Peluang Kabinet Indonesia Maju dari Kacamata Seorang Konsultan Nama
INDEX

BISNIS-27 426.538 (5.61)   |   COMPOSITE 4842.76 (54.96)   |   DBX 923.5 (5.37)   |   I-GRADE 127.867 (1.68)   |   IDX30 404.318 (5.75)   |   IDX80 105.647 (1.51)   |   IDXBUMN20 263.312 (5.8)   |   IDXG30 113.239 (1.52)   |   IDXHIDIV20 361.834 (4.64)   |   IDXQ30 118.461 (1.6)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.07)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.91)   |   IDXV30 99.778 (1.6)   |   INFOBANK15 760.318 (13.68)   |   Investor33 353.585 (5.25)   |   ISSI 142.238 (1.32)   |   JII 514.346 (4.67)   |   JII70 174.038 (2.04)   |   KOMPAS100 945.162 (13.68)   |   LQ45 740.002 (10.15)   |   MBX 1338.07 (16.63)   |   MNC36 264.409 (3.62)   |   PEFINDO25 251.635 (4.64)   |   SMInfra18 228.656 (2.51)   |   SRI-KEHATI 297.818 (4.52)   |  

Peluang Kabinet Indonesia Maju dari Kacamata Seorang Konsultan Nama

Sabtu, 2 November 2019 | 17:26 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Kabinet Indonesia Maju baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Oktober 2019. Tim ini menarik perhatian masyarakat karena sebagian besar diisi oleh sosok muda. Banyak pihak mencari tahu lebih dalam tentang orang-orang baru yang terpilih tersebut, tak terkecuali seorang Transpersonal and Name Consultant Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari atau biasa dipanggil Heleni.

Dari sisi nama, Heleni menganalisa Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Joko Widodo memiliki karakteristik yang menuntut kestabilan, dan terorganisir dengan baik. Ada tuntutan untuk tertib dalam segala hal, dan tidak menyukai perubahan mendadak.

Menurut Heleni, tim ini menganalisa masalah dengan hati-hati lalu mengatasinya melalui pendekatan logis praktis. Presiden dapat mengandalkan mereka yang disiplin. Pekerjaan adalah agenda utama, Kabinet Indonesia Maju memiliki kecenderungan bekerja secara berlebihan (workaholic), energi mereka berlimpah, sehingga mampu meraih banyak hal.

“Kelebihan lainnya orang-orang ini memiliki keberanian untuk meneliti sedalam mungkin akan permasalahan yang dihadapi dan fokus mencari solusinya,” ujar Heleni dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatucom, Sabtu (2/11/2019).

Dari sisi kelemahan, Heleni menyampaikan ada indikasi kabinet ini akan mengalami banyak hambatan dan tantangan dalam menjalankan program. Misalnya ada masalah keuangan, perisitiwa kurang baik yang bakalan memberikan dampak negatif yang cukup signifikan, serta masalah utama berupa konflik internal.

Selain itu kabinet pilihan presiden ini akan menghabiskan kocek yang cukup besar dalam hal pengeluaran, dan masalah yang juga cukup besar. Meskipun demikian di bawah kepemimpinan Joko Widodo diiringi tim yang memiliki semangat kerja yang tinggi, Kabinet Indonesia Maju masih mempunyai peluang untuk menjalankan tugas mereka dengan baik.

Lalu bagaimana dengan nama Presiden Joko Widodo? Setelah dianalisa, Heleni menjelaskan bahwa nama tersebut menunjukkan bakat di bidang bisnis, mempunyai daya kepemimpinan yang tak diragukan lagi, dan merupakan sosok eksekutif yang dapat meraih kesuksesan besar dalam hidup.

Untuk karakter dilihat dari angka namanya, adalah orang yang mencintai segala sesuatu yang dikerjakan termasuk orang-orang di dalamnya.

Menurut Heleni, pemilik nama Joko Widodo ini termasuk sosok yang semangat bekerja keras untuk membuat semua aman dan nyaman, juga memiliki motivasi tinggi dalam mencapai kesuksesan. Poin plus seorang Joko Widodo adalah mengutamakan untuk mempekerjakan orang-orang yang berpendidikan tinggi, cerdas, dan berbakat.

Dari periode pertama Joko Widodo menjabat sebagai presiden, masyarakat memanggilnya dengan nama Jokowi. Ternyata nama Jokowi menurut pandangan Heleni banyak mengundang hal negatif seperti persaingan, pengkhianatan, hambatan besar, fitnah, dan masalah besar lainnya.

Setelah dihitung dengan rumus miliknya, nama Jokowi tidak harmonis meski memiliki nilai aktualisasi yang tinggi. Maksudnya mempunyai kemampuan kuat dalam mencapai segala hal yang menjadi tujuan, namun akan sangat menguras energi, dan akan terjadi perlambatan dalam perkembangan karena harus mengatasi terlalu banyak masalah.

“Untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, berhenti memanggil beliau dengan nama Jokowi, lebih baik memakai nama Joko Widodo saja,” saran Heleni.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Laksanakan Tugas Jokowi, Wamen PUPR Minta Dukungan Penuh

Wamen PUPR John Wempi Wetipo mengharapkan dukungan maksimal dari birokrasi di kementerian PUPR dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

NASIONAL | 2 November 2019

Gubernur Bali Setujui Desain Penataan Ulang Pelabuhan Benoa

Kawasan hutan kota akan menjadi salah satu paru-paru Bali.

NASIONAL | 2 November 2019

Pemuda Harus Punya Semangat Bernegara

Sumpah Pemuda 1928 menunjukkan bagaimana pemuda memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.

NASIONAL | 2 November 2019

Tugas Kapolri Baru Bukan Hanya Selesaikan Kasus Novel

Idham Aziz diharapkan bisa melanjutkan tugas dan pencapaian Tito Karnavian.

NASIONAL | 2 November 2019

Status Siaga Bencana Alam, BPBD Cianjur Tunggu BMKG

BPBD Cianjur, Jawa Barat, masih menunggu surat resmi dari BMKG untuk menetapkan status siaga bencana alam banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah.

NASIONAL | 2 November 2019

Soal Perppu KPK, Presiden Tunggu Proses di MK

Presiden menghargai proses hukum yang sedang berlangsung di MK.

NASIONAL | 2 November 2019

10 Revolusi IGI untuk Pendidikan Indonesia

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mendapat panggilan khusus dari Mendikbud Nadiem Makarim pada Senin (4/11/2019).

NASIONAL | 2 November 2019

IGI: Pendidikan Indonesia Butuh Revolusi

Ikatan Guru Indonesia memberikan saran kepada Mendikbud untuk melakukan revolusi di dunia pendidikan.

NASIONAL | 2 November 2019

Pemkot Bogor Buka 294 Formasi CPNS 2019

Formasi tenaga kesehatan 122 orang, formasi pendidik 145 orang dan formasi tenaga teknis (Hukum, Akuntansi, Administrasi Negara, dll) 27 orang.

NASIONAL | 2 November 2019

Polisi Klarifikasi Pelapor Kasus Ade Armando Unggah Meme Anies

Ade klaim meme gambar muka Anies mirip Joker yang diunggah, bukan buatannya.

NASIONAL | 2 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS