Moeldoko Sebut Menteri dan Kepala Lembaga Harus Respons Kemarahan Jokowi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Moeldoko Sebut Menteri dan Kepala Lembaga Harus Respons Kemarahan Jokowi

Senin, 29 Juni 2020 | 19:08 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan para menteri dan kepala lembaga negara harus segera merespons kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terlihat dalam unggahan video Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020.

“Para menteri, kepala lembaga harus merespons penekanan yang disampaikan presiden,” kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, Jokowi memandang perlu adanya semangat bersama untuk mengatasi Covid-19. Presiden khawatir para menteri atau kepala lembaga masih merasa situasi sekarang ini masih dalam situasi normal saja.

“Untuk itu diingatkan. Ini peringatan kesekian kali. Peringatan ya, bahwa ini situasi krisis yang perlu ditangani secara luar biasa. Penanganan yang tidak cukup biasa-biasa, linear tapi seorang pemimpin dari lembaga harus ambil langkah efektif, efisien, dan tepat sasaran,” jelas Moeldoko.

Beberapa kali, lanjutnya, Presiden Jokowi mengatakan masih ada penanganan Covid-19 di lapangan yang tidak sesuai dengan harapannya. Makanya penekanan Jokowi lebih keras kepada para menteri dan pimpinan lembaga agar benar-benar serius dalam menangani Covid-19.

“Agar persoalan Covid-19, pendekatan kesehatan sebagai prioritas, dan pendekatan sosial ekonomi keuangan betul-betul bisa terakselerasi dengan baik dan cepat. Kenyataannya, ada sektor yang masih lemah,” ungkap Moeldoko.

Sebelumnya, melihat kinerja para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Maju lamban dalam mengatasi pandemi Covid-19 beserta dampaknya, Presiden Jokowi mengungkapkan kekesalannya. Ia terlihat marah saat memimpin rapat kabinet paripurna yang digelar internal pada 18 Juni 2020. Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Negara baru mengunggah video tersebut di akun resmi youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Dalam rapat tersebut, Jokowi mengatakan suasana tiga bulan terakhir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi Covid-19. Namun ia melihat belum ada pandangan yang sama dalam diri para menteri dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi yang sedang krisis. Jokowi menilai mereka belum memiliki sense of crisis yang sama.

Ia meminta jajaran menterinya berhati-hati dalam menghadapi krisis ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi minus 6 persen, bahkan bisa sampai minus 7,6 persen. Tidak hanya itu, Bank Dunia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dunia bisa terkontraksi minus 5 persen.

Karena itu, Jokowi tidak ingin para pimpinan kementerian dan lembaga negara bekerja biasa-biasa saja dan menganggap kondisi saat ini adalah kondisi yang normal. Apalagi ia melihat mereka masih menganggap situasi sekarang masih normal sehingga bekerja dengan ritme biasa seperti belum ada corona. Ia ingin setiap kebijakan atau keputusan yang diambil pemerintah harus berdasarkan suasana kritis. Bukan kebijakan yang biasa dan normal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPKP Kawal Proses Pengadaan Barang dan Jasa Selama Pandemi Covid-19

Proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dalam keadaan darurat selama pandemi Covid-19 dituntut lebih cepat, tepat dan akurat menyasar masyarakat terdampak.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Jaksa Agung Nilai Pengawasan Lemah OJK Penyebab Kasus Jiwasraya

Secara prinsip, Kejaksaan Agung menilai bahwa jika saja pengawasan industri keuangan berjalan baik dan benar, tak mungkin kasus sebesar Jiwasraya bisa terjadi.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Eksploitasi Anak, Korlap Demo RUU HIP, FPI, dan GNPF-MUI Dilaporkan ke KPAI

Demonstrasi RUU HIP yang dilakukan Rabu 24 Juni 2020 ditenggarai telah mengeksploitasi anak sehingga melanggar UU Perlindungan Anak.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Lewat Seri Webinar, Kemendikbud Persiapkan Guru Hadapi Pandemi

​Seri Webinar Guru Belajar ditujukan untuk mempersiapkan guru dan insan pendidikan menjelang tahun ajaran baru di tengah pandemi.

NASIONAL | 29 Juni 2020

BPK Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Jiwasraya

BPK menegaskan pihaknya akan mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan baik terkait pengungkapan maupun pengadilan kasus Jiwasraya.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Lion Air Group Tawarkan Layanan Rapid Test Covid-19 Rp 95.000

Lion Air Group menawarkan metode uji kesehatan screening awal dan cepat (rapid test) Covid-19 khusus bagi penumpang Lion Air Group, dengan biasa Rp 95.000.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Polisi Selidiki Kasus yang Dilaporkan Ketua BPK

Bareskrim akan memeriksa laporan pencemaran nama baik pada kasus mega korupsi Asuransi Jiwasraya yang diungkapkan oleh terdakwa Benny Tjokrosaputro.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Kemhub Wajibkan Operator Transportasi Koordinasi dengan Gugus Tugas

Kewajiban ini tertuang dalam surat Menteri Perhubungan (Menhub) kepada para operator sarana dan prasarana transportasi tertanggal 29 Juni 2020.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Pelabuhan Merak dan Bakauheni Mulai Ramai kembali

Sejak new normal diberlakukan, penumpang kapal feri, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni, mengalami kenaikan signifikan.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Jumlah Sembuh Lebih Banyak Dibanding Pertambahan Kasus Positif Covid-19 Terjadi di 12 Provinsi

Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 lebih banyak dibanding jumlah pertambahan kasus positif terjadi di 12 provinsi pada Senin (29/6/2020).

NASIONAL | 29 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS