Survei SMRC, Warga Nilai Bansos Tak Tepat Sasaran
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (48.94)   |   DBX 1066.46 (8.36)   |   I-GRADE 166.255 (1.45)   |   IDX30 491.004 (4.37)   |   IDX80 129.735 (1.28)   |   IDXBUMN20 364.991 (3.6)   |   IDXG30 133.352 (1.3)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.86)   |   IDXQ30 143.512 (1.02)   |   IDXSMC-COM 247.38 (1.97)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (3.76)   |   IDXV30 127.096 (1.35)   |   INFOBANK15 976.214 (4.89)   |   Investor33 422.656 (3.17)   |   ISSI 167.54 (1.38)   |   JII 607.336 (6.13)   |   JII70 209.626 (2.1)   |   KOMPAS100 1162.4 (11.77)   |   LQ45 904.834 (8.66)   |   MBX 1587.29 (13.73)   |   MNC36 315.598 (3.09)   |   PEFINDO25 317.232 (0.31)   |   SMInfra18 287.626 (3.09)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.82)   |  

Survei SMRC, Warga Nilai Bansos Tak Tepat Sasaran

Rabu, 13 Mei 2020 | 15:31 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat menilai bantuan sosial (bansos) untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19 belum efektif. Sebanyak 49% warga menyebut bansos tak mencapai sasaran. Masyarakat yang menganggap sudah mencapai sasaran sebesar 37%.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk "Wabah Covid-19: Efektivitas Bantuan Sosial". Survei opini publik nasional itu dilakukan melalui telepon pada 5-6 Mei 2020 dengan melibatkan 1.235 responden dengan margin of error 2,9%.

Menurut Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas, temuan tersebut cukup mengkhawatirkan. "Ini mengkhawatirkan, mengingat besarnya dana yang dikucurkan pemerintah hanya akan berarti bila bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan," kata Sirojudin, Rabu (13/5/2020).

Berdasarkan survei, bansos dianggap tidak tepat sasaran karena 60% publik melihat ada warga lain yang berhak tapi belum menerima. Berikutnya masyarakat yang menilai bansos diberikan kepada yang tidak berhak sebanyak 29%.

Warga yang layak menerima bansos yaitu 34%. Mereka adalah yang berada di bawah garis kemiskinan 9,41% hingga yang berada sedikit di atas garis kemiskinan sebanyak 24, 97% merujuk data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2019.

Sedangkan menurut temuan penelitian ini, baru 21% warga yang menyatakan sudah menerima. Berarti masih ada 13% yang belum menerima, atau sekitar 35 juta orang dari populasi nasional 2020 yang diproyeksikan 271 juta jiwa.

"Kalau kita bandingkan data tersebut, bisa disimpulkan masih ada 13% warga yang mendesak dibantu tapi belum menerima bantuan. Ini persoalan serius, karena mereka yang tak menerima bantuan bisa kelaparan, tak mampu berobat, tak mampu bayar kontrakan, dan persoalan-persoalan mendesak lainnya," ujar Sirojudin.

Bantuan yang diberikan pun bisa tidak sepenuhnya diperoleh. Mayoritas atau 55% warga yang sudah menerima bansos, menyatakan hanya menerima sembako saja. Sementara yang menyatakan menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) saja 16,6%.

Mereka yang menyatakan menerima sembako dan PKH saja 11,8%. Selanjutnya yang menyatakan menerima sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja 10,3%. Berikutnya mereka yang menyatakan BLT saja 5,2%.

Sebanyak 87% warga yang sudah mendapat bantuan pun menyatakan bahwa bantuan tersebut hanya cukup untuk dua minggu atau kurang. Mayoritas warga (74%) juga belum tahu bagaimana mendaftar agar dapat bantuan. Terkait proses penyebaran bantuan, mayoritas warga atau 62% berharap petugas datang ke warga yang berhak untuk mendaftarkan mereka.

Menurut Sirojudin, bantuan pemerintah ini sangat dibutuhkan, mengingat mayoritas warga secara nasional menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk. Jauh lebih banyak yang menyatakan sekarang lebih buruk dibandingkan yang menyatakan lebih baik. Perbedaannya sangat signifikan. Hampir tidak ada yang menyatakan sekarang lebih baik.

Mayoritas warga atau 79% menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk dibandingkan sebelum adanya wabah Covid-19. Sementara yang menyatakan tidak ada perubahan hanya 19%. Lalu yang menyatakan lebih baik jauh lebih sedikit lagi yaitu 1%.

Demikian juga 84% warga menilai kondisi ekonomi nasional lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19. Sementara yang menyatakan tidak ada perubahan hanya 8%. Selanjutnya yang menyatakan lebih baik jauh lebih sedikit yaitu 2%.

Masyarakat juga cenderung pesimistis dengan kondisi ekonomi setahun ke depan. Mereka yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga membaik tahun depan jauh lebih rendah dibandingkan yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga tahun depan memburuk. Hanya 29% yang menganggap akan membaik, sementara 53% menganggap kondisi ekonomi akan memburuk.

Begitu juga soal kondisi ekonomi nasional setahun ke depan. Warga yang optimistis hanya 27% dan yang pesimistis 49%.

"Bantuan sosial dari pemerintah diperlukan sampai pandemi berakhir dan warga bisa melakukan kegiatan normal, maka keberlanjutan bantuan, menambah jumlah warga yang dibantu, mendaftar secara lebih baik warga yang wajib dibantu, dan memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan hingga tepat sasaran adalah agenda-agenda mendesak bansos yang harus dilakukan pemerintah pusat dan daerah bersama-sama," pungkas Sirojudin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Paket Bansos Covid-19 Pemprov Jateng Ditempel Stiker Penyemangat

Stiker yang ditempel pada paket sembako tersebut untuk memberikan semangat bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Wapres: Pendidikan Jarak Jauh Butuhkan Kreativitas

Para pengajar perlu keluar dari gaya konvensional dan lebih inovatif dalam menyiapkan materi dan mekanisme pembelajaran.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Gibran Serahkan Bantuan APD untuk Warga Terdampak Covid-19

APD yang dibawa tersebut, disampaikan Gibran merupakan asli buatan Solo dan pabriknya juga ada di Solo.

NASIONAL | 13 Mei 2020

4 Wilayah di Sumut Dapat Bantuan Penanganan Covid-19

Pemberian bantuan dilakukan dalam dua tahap.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Kasus Positif Covid-19 di Banten Lebih Banyak di Kota Tangerang

Perinciannya, sebanyak 107 orang masih dirawat, 23 orang dinyatakan sembuh dan sebanyak 19 orang meninggal dunia.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Kota Tangerang Pimpin "Klasemen" Kasus Positif Covid-19 di Banten

Penyebaran Covid-19 di Banten paling banyak terjadi di Kota Tangerang dengan 225 kasus. Sebanyak 24 orang sudah meninggal dunia.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Cegah Covid-19, Puyang Group Bantu APD Senilai Rp 2,3 Miliar

Sebagai perusahaan dari Tiongkok yang beroperasi di Indonesia, perseroan memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat juga untuk selalu membantu pemerintah.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Covid-19 Menular ke Ring 1 Mabes Polri, Semua Dites Lagi

Belum dijelaskan siapa yang sudah diperiksa ulang dan apa asilnya.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Wanita Positif Covid-19 di Jambi Melahirkan Bayinya Sehat

Bayi tersebut hingga Rabu (13/5/2020) masih dirawat secara terpisah dari ibunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Jambi.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Pastikan Angkutan Umum Bersih dan Zona Hijau Sebelum Sekolah Dibuka Kembali

Anggota Komisi X DPR, Illiza Sa’aduddin Djamal mengingatkan agar sekolah yang dibuka kembali ada di zona hijau dan angkutan umumnya bersih dari Covid-19.

NASIONAL | 13 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS