Setahun Buron, Tangan Kanan Mantan Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Setahun Buron, Tangan Kanan Mantan Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK

Kamis, 25 Juli 2019 | 10:14 WIB
Oleh : Fana Suparman / RSAT

Jakara, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Umar Ritonga, tangan kanan mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, Kamis (25/7/2019) pagi. Umar merupakan tersangka kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu yang telah ditetapkan KPK sebagai buronan atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 24 Juli 2018 atau setahun lalu.

"Pagi ini pukul 07.00 WIB, KPK menangkap seorang yang masuk DPO dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara yaitu UMR (Umar Ritonga)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis.

Febri menuturkan, Umar ditangkap tim KPK di rumahnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dalam proses penangkapan Umar ini, tim KPK dibantu anggota Polres Labuhanbatu. Pihak keluarga hingga Lurah setempat juga koperatif dalam proses penangkapan terhadap Umar. Untuk itu, KPK mengapresiasi sikap koperatif tersebut.

"UMR segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut," kata Febri.

Status buron ditetapkan lantaran Umar yang menyandang status tersangka kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu tak kunjung menyerahkan diri meski berulang kali diultimatum Lembaga Antikorupsi. KPK berharap penangkapan Umar ini menjadi pembelajaran juga bagi pelaku lain untuk bersikap koperatif dan tidak mempersulit proses hukum.

"KPK berharap penangkapan DPO ini menjadi pembelajaran bagi pelaku lain untuk bersikap koperatif dan tidak mempersulit proses hukum. Baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi," katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Umar Ritonga sebagai tersangka bersama dengan Pangonal Harahap dan bos PT Binivan Konstruksi Abadi (PT BKA), Effendy Sahputra. Mereka dijerat terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek tahun anggaran 2018 di Labuhanbatu. Namun, Umar Ritonga melarikan diri alias kabur saat akan ditangkap oleh tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Labuhanbatu, Selasa (17/7) lalu. Bahkan, Umar melakukan perlawanan saat mobilnya diadang oleh petugas KPK di luar bank. Saat itu, Umar sedang membawa uang Rp 500 juta yang diduga suap dari Effendy kepada Pangonal.

Pangonal sendiri telah divonis bersalah dan dihukum 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor Medan. Tak hanya pidana penjara dan denda Majelis Hakim juga menghukum Pangonal membayar uang pengganti sebesar Rp 42,28 miliar dan SGD 218.000 serta pencabutan hak politik selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Diminta Segera Putuskan Kelanjutan Bandara Adisutjipto

"Jadi memang harus ada ketegasan itu, seperti halnya yang terjadi di Bandung antara Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Kertajati," imbuh Tengku.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Pandangan Pendiri Jababeka tentang Masa Depan Indonesia

Pendiri Jababeka menggambarkan masa depan Indonesia dalam buku Bringing Civilizations Together: Nusantara di Simpang Jalan.

NASIONAL | 25 Juli 2019

TN Komodo Masih Dibuka untuk Umum

Pulau Komodo masih terbuka untuk umum.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Investor India Bangun Pabrik Minyak Goreng di Bengkulu Senilai Rp 4,5 Triliun

Pabrik minyak goreng yang dibangun PT Sudevam ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 1.000 ton per hari.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Penyebar Video Hoax Surat Suara Tercoblos Dihukum 14 Bulan Penjara

Andi Kusmana dihukum karena memfitnah KPU Medan telah mencoblos surat suara pilpres.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Menteri Syafruddin: Generasi Smart ASN Siap Hadapi Era Digitalisasi

Digitalisasi birokrasi akan menciptakan pelayanan masyarakat yang semakin optimal, efisien, dan cepat.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Syahrul Yasin Limpo: Pemimpin Tak Boleh Hanya Meladeni Dirinya Sendiri

Pemimpin harus menjadi orang yang berani berkorban untuk orang lain demi terwujud kebaikan bersama.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Kasus Sengketa Lahan Mengendap, Kejati Sulsel Diadukan ke Kejagung

Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) diminta untuk memproses jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel).

NASIONAL | 24 Juli 2019

BNN Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Aceh-Bandung

Delapan bungkus sabu-sabu seberat 8 kilogram dikirimkan melalui jalur darat dengan menggunakan bus umum.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Serikat Pekerja BPJS TK Gelar Munas ke-7 di Bogor

Serikat perkeja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakejaan (BPJS TK) melakukan musyawarah nasional guna menguatkan kinerja tiga tahun ke depan.

NASIONAL | 24 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS