakui bahwa tidak mudah memutuskan sekolah tatap muka dibuka kembali. Pasalnya, perkembangan Covid-19 masih dinamis, tidak hanya di Jakarta, tetapi hampir di seluruh Indonesia. Karena itu, kata dia, keputusan apapun yang diambil Pemprov DKI akan berdasarkan fakta dan data perkembangan Covid-19 di Jakarta.

“Namun, yang penting kemampuan kita untuk menangani, mengendalikan di Jakarta sudah sangat baik. SOP-nya, regulasinya, SDM, petugas, fasilitas, semuanya di Jakarta ini alhamdulillah termasuk provinsi yang sangat baik dalam hal kesungguhan, keseriusan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana fasilitas. Ini dibuktikan dengan angka kesembuhan tinggi dan kematian turun,” jelas dia.

Meskipun demikian, Ariza menegaskan tidak cukup dengan regulasi yang baik, aparat yang banyak dan penegakkan hukum penerapan protokol kesehatan. Menurut dia, partisipasi masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sangat diperlukan untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19.

“Karena itu, kami selalu mengajak agar warga patuh dan taat, disiplin, dan tetap berada di rumah adalah tempat terbaik, sekalipun dimungkinkan pelonggaran, bukan berarti boleh keluar. Tetap berada di rumah, apalagi bagi anak-anak di bawah 9 tahun, orang tua di atas 60 tahun, tempat di rumah. Kita boleh keluar untuk hal yang sangat penting dan genting. Sejauh bisa dikerjakan di rumah, beribadah, bekerja, belajar, kerjakan di rumah,” pungkas Ariza.

Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengumumkan, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, pada Januari 2021.

Keputusan ini sesuai dengan evaluasi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri Mendikbud, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, dalam SKB tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/ kantor Kementerian Agama (Kemag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya.

“Pemberian izin ini bisa secara serentak ataupun bertahap, tergantung kesiapan masing-masing daerah sesuai dengan diskresi kepala daerahnya, berdasarkan evaluasi kepala daerah, mana yang siap mana yang tidak dan tentunya kesiapan sekolah masih dalam menentukan dalam memenuhi semua ceklis untuk melakukan tatap muka dan juga melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ungkapnya saat Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11/2020).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penertiban Baliho Rizieq oleh TNI, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polri

Kompolnas berencana meminta klarifikasi dari Polri terkait penertiban baliho Rizieq Syihab oleh TNI, karena hal itu merupakan tugas dari Polisi dan Satpol PP.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Pemkot Bogor Kaji Pemberlakuan Belajar Tatap Muka

Wali Kota Bogor Bima Arya menilai saat ini pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah tidak maksimal dan semakin lama, PJJ banyak dampak negatifnya.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Pengusaha Minta PSBB Transisi Dicabut, Ini Kata Pemprov DKI

Ariza mengakui memahami permintaan sejumlah pengusaha untuk mencabut PSBB transisi di tengah pendemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Persiapan Debat Perdana, Imam Budi Fokus Jaga Kesehatan

Debat publik pertama Pilkada Depok akan bertema Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Hukum di Kota Depok dalam Era Kebiasaan Baru.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Polisi Ringkus 9 Pemuda Bersenjata Tajam Hendak Tawuran

Tim Pemburu Preman menerima informasi rencana tawuran pemuda dengan membawa berbagai sajam.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

27 Pekerja Migran Terpapar Covid-19, BP2MI Sidak PJTKI di Tangerang

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Tangerang.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

PSBB Diperpanjang Lagi, Wali Kota Tangsel Akan Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

Airin Rachmi Diany juga mengatakan akan memperketat penerapan protokol kesehatan di wilayahnya.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Sebelum Belajar Tatap Muka, Banten Wajibkan Guru Tes Swab Covid-19

Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten berencana melakukan tes swab bagi para guru SMA/SMK dan sederajat.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Diduga Depresi Karena Positif Covid-19, Warga Tangerang Nekat Bunuh Diri

Jenazah wanita tersebut kemudian diketahui bernama Yulianti, yang diduga nekat bunuh diri karena depresi setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19.

MEGAPOLITAN | 21 November 2020

Beroperasi Saat PSBB, Lima Panti Pijat di Tangerang Digerebek Satgas Covid-19

Lima Panti Pijat dan Spa di wilayah Kota Tangerang digerebek Petugas karena beroperasi saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

MEGAPOLITAN | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS