Geram Desak Otto Hasibuan Maju Kembali Jadi Ketum Peradi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Geram Desak Otto Hasibuan Maju Kembali Jadi Ketum Peradi

Minggu, 24 November 2019 | 22:16 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beriasatu.com - Gerakan Advokat Muda (Geram) mendesak Otto Hasibuan untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2020-2025.

Ketua Umum Geram Dharma Hutapea mengatakan perpecahan Peradi muncul setelah Otto Hasibuan mengundurkan diri dari Ketum Peradi, membuat prihatin banyak pihak karena sudah tidak sejalan dengan amanat UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

"Kondisi ini semakin menjauh dari cita-cita advokat Indonesia mewujudkan Peradi sebagai wadah tunggal organisasi advokat yang independen," kata Dharma di sela-sela dukungan terhadap Otto Hasibuan di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Dharma menambahkan keadaan ini diperparah lagi dengan Surat Ketua Mahkamah Agung (SKMA) 073 Tahun 2015. Surat tersebut secara langsung telah menimbulkan dampak negatif yaitu munculnya banyak organisasi advokat baru bagaikan cendawan di musim hujan mengakibatkan menurunnya kalitas dan standarisasi kompetensi advokat, serta hilangnya otoritas pengawasan terpusat terhadap praktek profesi advokat.

"Surat tersebut membuat menjamurnya organisasi advokat. Hal ini menyebabkan pengingkaran terhadap kemuliaan profesi advokat sekaligus menurunkan muruah dan kewibawaan organisasi advokat yang semestinya menjadi kekuatan penyeimbang yang independen, dan menjadi sahabat para pencari keadilan dalam praktek penyelenggaraan kekuasaan negara," tambah Dharma.

Menurut Dharma meski belum lama berdiri, Geram saat ini mepunyai anggota lebih dari 1.000 advokat muda. Dia mengaku mendapatkan banyak permintaan advokat muda dari berbagai daerah untuk mendesak Otto Hasibuan agar dapat menyatukan kembali advokat dalam satu organisasi yaitu Peradi sebagai single bar. Pasalnya, dengan bersatunya organisasi advokat tersebut maka mutu advokat dapat ditingkatkan guna menghadapi berbagai tantangan, dan perubahan berbagai aturan hukum.

Orang Yang Tepat
Sekretaris Geram Junianton Panjaitan menegaskan Munas Peradi tahun 2020 merupakan momentum strategis yang sangat menentukan masa depan Peradi. Oleh karenanya, Peradi harus dipimpin orang yang tepat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan mampu menyiapkan kondisi-kondisi yang baik untuk transisi kepemimpinan kepada generasi advokat muda pada masa yang akan datang.

"Setelah mencermati keadaan ini, kami para advokat muda Peradi memandang bahwa untuk bisa menyelesaikan persoalan ini diperlukan seorang tokoh advokat senior yang berpengalaman membangun dan memimpin organisasi advokat, tokoh memiliki jaringan baik di dalam maupun di luar negeri, tokoh yang tulus melayani dan rela berkorban, tokoh yang terus konsisten memperjuangkan Peradi sejak awal berdiri sampai sekarang," jelas Junianton.

Junianton menambahkan selama kepemimpinan Otto Hasibuan sebagai Ketua Umum Peradi periode sebelumnya, Peradi diakui sebagai single bar dan diakui didalam maupun di luar negeri. Bahkan sekarang Otto bercita-cita menjadikan advokat sebagai “Primus Inter Pares” the best of the best, terbaik dari yang terbaik. Sehingga diharapkan beliau bisa mengatasi semua persoalan yang terjadi. Untuk itu, Geram berkeyakinan persatuan tersebut dapat terwujud kembali.

"Dia telah berpengalaman, dan selama kepemimpinan beliau advokat bisa bersatu, dan mempunyai kualitas yang telah diakui IBA yaitu organisasi advokat dunia," tambah Junianton.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan Pembangunan Kereta Api Manado-Bitung

Berbagai infrastruktur akan dibangun di Sulut untuk menunjang program pemerintah tersebut.

NASIONAL | 24 November 2019

Setara: Penanganan Radikalisme Dipusatkan di Daerah

Singkawang, Salatiga, Pematangsiantar, Kediri, Ternate, Denpasar, Bandung, Bogor, Mataram dan Aceh adalah kota-kota paling toleran.

NASIONAL | 24 November 2019

Wagub Jatim: Proyek Selingkar Wilis Masih Dimatangkan

Menurut Emil, hal itu merupakan bentuk komunikasi lebih lanjut, sebab tidak mungkin dalam rentang satu tahun satu ruas bisa selesai.

NASIONAL | 24 November 2019

Kader PDIP di Bantul Dingatkan untuk Turun Ke Rakyat dan Tingkatkan Kedisiplinan

Sebagai partai pelopor, salah satu hal utama yang harus dijalankan PDIP dan kader-kadernya adalah meningkatkan kedisiplinan.

NASIONAL | 24 November 2019

Pidato Rektor Unhan soal Bahaya Laten Komunis Bukan dari Prabowo

"Naskah pidato tersebut tidak ada konfirmasi, tidak ada persetujuan dan tidak diberikan kewenangan mengatasnamakan Menhan," kata Dasco.

NASIONAL | 24 November 2019

Jangan Berikan Ruang Buat Teroris

"Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru dibutuhkan kesiagaan dari kita semua. Kita solid bekerja sama dengan TNI yang membantu melakukan pengamanan."

NASIONAL | 24 November 2019

Setelah Rekonstruksi Pascagempa, Kota Palu Akan Jadi Lebih Bagus

Pemerintah targetkan seluruh program pemulihan dan rekonstruksi ini bisa selesai pada 2022.

NASIONAL | 24 November 2019

Polisi Bangka Barat Cegah Keluar-Masuk Satwa Dilindungi

"Lokasi itu cukup rawan terjadinya aksi penyelundupan berbagai jenis hewan langka dan dilindungi serta barang ilegal lainnya sehingga butuh pengawasan ketat."

NASIONAL | 24 November 2019

Polres Aceh Timur Periksa 6 Orang soal Gajah Mati di Perkebunan Sawit

Ditemukan bangkai gajah di area perkebunan sawit PT Atakana Company.

NASIONAL | 24 November 2019

Bangun Infrastruktur, Palembang Butuh Dana Rp 10,69 T

Biaya pengerjaan proyek infrastruktur itu akan bersumber baik dari APBD Provinsi maupun APBN 2020.

NASIONAL | 24 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS