IPW Kecam Rencana Pembebasan Napi Koruptor
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

IPW Kecam Rencana Pembebasan Napi Koruptor

Sabtu, 4 April 2020 | 20:18 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras adanya wacana membebaskan napi koruptor dengan dalih wabah Covid-19. Rencana Menkumham itu hanya akan mencederai rasa keadilan publik dan membuat kepastian hukum dalam pemberantasan korupsi makin absurd.

Seharusnya, jika ada napi koruptor yang terindikasi terkena Covid 19, mereka tak perlu dibebaskan, tapi bisa dikarantina di Natuna, Pulau Galang, Nusakambangan atau bahkan di Pulau Buru.

"Dari penelusuran IPW, kecil kemungkinan para napi koruptor atau napi kakap lainnya terkena Covid 19. Soalnya, dengan uang yang dimilikinya, selama ini mereka bisa "membeli" kamar. Sehingga satu kamar sel tahanan hanya dia sendiri yang menempati," ujar Ketua Presedium IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Sabtu (4/4/2020) sore.

Neta mengatakan selain itu para napi koruptor selalu memesan makanan khusus yang dibawa keluarganya dari luar dan mereka tidak pernah memakan makanan lapas. Mereka juga punya dokter pribadi dan mendapat perawatan kesehatan prima. Semua itu mereka dapatkan dengan uang yang dimilikinya.

“Jadi tidak ada alasan bagi Menkumham untuk membebaskan para napi koruptor dengan alasan wabah virus Covid 19. Lagi pula Menkumham belum pernah melakukan rapid test terhadap napi, dan belum pernah mendata lapas mana saja yang terindikasi terkena wabah Covid 19,” tegas Neta.

Menurut Neta wacana Menkumham untuk membebaskan napi korupsi adalah gagasan yang sangat tidak masuk akal dan gagasan gila. Apalagi Menkumham mengatakan napi korupsi yang akan dibebaskan adalah napi yang berusia 60 tahun ke atas. Ini lebih tidak masuk akal lagi, sebab sebagian besar napi korupsi itu adalah para pejabat yang berusia 60 tahun ke atas.

Sebab mereka mendapatkan posisi jabatan di umur 50 tahun dan setelah itu mereka berkuasa, lalu korupsi. Masa Menkumham lupa dengan data napi korupsi? Kalau napi ABG atau di bawah 40 tahun biasanya terlibat kriminal jalanan alias menjadi napi kelas teri.

Jadi, sebaiknya Menkumham jangan berwacana membebaskan napi korupsi dengan alasan wabah corona. Tapi segera melakukan rapid test di seluruh lapas agar diketahui lapas mana saja yang terpapar Covid 19.

Jika pun ada napi korupsi yang terkena Covid 19, mereka bisa dikarantina di Natuna, Pulau Galang, Nusa Kambangan atau Pulau Buru. Setelah sehat baru mereka dikembalikan ke Sukamiskin.

Untuk napi korupsi kita jangan bicara hati nurani dan rasa kebangsaan, sebab ketika mereka asyik berkorupsi ria mereka juga tidak pernah bicara hati nurani rakyat dan rasa kebangsaan masyarakat. Akibat mereka korupsi, gedung sekolah ambruk, jembatan ambruk hingga membuat rakyat menderita.

"Seharusnya para koruptor itu dihukum mati. Jadi harusnya mereka masih bersyukur bisa hidup di lapas," pungkas Neta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Cegah Covid-19, Forkopimda Bogor Lakukan Sosialisasi Simpatik di Jalur Puncak

Kegiatan sosialisasi simpatik ini dilakukan secara serentak di beberapa titik seperti Cibinong, Ciarua, Puncak Pas, Cigombong, dan Gadog.

NASIONAL | 4 April 2020

Dalam Sehari, 5 Pasien PDP Covid-19 di Medan Meninggal

Dalam sehari, sebanyak lima orang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 dilaporkan meninggal dunia di Medan pada Sabtu (4/4/2020).

NASIONAL | 4 April 2020

Ketua MPR: Atasi Dampak Ekonomi Covid-19, Mari Saling Bantu

Bamsoet menyerukan agar rakyat Indonesia mewujudkan nilai-nilai Pancasila yakni gotong royong, bersama-sama menghadapi dampak Covid-19.

NASIONAL | 4 April 2020

Wabah Virus Corona, Masyarakat yang Sehat Bisa Gunakan Masker Kain

Masyarakat yang kondisinya sehat bisa menggunakan masker kain jika berada di tempat umum atau berinteraksi dengan orang lain di tengah pandemi virus "corona".

NASIONAL | 4 April 2020

Pemda Diminta Maksimalkan Sumber Daya Tangani Wabah Corona

Semua tingkatkan pemda juga diminta untuk memantau warga di wilayahnya masing-masing.

NASIONAL | 4 April 2020

Pasien RSUD Rasidin Akan Dipindah Berobat ke RS Lain

Pasien tetap di RSUD Rasidin akan dipindahkan ke rumah sakit lain terdekat terkait penetapan RS itu sebagai tempat penanganan pasien virus "corona".

NASIONAL | 4 April 2020

Menyonsong Minggu Palma, Pastor Paroki Kumba Berkat Daun Palma Menyusuri Jalanan

Pastor Paroki Kumba memberkati daun palma umat dengan menyusuri jalanan.

NASIONAL | 4 April 2020

Waspada, Mobilitas Orang Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Waspada pada orang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala yang berpotensi tinggi menularkan virus pada orang lain.

NASIONAL | 4 April 2020

Ketum IDI: Rapid Test Diperlukan untuk Deteksi Penularan Covid-19

Ketum IDI Moh Adib Khumaidi mengatakan rapid test sangat diperlukan untuk mendeteksi penderita Covid-19.

NASIONAL | 2 April 2020

Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 Indonesia Tembus Angka 2.092 Orang

Pasien positif Covid-19 di Indonesia menembus angka 2.092 orang per Sabtu 4 April 2020.

NASIONAL | 4 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS