Ketum Pagar Nusa Apresiasi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Ketum Pagar Nusa Apresiasi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia

Sabtu, 14 Desember 2019 | 09:49 WIB
Oleh : Hotman Siregar / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PP Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen mengapresiasi Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) yang menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Penetapan ini mengukuhkan Pencak Silat Nusantara sebagai warisan penting untuk dunia.

"Pagar Nusa sangat mengapresiasi keputusan Unesco yang menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Ini berarti, pencak silat diakui sekaligus ditegaskan sebagai warisan penting untuk dunia," kata Muchamad Nabil Haroen, Jumat (13/12/2019).

Seperti diberitakan Kedutaan Besar Indonesia di Bogota, Jumat (13/12/2019) menyebutkan, pencak silat ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019.

Pada sidang itu, pencak silat dianggap memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda. Pencak silat terdiri dari tradisi lisan; seni pertunjukan, ritual, dan festival; kerajinan tradisional; pengetahuan, dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Menurut Gus Nabil, begitu dia akrab disapa, pihaknya meyakini, kemampuan pencak silat akan menjadi benteng diri yang efektif dari ideologi-ideologi radikal dan teror. Pencak silat penting untuk mencegah persebaran ideologi radikal, dan ekstrem.

Dia mengatakan, para pendekar yang menguasai kemampuan pencak silat, akan bisa menjaga diri, mengontrol emosi, mengamankan keluarga dan lingkungan, serta mencegah tersebarnya virus radikalisme dan ekstremisme di komunitas masing-masing.

"Di Pagar Nusa, kemampuan ini akan utuh karena mengintegrasikan olah fisik, ketahanan mental, dan kematangan spiritual," kata Gus Nabil.

Pagar Nusa misalnya sebagai pencak silat Nahdlatul Ulama menurutnya selama ini konsisten menjaga keutuhan NKRI dan menyebarkan Islam yang moderat dan damai.

"Pagar Nusa selama ini menjadi institusi di bawah komando Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, berkontribusi untuk mengawal Islam moderat, menjaga perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai welas asih (rahmah/compassion) kepada warga Indonesia, dan selanjutnya kepada masyarakat dunia internasional," ujarnya.

Gus Nabil mengatakan, Pagar Nusa memiliki anggota jutaan pendekar yang tersebar di penjuru Indonesia dan lintas negara, semisal Malaysia, Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Mesir, Aljazair, serta beberapa negara Eropa.

Mereka, sebagai pendekar Pagar Nusa ini menjadi agen perdamaian, dalam tugasnya mereka sebagai pelajar, dosen, peneliti dan pekerja profesional.

Ke depan, Gus Nabil menegaskan Pagar Nusa lebih mengintensifkan persebaran jaringan dengan melatih generasi muda Indonesia, dari tingkat dasar hingga mahasiswa.

Bahkan Pagar Nusa, lanjutnya, telah bekerjasama dengan LP Maarif NU, dan ke depan menjalin kerja sama dengan Kemendikbud, sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa melalui generasi muda.

"Dengan pembekalan Pencak Silat Pagar Nusa, generasi kita akan kuat dalam fisik, mental dan spiritual, hingga siap dan adaptif dengan revolusi 4.0 dan society 5.0," kata Gus Nabil.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Polri Siap Berikan Rasa Aman Saat Natal dan Tahun Baru

Presiden juga mengingatkan Polri agar jangan sampai terjadi ancaman, aksi sweeping, termasuk penolakan terhadap suatu peribadatan.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Aliran Dana dari Penyelundupan Benih Lobster Capai Rp 900 M

Dana tersebut digunakan mendanai pengepul dalam negeri dan membeli benih tangkapan nelayan lokal.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Warga Antusias Hadiri Puncak Hari Nusantara di Pariaman

Ribuan orang memadati Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat yang menjadi lokasi dihelatnya kegiatan puncak Hari Nusantara, Sabtu (14/12/2019).

NASIONAL | 14 Desember 2019

Wah! Ada Kepala Daerah Punya Rekening Kasino di Luar Negeri Hingga Rp 50 Miliar

PPATK juga menemukan penggunaan uang hasil tindak pidana untuk membeli barang mewah dan emas batangan di luar negeri.

NASIONAL | 14 Desember 2019

KPK Didesak Umumkan Hasil Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Etik Agus Rahardjo

"Kami sekaligus mendesak dibentuknya Dewan Etik jika hasil pemeriksaan Pengawas Internal KPK menemukan cukup bukti dugaan pelanggaran etik tersebut."

NASIONAL | 14 Desember 2019

KBRI Moskwa Terima Penghargaan di Bidang Budaya

KBRI Moskwa gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya di Rusia sejak 2016 untuk lebih mempromosikan Indonesia di Rusia.

NASIONAL | 14 Desember 2019

KPK Belum Terima Salinan Putusan PK Eks Bupati Buton

"Jadi informasi yang seolah-olah mengatakan putusan PK di MA terhadap terdakwa Umar Samiun adalah vonis bebas tidak benar."

NASIONAL | 14 Desember 2019

Lili Pintauli: Kami Tetap Butuh Masukan Pimpinan KPK Saat Ini

"Kita akan bertemu pimpinan KPK, tongkat estafat tidak putus, walaupun substansinya orang-orang di struktural. Kita butuh masukan dari pimpinan KPK sekarang."

NASIONAL | 14 Desember 2019

Kontroversi Gurita Bisnis di BUMN, PDIP: Gebuk Siapa Pun yang Rugikan Negara

Mencuatnya sejumlah BUMN seperti Garuda dan Pertamina yang memilki unit bisnis di luar core bisnisnya ke publik saat ini, ibarat puncak gunung es.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Perkuat Hubungan Bilateral, Menkumham Teken Perjanjian MLA Indonesia-Rusia

RI-Rusia juga akan menandatangani perjanjian ekstradisi dan Persetujuan Simplikasi Visa saat kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Jakarta, awal 2020.

NASIONAL | 14 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS