Siswa Didenda Nonton Barongsay, Ini Respons Kemdikbud
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Siswa Didenda Nonton Barongsay, Ini Respons Kemdikbud

Jumat, 14 Februari 2020 | 11:07 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT

Jakarta, Beritastu.com - Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan berita viral siswa sekolah dasar SD 43 Sagatani Singkawang Selatan, Kalimatan Barat (Kalbar) mengaku didenda oleh guru dan kepala sekolah senilai Rp 30.000 per siswa, karena ketahuan menonton barongsai pada saat perayaan Cap Go Meh.

Merespons hal tersebut, Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD dan Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Harris Iskandar mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Lembaga Ppenjaminan Mutu Pendididikan (LPMP) Kalbar terkait kejadian tersebut.

“Sangat disesalkan kejadian tersebut. Budaya, bahasa, sejarah, dan kehebatan militer itu sumber identitas bangsa yang utama. Guru harus paham itu dulu,” kata Harris saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (13/2/2020).

Harris menuturkan, berdasarkan informasi yang terbaru, Kamis(13/2/2020) petang, kepala LPMP Kalbar telah menyampaikan kronologis permasalahannya setelah melakukan konfirmasi dengan petugas kepolisian di Singkawang Selatan.

Dalam hal ini, guru sudah menyampaikan permohonan maaf, dan semua pihak bersepakat, bahwa persoalan ini dianggap sudah selesai, termasuk pihak yang memviralkan, sudah bersedia menghapus kontens tersebut.

Selanjutnya, terkait pengakuan denda Rp 30.000 kepada siswa karena melaksanakan edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar yaitu tidak boleh mengikuti kegiatan atau terlibat pada perayaan barongsai Cap Go Meh. Larangan itu khusus terlibat langsung pada acara ritual.

Merespons kejadian tersebut, Sekjen MUI Pusat, Anwar Abbas mengatakan, jika hanya menyaksikan perayaan barongsai Cap Go Meh diperbolehkan. Akan tetapi, untuk terlibat dalam perayaan memang tidak diperbolehkan sesuai ajaran agama Islam.

“Terlibat dalam upacara enggak boleh itu. Itu kan ketentuan dalam agama Islam jadi otomatis enggak boleh ikut, tapi seremonial boleh-boleh saja karena bukan ritual, karena yang dilarang MUI itu ikut terlibat dalam upacara ritual,” ujarnya.

Anwar menambahkan, adanya larangan terlibat karena terkait dengan keyakinan. Dalam hal ini apabila umat Islam terlibat tentu sama saja masuk dalam keyakinan agama lain.

Apakah larangan itu tidak mengusik toleransi beragama. Nah di situ diuji toleransi beragama. "Toleransi itu kan karena berbeda kalau enggak berbeda untuk apa toleransi. Karena ini berbeda keyakinan perlunya toleransi supaya masing-masing pihak jangan memaksakan keyakinan kepada pihak lain,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR Belum Putuskan RUU Ciptaker Dibahas di Pansus atau AKD

Pimpinan DPR direncanakan menggelar rapat terlebih dahulu pekan depan.

NASIONAL | 14 Februari 2020

2 Kali Mangkir, Zulhas Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Palma Satu," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Bamsoet Minta Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Alokasi dana FLPP yang bisa memberikan fasilitas bunga KPR tetap 5 persen dengan jangka waktu pinjaman 20 tahun bagi MBR harus ditambah.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Kebutuhan BBM Masyarakat Enggano Dipasok Pertamina dari Padang

Zulkipli berharap ke depan pengiriman BBM dari Pertamina ke Enggano tidak terhambat lagi, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.

NASIONAL | 14 Februari 2020

KPK Hargai Hasil Survei yang Sebut Kepuasan Masyarakat Merosot

KPK berupaya memaksimalkan kerja-kerja pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 13 Februari 2020

Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Puan Maharani: Sejarah Bagi Saya

Puan menyadari tanggung jawabnya semakin besar setelah dianugerahi gelar doktor HC pada bidang "Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Nasional".

NASIONAL | 14 Februari 2020

Bendungan Gondang Akan Airi 4.066 Ha Sawah di Karanganyar dan Sragen

Selain sebagai irigasi, bendungan ini bisa menjadi sumber air baku bagi Kabupaten Karanganyar dan Sragen.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Puan, Rektor Undip: Bukan Main-main

Pemberian gelar doktor honoris causa untuk Puan Maharani dilakukan oleh tim berlapis-lapis dari mulai tingkat fakultas ilmu budaya dan ilmu sosial ilmu politik.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Buka 'Kemnaker Goes to Campus', Menaker: Mahasiswa Harus Miliki Kompetensi

Program Menaker Goes to Campus ini mengajak kepada para mahasiswa me-link-an potensi yang dimiliki di pasar kerja.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Puan Maharani Bicara Perjuangan dan Semangat

"Walau sebetulnya capek sekali. Tapi saya yakin tidak ada sesuatu yang instan, karena semuanya itu memang harus penuh dengan perjuangan."

NASIONAL | 14 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS